Mengapa Tiongkok Hanya Memiliki Satu Zona Waktu?
Tiongkok, negara dengan luas lebih dari 9,5 juta kilometer persegi, secara geografis membentang melintasi lima zona waktu.

Eksplora.id - Tiongkok, negara dengan luas lebih dari 9,5 juta kilometer persegi, secara geografis membentang melintasi lima zona waktu. Namun, secara resmi, negara ini hanya menggunakan satu zona waktu, yaitu Beijing Time (GMT+8). Keputusan ini memiliki latar belakang historis, politik, dan sosial yang menarik.
Sejarah Penetapan Zona Waktu di Tiongkok
Sebelum 1949, Tiongkok memiliki lima zona waktu resmi yang disesuaikan dengan wilayahnya. Namun, setelah Partai Komunis Tiongkok mengambil alih kekuasaan, pemerintah pusat menetapkan satu zona waktu nasional, yaitu Waktu Standar Beijing. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan kesatuan dan stabilitas di seluruh negeri.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Keputusan ini memberikan beberapa keuntungan, seperti:
-
Keseragaman Administrasi
Dengan satu zona waktu, pemerintah dan bisnis dapat beroperasi lebih mudah tanpa harus menyesuaikan jadwal di berbagai daerah. -
Efisiensi Komunikasi
Koordinasi antara wilayah yang berbeda menjadi lebih sederhana, terutama dalam pemerintahan dan ekonomi nasional.
Namun, kebijakan ini juga menimbulkan tantangan, terutama bagi wilayah barat seperti Xinjiang dan Tibet yang secara geografis seharusnya berada di zona waktu lebih awal. Di wilayah ini, matahari bisa terbit sekitar pukul 10:00 pagi dan terbenam mendekati tengah malam. Untuk mengatasi hal ini, beberapa komunitas lokal tetap menggunakan jam tidak resmi mereka sendiri dalam kehidupan sehari-hari.
Zona Waktu Tidak Resmi
Meskipun pemerintah Tiongkok hanya mengakui Beijing Time, beberapa daerah tetap menggunakan zona waktu alternatif secara tidak resmi:
-
Xinjiang Time (GMT+6) sering digunakan oleh kelompok etnis Uighur di Xinjiang.
-
Beberapa bisnis dan masyarakat di Tibet juga menyesuaikan waktu kerja mereka agar lebih sesuai dengan kondisi matahari.
Meskipun hanya memiliki satu zona waktu resmi, praktik di berbagai daerah menunjukkan fleksibilitas dalam menyesuaikan kehidupan sehari-hari dengan kondisi geografis. Kebijakan ini mencerminkan pendekatan Tiongkok dalam menjaga persatuan nasional dan efisiensi, meskipun ada tantangan dalam penerapannya.
Baca juga artikel lainnya :
praktis dan aman sistem pembayaran telapak tangan jadi tren baru di china