Kesiapan Gen Z di Dunia Kerja Jadi Sorotan

Jan 12, 2025 - 21:25
 0  6
Kesiapan Gen Z di Dunia Kerja Jadi Sorotan

Eksplora.id - Laporan terbaru dari Intelligent, sebuah platform konsultasi pendidikan dan karier, mengungkapkan tren mengejutkan di dunia kerja pada tahun 2024. Sekitar 60% perusahaan yang disurvei melaporkan telah memecat lulusan universitas baru sepanjang tahun ini. Fenomena ini memicu diskusi mendalam tentang kesiapan generasi muda, khususnya Gen Z, dalam menghadapi tantangan dunia kerja.

Alasan Pemecatan Gen Z

Data menunjukkan beberapa faktor utama yang menjadi penyebab banyaknya pemecatan lulusan baru, di antaranya:

  1. Kurangnya inisiatif atau motivasi – 50% perusahaan mengeluhkan minimnya dorongan untuk bekerja secara proaktif.
  2. Kurangnya profesionalisme – Dilaporkan oleh 46% perusahaan, mencakup perilaku yang tidak sesuai dengan etika kerja.
  3. Keterampilan komunikasi yang buruk – 39% perusahaan mencatat kesulitan dalam interaksi dan kolaborasi.
  4. Ketidakmampuan menerima feedback – 38% lulusan baru dianggap tidak mampu menerima kritik secara konstruktif.

Tantangan Adaptasi Gen Z

Huy Nguyen, kepala penasihat di Intelligent, menyoroti akar permasalahan ini. Ia menjelaskan bahwa banyak lulusan mengalami kesulitan beradaptasi dengan perbedaan besar antara lingkungan akademik dan dunia kerja. "Memahami Struktur, dinamika budaya kerja, dan ekspektasi kemandirian pada tempat kerja sering kali menjadi hal baru yang sulit terpahami oleh lulusan," jelas Nguyen. Bagi sebagian Gen Z, kebiasaan bekerja dengan fleksibilitas dan kebebasan seperti saat di universitas berbanding terbalik dengan tuntutan dunia profesional yang lebih terstruktur. Selain itu, kesenjangan antara pendidikan formal dan kebutuhan keterampilan di tempat kerja juga memperparah masalah ini.

Solusi untuk Mengatasi Kesenjangan

Melihat tren ini, perusahaan dan institusi pendidikan perlu bekerja sama untuk mempersiapkan generasi muda lebih baik. Pelatihan soft skill, program magang, dan bimbingan karier yang lebih komprehensif menjadi beberapa solusi untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Bagi lulusan baru, penting untuk berinvestasi dalam pengembangan diri, seperti memperkuat keterampilan komunikasi, belajar menerima umpan balik, dan meningkatkan etos kerja. Dengan cara ini, mereka tidak hanya dapat meningkatkan peluang sukses di dunia kerja tetapi juga membangun reputasi yang baik dalam jangka panjang. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa kesiapan memasuki dunia kerja bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab bersama antara pendidikan, keluarga, dan perusahaan.