Dikira Tak Bernilai, Lumut Ternyata Bisa Jadi Ladang Cuan Bernilai Jutaan Rupiah

Lumut yang selama ini dianggap tanaman liar ternyata bisa menjadi peluang usaha menjanjikan. Dengan modal kecil, budidaya lumut untuk aquascape dan dekorasi taman mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah per minggu.

Feb 6, 2026 - 23:33
 0  1
Dikira Tak Bernilai, Lumut Ternyata Bisa Jadi Ladang Cuan Bernilai Jutaan Rupiah
sumber foto : gg

Eksplora.id - Selama ini, lumut kerap dipandang sebelah mata. Tanaman kecil berwarna hijau ini sering dianggap sebagai pengganggu yang tumbuh liar di tembok, batu, atau pekarangan rumah. Tak jarang, lumut justru dibersihkan karena dianggap membuat permukaan licin dan kotor.

Namun di balik citranya yang sederhana, lumut justru menyimpan potensi ekonomi yang besar. Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan lumut meningkat pesat seiring berkembangnya tren aquascape, terrarium, dan dekorasi taman minimalis. Dari tanaman yang dulu diabaikan, lumut kini menjelma menjadi komoditas bernilai jual tinggi.


Permintaan Tinggi dari Hobi yang Terus Tumbuh

Popularitas aquascape—seni menata tanaman air dalam akuarium—menjadi salah satu faktor utama melonjaknya permintaan lumut. Pecinta aquascape membutuhkan lumut untuk menciptakan kesan alami, hijau, dan hidup di dalam akuarium mereka.

Selain itu, lumut juga banyak digunakan untuk dekorasi taman, bonsai, dinding hijau, hingga interior rumah bergaya natural. Jenis-jenis tertentu seperti Java moss, Christmas moss, atau lumut hias darat memiliki pasar tersendiri dengan harga yang tidak murah.

Kondisi ini membuka peluang besar bagi siapa saja yang ingin menekuni budidaya lumut sebagai usaha rumahan.


Modal Kecil, Perawatan Relatif Mudah

Salah satu daya tarik utama bisnis lumut adalah modalnya yang relatif kecil. Budidaya lumut tidak memerlukan lahan luas atau peralatan mahal. Cukup dengan wadah sederhana, media tanam, serta pengaturan kelembapan dan pencahayaan yang tepat, lumut sudah bisa tumbuh dengan baik.

Lumut dikenal sebagai tanaman yang tahan banting. Selama kelembapan terjaga dan tidak terkena sinar matahari langsung berlebihan, pertumbuhannya cenderung stabil. Inilah yang membuat usaha ini cocok dijalankan oleh pemula, bahkan dari skala rumah tangga.


Harga Jual yang Menggiurkan

Meski ukurannya kecil, harga jual lumut tidak bisa dianggap remeh. Di pasaran, lumut hias dapat dijual mulai dari Rp50.000 hingga Rp200.000 per wadah kecil, tergantung jenis, kualitas, dan kerapatan pertumbuhannya.

Untuk jenis lumut tertentu yang langka atau memiliki warna dan tekstur unik, harga bisa lebih tinggi. Pasarnya pun cukup luas, mulai dari komunitas aquascape, toko ikan hias, hingga penjualan daring melalui media sosial dan marketplace.


Potensi Omzet Jutaan Rupiah per Minggu

Jika dihitung secara sederhana, peluang keuntungannya cukup menjanjikan. Dengan kemampuan memproduksi sekitar 100 wadah lumut dalam satu minggu, pelaku usaha berpotensi meraih omzet Rp5 juta hingga Rp10 juta per minggu.

Angka tersebut tentu bergantung pada konsistensi produksi, kualitas lumut, serta kemampuan pemasaran. Namun, perhitungan ini menunjukkan bahwa lumut bukan sekadar tanaman kecil tanpa nilai, melainkan bisa menjadi sumber penghasilan yang serius.


Dari Pekarangan Rumah Menjadi Peluang Bisnis

Menariknya, banyak pelaku usaha lumut memulai bisnis ini dari lumut yang tumbuh liar di sekitar rumah. Dengan teknik perbanyakan yang tepat, lumut liar bisa dibudidayakan secara lebih rapi dan bernilai jual.

Transformasi ini menjadi bukti bahwa peluang usaha tidak selalu datang dari hal besar atau mahal. Terkadang, sumber rezeki justru tumbuh diam-diam di sekitar kita, menunggu untuk dilihat dari sudut pandang yang berbeda.


Jangan Sepelekan yang Kecil

Kisah lumut sebagai ladang cuan menjadi pengingat bahwa nilai suatu benda sering kali ditentukan oleh kreativitas dan cara pengelolaannya. Apa yang dianggap remeh hari ini, bisa jadi peluang besar di masa depan.

Dengan tren gaya hidup hijau dan hobi aquascape yang terus berkembang, budidaya lumut berpotensi menjadi usaha berkelanjutan. Dari tembok dan pekarangan rumah, lumut kini membuktikan diri sebagai tanaman kecil dengan potensi keuntungan yang tidak kecil pula.**DS

Baca juga artikel lainnya :

bubk-kebumen-tambak-udang-modern-terbesar-di-indonesia-dengan-teknologi-internet-of-things