Sejarah Mata Uang Indonesia Dinamakan "Duit"

Istilah "duit" sudah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk menyebut uang. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa kata ini sebenarnya berasal dari masa kolonial dan memiliki kaitan erat dengan sejarah perdagangan di Nusantara.

Feb 27, 2025 - 23:05
 0  15
Sejarah Mata Uang Indonesia Dinamakan "Duit"
sumber foto : gg

Eksplora.id - Kata "duit" berasal dari bahasa Belanda, yaitu duit, yang merujuk pada koin tembaga kecil yang digunakan di Negeri Belanda sejak abad ke-17. Koin ini pertama kali dicetak sekitar tahun 1600-an dan memiliki nilai kecil dalam sistem mata uang Belanda.

Ketika VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) beroperasi di Nusantara, mereka membawa serta koin duit sebagai alat transaksi. Dalam perdagangan sehari-hari, masyarakat pribumi mulai terbiasa dengan mata uang ini, sehingga kata "duit" menjadi istilah umum untuk menyebut uang secara keseluruhan.

Penggunaan Duit di Nusantara

Koin duit digunakan secara luas di Hindia Belanda, terutama dalam perdagangan di pasar dan transaksi kecil. Berikut adalah beberapa karakteristik koin duit yang pernah beredar di Indonesia:

  • Terbuat dari tembaga dan berukuran kecil
  • Memiliki cap VOC atau lambang kerajaan Belanda
  • Digunakan secara luas di Jawa, Sumatra, dan Maluku

Seiring waktu, koin duit mulai tergantikan oleh mata uang dengan nominal lebih besar, seperti gulden (guilder) dan rijksdaalder (rijksdollar). Namun, istilah "duit" tetap bertahan sebagai sebutan umum untuk uang.

Peralihan dari Duit ke Rupiah

Pada awal abad ke-20, gulden Belanda menjadi mata uang utama di Hindia Belanda, menggantikan penggunaan koin duit. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, pemerintah memperkenalkan rupiah sebagai mata uang resmi negara.

Proses transisi dari gulden ke rupiah berlangsung dalam beberapa tahap:

  1. 1946 – Penerbitan Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai mata uang pertama Indonesia
  2. 1950 – Rupiah resmi digunakan menggantikan gulden Belanda
  3. 1971 – Koin rupiah mulai dicetak sebagai pengganti koin-koin kecil peninggalan kolonial

Meskipun duit tidak lagi menjadi alat tukar resmi, istilah ini tetap bertahan dalam percakapan sehari-hari.

Pengaruh Budaya dan Penggunaan di Negara Lain

Selain di Indonesia, kata "duit" juga digunakan di beberapa negara lain, terutama yang pernah dipengaruhi oleh Belanda, seperti:

  • Malaysia: Masyarakat Malaysia juga menggunakan istilah "duit" untuk menyebut uang.
  • Suriname: Kata "duit" masih dikenal di negara bekas jajahan Belanda ini.

Bahkan dalam budaya modern, kata "duit" masih sering muncul dalam berbagai ungkapan, seperti "ngumpulin duit" atau "gak punya duit," yang menunjukkan betapa kuatnya pengaruh sejarah kolonial dalam bahasa sehari-hari.

Sejarah kata "duit" di Indonesia menunjukkan bagaimana kolonialisme Belanda meninggalkan jejak dalam budaya dan bahasa masyarakat. Meskipun koin duit sudah lama tidak digunakan, istilah ini tetap bertahan hingga kini sebagai sinonim dari uang. Hal ini menjadi bukti bahwa sejarah ekonomi suatu bangsa dapat terus hidup dalam bahasa dan kebiasaan sehari-hari.

Baca juga artikel lainnya :

desa ponggok dari penghasilan rp80 juta menjadi miliaran rupiah berkat wisata air