Kebijakan Stop Impor Beras Indonesia Pengaruhi Penurunan Harga Beras Dunia

Pemerintah Indonesia melalui Badan Pangan Nasional (NFA) mengumumkan kebijakan untuk menyetop impor beras, yang disebut berkontribusi terhadap penurunan harga beras di pasar internasional. Hal ini diungkapkan oleh Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi, dalam Rapat Koordinasi Bidang Pangan Provinsi Banten yang digelar di Pendopo Gubernur, Serang, Banten.

Feb 11, 2025 - 20:47
 0  11
Kebijakan Stop Impor Beras Indonesia Pengaruhi Penurunan Harga Beras Dunia
Sumber foto : Istock

Eksplora.id - Pemerintah Indonesia melalui Badan Pangan Nasional (NFA) mengumumkan kebijakan untuk menyetop impor beras, yang disebut berkontribusi terhadap penurunan harga beras di pasar internasional. Hal ini diungkapkan oleh Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi, dalam Rapat Koordinasi Bidang Pangan Provinsi Banten yang digelar di Pendopo Gubernur, Serang, Banten.

Arief menyatakan bahwa sejak pemerintah mengumumkan kebijakan tersebut, harga beras di beberapa negara mengalami penurunan signifikan. Sebelumnya, harga beras di pasar dunia mencapai US$ 640 per metrik ton (MT), kini telah turun ke angka sekitar US$ 400/MT.

"Izin Pak Menko Pangan, ternyata kebijakan kita turut memicu harga beras di pasar dunia turun. Begitu Pak Menko sampaikan bahwa kita tidak mengimpor empat produk pangan, salah satunya beras, harga beras dari beberapa negara turun mulai dari US$ 640 per metrik ton, turun lagi ke US$ 590 sampai US$ 490. Hari ini sudah mendekati angka US$ 400-an. Jadi luar biasa kebijakan kita hari ini," ujar Arief dalam keterangannya pada Jumat (10/1/2025).

Tren Penurunan Harga Beras Global

Data yang dihimpun oleh tim NFA mengenai perkembangan harga beras putih 5 persen (Free on Board) dari beberapa negara menunjukkan bahwa pada Januari 2024, harga beras dari Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar berada di kisaran US$ 622 hingga US$ 655 per metrik ton. Setelah pengumuman penghentian impor beras oleh Indonesia pada 19 Desember 2024, harga beras mulai menurun ke rentang US$ 455 hingga US$ 514 per metrik ton. Pada 8 Januari 2025, tren ini berlanjut dengan harga beras turun lebih lanjut ke kisaran US$ 430 hingga US$ 490 per metrik ton.

Selain itu, laporan dari The FAO All Rice Price Index (FARPI) juga mencatat adanya penurunan indeks harga beras global. Pada Desember 2024, indeks FARPI turun 1,2 persen dibandingkan bulan sebelumnya, mencapai 119,2 poin. Namun, secara keseluruhan dalam setahun, rata-rata indeks FARPI tahun 2024 masih lebih tinggi 0,8 persen dibandingkan dengan tahun 2023.

Dampak bagi Petani Indonesia

Meski harga beras dunia mengalami penurunan, Arief memastikan bahwa kebijakan pemerintah tetap berfokus pada kesejahteraan petani dalam negeri. Harga beras di tingkat petani akan disesuaikan dengan lebih baik, terutama menjelang panen raya tahun ini.

"Harga beras di dunia turun, namun harga petani kita disesuaikan lebih baik lagi menjelang panen raya tahun ini. Sekali lagi, terima kasih kepada pemerintah atas kebijakan yang mendukung petani Indonesia," ungkap Arief.

Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mempengaruhi dinamika harga beras di pasar internasional. Dengan tidak lagi bergantung pada impor, Indonesia berharap dapat meningkatkan produksi beras dalam negeri dan memperkuat kesejahteraan para petani.

Baca juga artikel lainnya :

umkm padang ekspor bumbu rendang ke norwegia