Lebih dari 7.000 Orang Dibebaskan dari Pusat Penipuan Daring di Myanmar, Termasuk 84 WNI

Lebih dari 7.000 orang, termasuk warga negara Indonesia (WNI), telah dibebaskan dari pusat penipuan daring di Myawaddy, Myanmar.

Mar 16, 2025 - 23:08
 0  10
Lebih dari 7.000 Orang Dibebaskan dari Pusat Penipuan Daring di Myanmar, Termasuk 84 WNI
Sumber foto : Istock

Eksplora.id - Lebih dari 7.000 orang, termasuk warga negara Indonesia (WNI), telah dibebaskan dari pusat penipuan daring di Myawaddy, Myanmar. Mereka sebelumnya direkrut melalui lowongan pekerjaan palsu dan dipaksa melakukan penipuan daring dengan kedok percintaan atau investasi bodong.

Kronologi Penyelamatan

Penyelamatan ribuan korban ini merupakan hasil dari operasi bersama antara otoritas Myanmar dan organisasi internasional yang bergerak dalam pemberantasan perdagangan manusia. Setelah serangkaian negosiasi dan operasi keamanan, korban berhasil dievakuasi dari lokasi-lokasi yang dijadikan pusat operasi penipuan.

Banyak dari mereka mengalami perlakuan tidak manusiawi, seperti penyiksaan, ancaman kekerasan, dan kondisi kerja yang tidak layak. Beberapa korban juga melaporkan bahwa mereka dijebak dengan iming-iming gaji besar, tetapi kemudian dipaksa untuk bekerja di bawah pengawasan ketat tanpa bisa melarikan diri.

Pemulangan dan Rehabilitasi 84 WNI

Di antara ribuan korban yang berhasil diselamatkan, terdapat 84 WNI yang telah diserahkan kepada Pemerintah Indonesia. Mereka dijadwalkan untuk segera dipulangkan ke tanah air pada Jumat (28/02). Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri dan perwakilan diplomatik di Myanmar, telah berkoordinasi erat untuk memastikan proses repatriasi berjalan lancar. Setibanya di Indonesia, para korban akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan sesi konseling psikologis guna membantu mereka pulih dari trauma yang dialami.

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan bantuan berupa pelatihan kerja dan pendampingan hukum bagi para korban yang ingin menuntut keadilan terhadap pihak yang telah merekrut mereka secara ilegal.

Ancaman Penipuan Daring di Asia Tenggara

Kasus perdagangan manusia dengan modus penipuan daring ini menjadi perhatian serius di kawasan Asia Tenggara. Banyak korban tertipu oleh janji pekerjaan dengan gaji tinggi, tetapi justru berakhir dalam kondisi kerja paksa dan ancaman kekerasan. Sindikat kejahatan siber ini terus berkembang, memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk mencari korban baru.

Pemerintah Indonesia terus mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang mencurigakan, terutama yang berasal dari luar negeri. Warga diminta untuk selalu melakukan verifikasi terhadap perusahaan yang menawarkan pekerjaan serta berkonsultasi dengan pihak berwenang sebelum menerima tawaran yang tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Langkah Pemerintah dalam Memberantas Sindikat Penipuan

Menteri Luar Negeri Indonesia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan kasus ini dan bekerja sama dengan otoritas terkait untuk memberantas sindikat penipuan daring. Selain itu, langkah-langkah preventif dan edukasi kepada masyarakat akan diperkuat guna mencegah lebih banyak WNI menjadi korban eksploitasi serupa.

Pemerintah juga berencana meningkatkan kerja sama dengan negara-negara tetangga dan organisasi internasional guna memperkuat pengawasan serta menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan perdagangan manusia ini.

Harapan bagi Para Korban

Dengan kepulangan 84 WNI ini, diharapkan mereka dapat segera mendapatkan pemulihan psikologis dan bantuan yang diperlukan untuk kembali menjalani kehidupan normal di Indonesia. Masyarakat diharapkan turut serta dalam mendukung para korban agar dapat bangkit dan mendapatkan kesempatan baru untuk masa depan yang lebih baik.

Baca juga artikel lainnya :

singapura bagikan voucher hingga rp 97 juta untuk warga di hut ke 60