BUBK Kebumen: Tambak Udang Modern Terbesar di Indonesia dengan Teknologi Internet of Things
Badan Usaha Budidaya Karanganyar (BUBK) Kebumen telah menjadi pusat tambak udang modern terbesar di Indonesia. Dengan luas lahan potensial mencapai 100 hektare, BUBK Kebumen memainkan peran strategis dalam meningkatkan produksi perikanan nasional, khususnya dalam sektor budidaya udang.

Eksplora.id - Badan Usaha Budidaya Karanganyar (BUBK) Kebumen telah menjadi pusat tambak udang modern terbesar di Indonesia. Dengan luas lahan potensial mencapai 100 hektare, BUBK Kebumen memainkan peran strategis dalam meningkatkan produksi perikanan nasional, khususnya dalam sektor budidaya udang.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan bahwa seluruh kegiatan budidaya di BUBK Kebumen menerapkan teknologi intensif. Hal ini memungkinkan produktivitas tambak mencapai 40 ton per hektare per siklus. Keberhasilan ini tidak lepas dari penerapan inovasi dan modernisasi dalam pengelolaan tambak.
Teknologi dalam Budidaya Udang di Era Revolusi Industri 4.0
Memasuki era Revolusi Industri 4.0, negara-negara di dunia berlomba-lomba meningkatkan daya saing di berbagai sektor, termasuk perikanan dan peternakan. Salah satu inovasi yang diterapkan di tambak udang modern adalah teknologi Internet of Things (IoT), yang memberikan dampak besar dalam efektivitas dan efisiensi operasional.
Penerapan teknologi IoT dalam tambak udang memungkinkan pemantauan kondisi lingkungan secara real-time, termasuk kualitas air, suhu, kadar oksigen terlarut, serta pemberian pakan otomatis. Dengan sistem ini, para petambak dapat mengelola tambak secara lebih akurat, mengurangi risiko gagal panen, serta meningkatkan efisiensi produksi.
Selain itu, penggunaan teknologi ini juga memungkinkan penghematan sumber daya, baik dari segi tenaga kerja maupun konsumsi pakan dan energi. Dengan sistem berbasis data, para petambak dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan cepat dalam mengelola tambak udang mereka.
Kontribusi BUBK Kebumen terhadap Ekonomi Nasional
Sebagai tambak udang terbesar di Indonesia, BUBK Kebumen berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat lokal maupun nasional. Dengan produktivitas tinggi dan penerapan teknologi canggih, tambak ini tidak hanya meningkatkan hasil panen tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, dengan meningkatnya produksi udang nasional, Indonesia memiliki peluang lebih besar dalam memenuhi kebutuhan ekspor. Pasar internasional yang terus berkembang, terutama dari negara-negara seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa, memberikan prospek cerah bagi industri budidaya udang di Tanah Air.
Masa Depan Tambak Udang di Indonesia
Keberhasilan BUBK Kebumen menjadi contoh bagaimana penerapan teknologi dalam sektor perikanan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing industri. Dengan terus berinovasi dan mengadopsi teknologi modern, diharapkan industri budidaya udang di Indonesia dapat semakin berkembang dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan pendekatan yang berorientasi pada keberlanjutan, BUBK Kebumen juga diharapkan dapat menjadi model bagi tambak-tambak lainnya di Indonesia dalam mengembangkan sistem budidaya yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Baca juga artikel lainnya :
kota terdingin di dunia dengan potensi ekonomi yang menjanjikan