Sabun Aleppo : Produksi Sabun Tertua di Dunia
Sabun Aleppo adalah salah satu sabun tertua di dunia yang telah digunakan sejak sekitar tahun 3800 SM.

Eksplora.id - Sabun Aleppo adalah salah satu sabun tertua di dunia yang telah digunakan sejak sekitar tahun 3800 SM. Berasal dari kota Aleppo di Suriah utara, sabun ini memiliki sejarah panjang dalam dunia perawatan tubuh dan kesehatan. Bahkan, Cleopatra dan Ratu Zenobia dari Palmyra dikatakan pernah menggunakan sabun ini sebagai bagian dari ritual kecantikan mereka.
Komposisi Alami dan Proses Pembuatan
Sabun Aleppo dibuat menggunakan bahan-bahan alami yang terdiri dari minyak zaitun, minyak daun salam, soda alami, dan air. Proses pembuatannya masih menggunakan metode tradisional yang telah diwariskan selama ribuan tahun. Minyak zaitun dipanaskan bersama air dan soda alami dalam wadah besar hingga mencapai konsistensi tertentu. Setelah itu, minyak daun salam ditambahkan untuk memberikan manfaat tambahan bagi kulit.
Adonan sabun kemudian dituangkan ke dalam cetakan besar, diratakan, dan didiamkan selama beberapa hari sebelum dipotong secara manual menjadi balok-balok kecil. Setelah dipotong, sabun tersebut dibiarkan mengering dan mengalami proses pematangan yang dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga satu tahun. Selama proses ini, sabun berubah warna dari hijau terang menjadi cokelat keemasan di bagian luar, sementara bagian dalamnya tetap berwarna hijau.
Keunggulan dan Manfaat Sabun Aleppo
Sabun Aleppo dikenal karena sifat pelembab dan pembersihannya yang luar biasa. Minyak zaitun dalam sabun ini memberikan kelembapan alami, sedangkan minyak daun salam memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi yang bermanfaat bagi kulit sensitif atau bermasalah seperti eksim dan psoriasis.
Pada Abad Pertengahan, sabun ini menjadi salah satu produk komersial paling populer di dunia Islam dan Eropa. Para pedagang membawanya ke berbagai penjuru dunia, menjadikannya inspirasi bagi produksi sabun Castile di Spanyol dan sabun Marseille di Prancis.
Kelangsungan Produksi di Tengah Tantangan
Meskipun telah menjadi bagian penting dalam sejarah perawatan tubuh, produksi sabun Aleppo mengalami tantangan akibat konflik di Suriah. Banyak pengrajin sabun yang terpaksa meninggalkan Aleppo dan melanjutkan produksi di negara lain seperti Turki dan Prancis. Meski begitu, para pengrajin terus berusaha menjaga keaslian dan kualitas sabun ini agar tetap sesuai dengan metode tradisionalnya.
Sabun Aleppo tetap menjadi pilihan favorit bagi mereka yang mencari produk alami dan ramah lingkungan untuk perawatan kulit. Dengan sejarah yang kaya dan manfaat yang luar biasa, sabun ini tetap menjadi simbol keindahan dan kesehatan yang telah bertahan selama ribuan tahun.
Baca juga artikel lainnya :