Perpustakaan Nasional Indonesia: Perpustakaan Tertinggi di Dunia di Tengah Tantangan Literasi
Indonesia memiliki kebanggaan tersendiri dengan keberadaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) yang tidak hanya menjadi pusat literasi nasional, tetapi juga memegang rekor sebagai perpustakaan tertinggi di dunia.

Eksplora.id - Indonesia memiliki kebanggaan tersendiri dengan keberadaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) yang tidak hanya menjadi pusat literasi nasional, tetapi juga memegang rekor sebagai perpustakaan tertinggi di dunia. Dengan tinggi mencapai 126,3 meter dan 27 lantai, gedung megah yang berdiri di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, ini menjadi simbol kemajuan literasi dan akses terhadap ilmu pengetahuan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Namun, di balik kebanggaan tersebut, ada tantangan besar yang harus dihadapi: tingkat literasi masyarakat Indonesia yang masih tergolong rendah. Berdasarkan data dari berbagai survei internasional, minat baca di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diperbaiki. Lantas, bagaimana Perpusnas berperan dalam meningkatkan literasi di tengah era digital dan rendahnya minat baca ini?
Perpustakaan Tertinggi di Dunia: Kebanggaan Indonesia
Perpusnas berdiri sebagai perpustakaan dengan struktur bangunan tertinggi di dunia, mengalahkan banyak perpustakaan besar di negara lain seperti Library of Birmingham di Inggris atau National Library of Belarus. Gedung ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 September 2017, sebagai upaya meningkatkan literasi dan akses masyarakat terhadap sumber ilmu pengetahuan.
Perpustakaan ini memiliki berbagai fasilitas modern yang dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung, di antaranya:
1. Koleksi Buku yang Sangat Lengkap
Perpusnas memiliki lebih dari 4 juta eksemplar buku, termasuk:
- Buku-buku modern dari berbagai bidang ilmu.
- Naskah kuno bersejarah yang merekam peradaban Nusantara.
- Koleksi langka yang tidak mudah ditemukan di tempat lain.
- Publikasi ilmiah yang dapat diakses oleh akademisi dan peneliti.
2. Layanan Digital dan Aksesibilitas Online
Di era digital ini, Perpusnas tidak hanya menyediakan buku dalam bentuk cetak tetapi juga telah bertransformasi ke layanan digital. Pengguna dapat mengakses e-book, jurnal digital, dan katalog online melalui aplikasi Perpusnas, yang dapat diakses dari mana saja di Indonesia.
Selain itu, perpustakaan ini juga menyediakan fasilitas bagi penyandang disabilitas, seperti buku braille dan alat bantu untuk tunanetra agar mereka juga bisa mengakses ilmu pengetahuan dengan mudah.
3. Fasilitas Modern dan Nyaman
Sebagai gedung pencakar langit yang megah, Perpusnas menawarkan berbagai fasilitas kelas dunia, di antaranya:
- Ruang baca yang luas dan nyaman dengan pencahayaan serta ventilasi yang baik.
- Ruang audiovisual untuk menonton dokumentasi sejarah dan budaya Indonesia.
- Zona anak-anak yang didesain interaktif untuk menarik minat baca sejak dini.
- Ruang diskusi dan seminar untuk acara edukatif dan literasi.
Tantangan Literasi: Indonesia Masih Rendah dalam Minat Baca
Meskipun memiliki perpustakaan megah dengan fasilitas lengkap, tingkat literasi Indonesia masih memprihatinkan. Berdasarkan survei PISA (Programme for International Student Assessment) 2022, Indonesia berada di peringkat bawah dalam hal literasi dibandingkan dengan negara-negara lain.
Mengapa tingkat literasi masih rendah?
- Kurangnya budaya membaca – Masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu dengan media sosial daripada membaca buku.
- Akses buku yang terbatas di daerah terpencil – Tidak semua wilayah memiliki fasilitas perpustakaan atau toko buku yang memadai.
- Daya beli buku yang rendah – Harga buku yang relatif mahal membuat banyak masyarakat enggan membeli buku.
- Kurangnya promosi literasi sejak dini – Pendidikan literasi belum menjadi kebiasaan utama dalam sistem pendidikan dan keluarga.
Peran Perpusnas dalam Meningkatkan Literasi
Sebagai pusat literasi nasional, Perpusnas terus berupaya meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia dengan berbagai program, seperti:
1. Perpustakaan Keliling dan Digitalisasi Buku
Perpusnas mengembangkan perpustakaan keliling untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil. Selain itu, dengan digitalisasi buku, masyarakat bisa mengakses bahan bacaan melalui internet, sehingga tidak lagi terhambat oleh keterbatasan fisik.
2. Program Literasi untuk Semua Usia
Berbagai program edukatif diadakan di Perpusnas, seperti pelatihan membaca untuk anak-anak, workshop literasi digital, serta seminar bagi penulis dan akademisi.
3. Gerakan Donasi Buku dan Baca Bersama
Perpusnas juga mengadakan gerakan donasi buku dan kegiatan membaca bersama untuk menumbuhkan kebiasaan membaca di masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.
Perpustakaan Nasional Indonesia bukan hanya gedung perpustakaan tertinggi di dunia, tetapi juga menjadi pusat literasi yang strategis bagi masyarakat Indonesia. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam meningkatkan minat baca dan literasi di Indonesia. Dengan berbagai program inovatif, diharapkan Perpusnas dapat menjadi solusi untuk meningkatkan literasi nasional dan membangun generasi yang lebih cerdas dan berpengetahuan luas.
Dengan perpustakaan sebesar ini, apakah kita masih ingin mengabaikan buku dan membaca? Mari manfaatkan fasilitas Perpusnas dan ikut serta dalam gerakan literasi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik!
Baca juga artikel lainnya:
aplikasi rumah pendidikan gantikan platform merdeka mengajar