Perputaran Uang Turun Signifikan pada Lebaran 2025: Apa Penyebabnya?
Setiap tahun, momen Lebaran selalu identik dengan peningkatan aktivitas ekonomi, baik di sektor perdagangan, transportasi, hingga pariwisata

Eksplora.id - Setiap tahun, momen Lebaran selalu identik dengan peningkatan aktivitas ekonomi, baik di sektor perdagangan, transportasi, hingga pariwisata. Namun, pada Lebaran 2025 ini, perputaran uang mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan prediksi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, perputaran uang selama libur Lebaran 2025 diperkirakan mencapai Rp137,9 triliun, turun sekitar Rp20 triliun dari asumsi tahun sebelumnya yang mencapai Rp157,3 triliun.
Penurunan ini tentu menjadi perhatian, mengingat Lebaran biasanya menjadi momentum bagi peningkatan belanja masyarakat. Lantas, apa saja faktor yang menyebabkan perputaran uang menurun pada Lebaran tahun ini? Berikut beberapa penyebab utamanya:
1. Penurunan Jumlah Pemudik
Salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan perputaran uang adalah berkurangnya jumlah pemudik. Berdasarkan survei dari Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik Lebaran 2025 diperkirakan sekitar 146,48 juta orang, turun 24% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 193,6 juta pemudik. Hal ini berdampak langsung pada perputaran uang di daerah tujuan mudik, karena berkurangnya pengeluaran untuk transportasi, konsumsi, dan belanja oleh para pemudik.
2. Jarak yang Berdekatan dengan Libur Nataru
Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berdekatan dengan Idul Fitri juga menjadi salah satu penyebab menurunnya perputaran uang. Banyak masyarakat yang telah mengalokasikan dana mereka untuk berlibur saat Nataru, sehingga mereka cenderung lebih hemat dalam pengeluaran selama Lebaran. Hal ini terlihat dari tren menurunnya belanja rumah tangga di berbagai sektor menjelang Idul Fitri tahun ini.
3. Kondisi Ekonomi dan Daya Beli Masyarakat yang Melemah
Melemahnya daya beli masyarakat juga berkontribusi terhadap penurunan perputaran uang. Beberapa faktor yang mempengaruhi daya beli antara lain:
-
Maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK): Banyak sektor industri yang mengalami penurunan kinerja, menyebabkan gelombang PHK yang berdampak pada menurunnya pendapatan masyarakat.
-
Inflasi dan Kenaikan Harga Barang: Inflasi yang masih cukup tinggi serta kenaikan harga kebutuhan pokok membuat masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan uangnya.
-
Kenaikan Suku Bunga: Kenaikan suku bunga kredit juga membuat masyarakat cenderung menahan diri untuk berbelanja secara kredit atau mengambil pinjaman konsumtif.
4. Fokus pada Persiapan Tahun Ajaran Baru
Bulan-bulan setelah Lebaran berdekatan dengan tahun ajaran baru sekolah, sehingga banyak keluarga yang lebih memilih mengalokasikan dananya untuk biaya pendidikan anak mereka. Hal ini mengurangi anggaran belanja mereka untuk kebutuhan Lebaran, seperti pakaian, makanan, dan rekreasi.
5. Faktor Cuaca dan Kondisi Alam
Cuaca yang kurang mendukung juga menjadi faktor yang berpengaruh pada jumlah pergerakan masyarakat saat Lebaran. Hujan deras di beberapa wilayah serta potensi bencana alam seperti banjir dan longsor menyebabkan masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan perjalanan. Akibatnya, sektor transportasi dan pariwisata mengalami penurunan permintaan.
6. Perubahan Pola Belanja Masyarakat
Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat. Belanja online memang mengalami peningkatan, tetapi tidak cukup untuk menutupi penurunan konsumsi di sektor ritel fisik. Banyak masyarakat yang lebih memilih menabung atau berinvestasi dibandingkan berbelanja besar-besaran saat Lebaran.
Dampak bagi Sektor Ekonomi
Penurunan perputaran uang ini berdampak pada berbagai sektor usaha yang biasanya mengalami peningkatan pendapatan selama musim Lebaran, seperti:
-
Industri makanan dan minuman mengalami penurunan omset akibat berkurangnya konsumsi masyarakat.
-
Sektor ritel dan fashion tidak mengalami lonjakan penjualan seperti tahun-tahun sebelumnya.
-
Transportasi umum mengalami penurunan jumlah penumpang, terutama pada rute mudik.
-
Pariwisata dan hotel merasakan dampak karena menurunnya jumlah wisatawan domestik selama libur Lebaran.
Strategi untuk Mengatasi Penurunan Perputaran Uang
Untuk mengatasi penurunan perputaran uang, pemerintah dan pelaku usaha perlu mengambil langkah-langkah strategis, seperti:
-
Meningkatkan insentif ekonomi, seperti diskon transportasi atau subsidi untuk UMKM agar daya beli masyarakat meningkat.
-
Mendorong promosi sektor pariwisata dan ritel, agar masyarakat tetap terdorong untuk berbelanja dan berwisata selama libur Lebaran.
-
Menstabilkan harga kebutuhan pokok, agar inflasi tidak menekan daya beli masyarakat lebih jauh.
Meski perputaran uang pada Lebaran 2025 mengalami penurunan, ada peluang bagi berbagai sektor untuk bangkit kembali dengan strategi yang tepat. Adaptasi terhadap perubahan pola konsumsi dan kondisi ekonomi yang dinamis menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi selama periode ini.
Baca juga artikel lainnya :