BUMN Kumpulkan Data UMKM untuk Program Tepat Sasaran

Jan 20, 2025 - 10:51
 0  6
BUMN Kumpulkan Data UMKM untuk Program Tepat Sasaran

Eksplora.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan adalah pengumpulan data UMKM secara terstruktur untuk memastikan berbagai program dan bantuan dari BUMN dapat disalurkan dengan lebih tepat sasaran. Menteri BUMN, Erick Thohir, menyampaikan bahwa sektor UMKM memiliki peran signifikan dalam perekonomian nasional. "Dengan data yang akurat, kita dapat merancang program yang lebih relevan dan efektif sesuai kebutuhan UMKM di lapangan," ujar Erick dalam keterangan persnya.

Pendekatan Kolaboratif

Pengumpulan data UMKM ini melibatkan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk perusahaan BUMN, kementerian terkait, serta asosiasi UMKM. Beberapa perusahaan seperti PT Telkom Indonesia dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) turut ambil bagian dalam mendukung inisiatif ini. Telkom, misalnya, menyediakan platform digital untuk mempermudah proses pendataan, sementara BRI memberikan edukasi finansial kepada pelaku UMKM. Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap dapat mendapatkan data yang komprehensif terkait jumlah, lokasi, jenis usaha, hingga kendala yang dihadapi oleh pelaku UMKM. "Kami tidak hanya ingin memberikan bantuan, tetapi juga ingin memastikan bahwa program BUMN menjadi katalis pertumbuhan yang nyata bagi UMKM," tambah Erick.

Fokus pada Digitalisasi dan Inovasi

Dalam program pengumpulan data ini, BUMN juga berfokus pada aspek digitalisasi. Salah satu inisiatif yang telah siap adalah aplikasi Naksir UMKM, yang terancang untuk mempermudah pelaku UMKM mendaftarkan usahanya. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan akurasi data, tetapi juga mendorong transformasi digital UMKM agar lebih kompetitif di era modern. Selain itu, data yang terkumpul untuk mengembangkan program pelatihan, akses pembiayaan, dan fasilitasi pemasaran produk UMKM. Sebagai contoh, program pelatihan UMKM Naik Kelas 2025, yang baru-baru ini terlaksana di Padang, Sumatera Barat, berhasil memberikan pelatihan kepada lebih dari 100 pelaku UMKM. Materi  mencakup pengelolaan keuangan, branding produk, hingga pengurusan sertifikasi halal.

Tantangan dan Langkah Mitigasi

Kementerian BUMN menyadari bahwa proses pengumpulan data UMKM di Indonesia bukan tanpa tantangan. Kendala seperti minimnya akses internet pada daerah terpencil, kurangnya literasi digital, dan resistensi pelaku UMKM terhadap perubahan menjadi hambatan yang perlu solusi. Sebagai langkah mitigasi, BUMN bekerja sama dengan komunitas lokal dan pemerintah daerah untuk menjangkau UMKM di wilayah terpencil. Pendekatan berbasis komunitas ini semoga dapat membangun kepercayaan dan mempercepat proses pendataan. Selain itu, pelatihan literasi digital lebih intensif untuk membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi secara maksimal.

Harapan Ke Depan

Program pengumpulan data ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai target 30 juta UMKM onboarding digital pada tahun 2025. Erick Thohir optimis langkah ini dapat memberikan dampak besar terhadap peningkatan daya saing UMKM di pasar lokal maupun global. Kementerian BUMN mengajak masyarakat mendukung program ini dengan mendorong UMKM sekitar untuk terlibat aktif dalam proses pendataan. Dengan kerjasama yang baik, UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional harapannya akan semakin berdaya dan berkontribusi lebih besar dalam pembangunan Indonesia.