Khaja Muda : Pelestari Budaya Lampung Selatan

Dec 28, 2024 - 19:49
 0  5

Eksplora.id - Lampung Selatan, sebuah daerah yang terletak di ujung selatan Pulau Sumatra, terkenal dengan kekayaan budaya dan tradisi yang sangat beragam. Daerah ini tidak hanya memiliki keindahan alam yang memukau, tetapi juga sejarah panjang yang membentuk identitas masyarakatnya. Dari pantai yang menawan hingga pegunungan yang menyejukkan, Lampung Selatan merupakan tempat  budaya lokal berkembang pesat. Berbagai suku dan etnis dengan tradisi yang kaya mempengaruhi adat tradisi Lampung. Salah satu yang berperan dalam melestarikan dan mengangkat kebudayaan Lampung Selatan adalah Febrial, atau Khaja Muda Say Saka. Ia mendedikasikan dirinya untuk mengembangkan warisan tradisi, terutama dalam bentuk produk tradisional seperti Tukkus, Tupping, Tapis, Aksara Lampung.

Tukkus: Simbol Identitas Lampung Selatan

Salah satu kontribusi terbesar Khaja Muda dalam pelestarian budaya dan Tradisi Lampung adalah inovasi dalam pembuatan Tukkus, penutup kepala khas Lampung. Tukkus, yang telah ada sejak zaman dahulu (Tumbai), memiliki makna mendalam bagi masyarakat Lampung. Penutup kepala ini biasanya dibelitkan di kepala dan melambangkan dua wilayah masyarakat Lampung, yaitu Sai Batin dan Pepadun. Ia berinovasi menciptakan Tukkus "Khua Kepi (Dua Sayap)", yang menggambarkan persatuan kedua wilayah tersebut yang hidup damai dan saling menghargai. Tukkus ini, dengan desain dua sayap yang saling melambai, menyimbolkan harapan bahwa masyarakat Lampung dapat terbang jauh membawa keindahan dan kemegahan budaya mereka ke seluruh nusantara bahkan dunia. "Khukun Jaya Pujama" atau satu sayap berdiri, satu sayap lagi rata, mengandung makna bahwa dua wilayah tersebut memiliki kedudukan yang sama, hidup berdampingan dengan penuh keharmonisan.

Tupping: Seni Topeng Lampung Selatan

Tidak hanya Tukkus, Khaja Muda juga berperan dalam melestarikan Tupping, seni topeng tradisional yang berasal dari daerah Kalianda, Lampung Selatan. Tupping merupakan topeng kayu yang menggambarkan berbagai karakter tokoh, mulai dari ksatria sakti, tetua bijaksana, hingga putri yang lemah gemulai. Drama tari biasanya menggunakan topeng-topeng ini dengan tema kepahlawanan yang mengangkat cerita-cerita sejarah perlawanan masyarakat Lampung terhadap penjajahan Belanda. Pada masa lalu, Tupping memiliki nilai sakral yang tinggi. Pada beberapa daerah, penggunaan jumlah Tupping sangat spesifik, bahkan hanya keturunan tertentu yang boleh mengenakannya. Hal ini menunjukkan betapa dalamnya nilai budaya dan spiritual yang terkandung dalam setiap topeng. Kini, Tupping berguna untuk menceritakan kisah-kisah heroik dalam prosesi pernikahan adat tradisi Lampung, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari penghormatan warisan budaya Lampung.

Tapis: Kain Tradisional yang Mewah dan Penuh Makna

Selain Tukkus dan Tupping, Khaja Muda juga aktif dalam melestarikan Tapis, kain tradisional Lampung yang terkenal dengan keindahan dan keunikan motifnya. Pembuatan Tapis menggunakan teknik tenun yang rumit, dengan benang emas dan perak untuk menghasilkan pola-pola yang menggambarkan kekayaan alam dan budaya Lampung. Waga Lampung sering menggunakan kain ini dalam berbagai upacara adat, dan menjadi simbol kemegahan serta status sosial.

Aksara Lampung: Melestarikan Sistem Tulisan Kuno

Sebagai bagian dari usahanya untuk melestarikan kebudayaan Lampung, Khaja Muda  juga berperan penting dalam mengenalkan dan mengajarkan Aksara Lampung. Aksara ini merupakan sistem tulisan tradisional masyarakat Lampung sejak zaman dahulu. Meskipun sempat hampir terlupakan, upaya dirinya untuk memperkenalkan kembali aksara ini menjadi sangat penting, mengingat betapa berharganya warisan ini dalam menjaga identitas budaya Lampung. 

Misi dan Harapan

Melalui berbagai inovasi, Khaja Muda Say Saka berharap agar masyarakat luas dapat mengenal warisan budaya Lampung sampai kancah internasional. Ia bertekad untuk memperkenalkan dan membanggakan kebudayaan Lampung Selatan melalui produk-produk tradisional yang penuh makna dan keindahan. Harapannya, masyarakat Lampung dapat terus menjaga dan merawat budaya serta menyebarluaskan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap aspek.