Juwawut: Pangan Sehat yang Terlupakan, Lebih Bergizi dari Beras

Selama ini, juwawut (Setaria italica) lebih dikenal sebagai pakan burung. Namun, tahukah Anda bahwa juwawut sebenarnya merupakan salah satu bahan pangan tertua di dunia?

Mar 6, 2025 - 23:52
 0  8
Juwawut: Pangan Sehat yang Terlupakan, Lebih Bergizi dari Beras
Sumber foto : Istock

Eksplora.id - Selama ini, juwawut (Setaria italica) lebih dikenal sebagai pakan burung. Namun, tahukah Anda bahwa juwawut sebenarnya merupakan salah satu bahan pangan tertua di dunia? Bahkan, sebelum beras menjadi makanan pokok, juwawut telah dikonsumsi oleh manusia sebagai sumber energi dan nutrisi.

Kandungan Gizi Juwawut Lebih Tinggi dari Beras

Juwawut memiliki kandungan gizi yang jauh lebih tinggi dibandingkan beras. Kandungan proteinnya mencapai tiga kali lipat lebih banyak daripada beras, menjadikannya sumber protein nabati yang sangat baik. Selain itu, juwawut juga kaya akan serat, mineral, dan vitamin, terutama zat besi dan magnesium yang sangat penting bagi tubuh.

Keunggulan lainnya adalah kadar gula dalam juwawut yang sangat rendah, sehingga cocok bagi mereka yang sedang menjalankan program diet atau penderita diabetes. Indeks glikemiknya yang rendah membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, berbeda dengan beras yang cenderung meningkatkan kadar gula dalam tubuh.

Juwawut juga mengandung antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan fenolik dan flavonoid di dalamnya berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta mengurangi risiko penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung.

Mudah Ditanam dan Tahan Kekeringan

Selain manfaat kesehatannya, juwawut juga unggul dalam hal budidaya. Tanaman ini memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi lingkungan yang kering dan tidak memerlukan banyak air seperti padi. Hal ini menjadikan juwawut sebagai pilihan yang lebih ramah lingkungan dan lebih mudah dibudidayakan, terutama di daerah dengan curah hujan rendah.

Juwawut dapat tumbuh di berbagai jenis tanah dan tidak memerlukan pupuk dalam jumlah besar. Dalam waktu yang relatif singkat, tanaman ini dapat dipanen dan diolah menjadi berbagai jenis makanan seperti bubur, tepung, bahkan roti. Selain itu, juwawut juga bisa diolah menjadi sereal sehat atau dijadikan sebagai bahan campuran dalam makanan modern untuk meningkatkan nilai gizinya.

Menghidupkan Kembali Popularitas Juwawut

Dengan segala manfaatnya, juwawut layak mendapat perhatian lebih sebagai sumber pangan alternatif yang sehat dan bernutrisi tinggi. Menghidupkan kembali konsumsi juwawut tidak hanya membantu meningkatkan kesehatan, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan yang lebih baik di masa depan.

Saat ini, berbagai penelitian dan inovasi telah dilakukan untuk mempopulerkan kembali juwawut sebagai makanan sehat. Beberapa komunitas pertanian organik dan kelompok pencinta pangan lokal telah mulai mengembangkan budidaya serta mempromosikan manfaatnya kepada masyarakat luas. Diharapkan, juwawut bisa kembali menjadi bagian dari pola makan sehat dan berkelanjutan bagi banyak orang.

Baca juga artikel lainnya :

thailand raja pertanian di asia tenggara apa rahasianya