Dari Kas Masjid ke Bank Milik Rakyat: Sejarah Awal BRI
Bank Rakyat Indonesia (BRI) lahir dari langkah berani Patih Raden Arya Wiryaatmaja yang memanfaatkan kas masjid di Purwokerto untuk membantu rakyat melawan rentenir. Sejarah ini menandai awal bank pribumi pertama di Hindia Belanda.
Eksplora.id - Siapa sangka, salah satu bank terbesar di Indonesia saat ini, Bank Rakyat Indonesia (BRI), berawal dari sebuah keputusan sederhana namun berani. Pada awal abad ke-20, masyarakat pribumi di Hindia Belanda sering terjebak dalam praktik rentenir. Utang yang membengkak membuat banyak keluarga kehilangan kesejahteraan dan jatuh ke dalam kesulitan ekonomi yang berkepanjangan.
Di tengah kondisi itu, Patih Raden Arya Wiryaatmaja, seorang pemimpin lokal yang peduli pada kesejahteraan rakyat, mengambil keputusan yang nyaris tidak biasa. Ia memutuskan untuk menggunakan kas masjid di Purwokerto—yang biasanya digunakan untuk kebutuhan ibadah dan amal—sebagai dana untuk membantu warga membebaskan diri dari jeratan rentenir.
Langkah ini bukanlah hal kecil. Menggunakan kas masjid untuk tujuan lain adalah keputusan yang berisiko, baik secara hukum adat maupun sosial. Namun, Patih Wiryaatmaja menilai bahwa keberanian ini penting demi kepentingan rakyat banyak.
Dari Bantuan Lokal ke Lahirnya Bank Pribumi
Inisiatif tersebut kemudian menjadi cikal bakal bank pribumi pertama di Hindia Belanda. Dana kas masjid yang digunakan untuk memberikan pinjaman kepada rakyat membuka jalan bagi terciptanya sistem perbankan yang lebih adil dan berbasis komunitas. Konsep ini berbeda jauh dengan bank kolonial yang hanya melayani kepentingan pengusaha besar atau pemerintah Belanda.
Seiring waktu, langkah Patih Wiryaatmaja berkembang menjadi sistem formal yang kini kita kenal sebagai Bank Rakyat Indonesia. Dari kas masjid di Purwokerto, BRI tumbuh menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia, dengan jaringan yang menjangkau hingga pelosok desa. Nilai-nilai seperti pemberdayaan rakyat, gotong-royong, dan kepercayaan komunitas tetap menjadi bagian penting dari identitas bank ini.
Peran BRI dalam Pemberdayaan Ekonomi
BRI tidak hanya menjadi institusi perbankan, tetapi juga menjadi motor penggerak pemberdayaan ekonomi rakyat. Bank ini menyediakan akses kredit bagi usaha kecil dan menengah, petani, pedagang, dan komunitas lokal yang membutuhkan modal untuk berkembang. Konsep awal yang lahir dari kas masjid terus tercermin dalam misi BRI: memajukan ekonomi rakyat melalui pelayanan perbankan yang inklusif.
Keberhasilan BRI juga menunjukkan bahwa inovasi lokal—meskipun sederhana—dapat memiliki dampak jangka panjang yang besar. Dari membantu beberapa warga melunasi utang, sistem ini kini memberi manfaat bagi jutaan orang di seluruh Indonesia.
Pelajaran dari Sejarah BRI
Sejarah lahirnya BRI memberikan pelajaran berharga bagi generasi sekarang. Pertama, keberanian untuk bertindak demi kepentingan rakyat dapat membuka jalan bagi perubahan besar. Kedua, gotong-royong dan kepercayaan komunitas adalah fondasi kuat bagi sistem ekonomi yang adil.
Di era modern, ketika masyarakat sering bergantung pada lembaga keuangan besar dan sistem perbankan yang kompleks, kisah BRI mengingatkan kita bahwa ekonomi yang inklusif dimulai dari tindakan nyata dan niat tulus untuk membantu sesama.
Tantangan dan Inspirasi untuk Masa Kini
Bayangkan jika hal serupa terjadi di zaman sekarang: seorang pemimpin lokal mengambil risiko untuk menolong warga dari jeratan hutang dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Kisah ini menjadi inspirasi bahwa inovasi dan keberanian tidak selalu datang dari teknologi atau modal besar, tetapi bisa muncul dari inisiatif lokal dan kepedulian sosial.
BRI yang kita kenal hari ini hanyalah bentuk modern dari semangat itu. Bank ini tumbuh dari dasar kepercayaan, tanggung jawab, dan keberanian untuk berinovasi demi kesejahteraan rakyat. Nilai-nilai ini tetap relevan bagi siapa saja yang ingin menciptakan dampak positif dalam masyarakat.
Dari kas masjid di Purwokerto hingga menjadi salah satu bank terbesar milik rakyat, BRI lahir dari keberanian seorang pemimpin lokal yang peduli pada kesejahteraan masyarakatnya. Kisah ini bukan hanya sejarah perbankan, tetapi juga pelajaran tentang bagaimana tindakan berani, kepedulian sosial, dan inovasi sederhana dapat mengubah masa depan ekonomi suatu bangsa.**DS
Baca juga artikel lainnya :
ratu-pembobol-bank-skandal-rp17-triliun-yang-mengguncang-indonesia

