Jengkol dan Petai Bau? Justru Tanda Ginjal Sehat! Ini Solusi agar Baunya Tak Mengganggu

Jengkol dan petai sering dijauhi karena baunya yang menyengat, baik saat dikunyah maupun setelah dikeluarkan melalui urin

Feb 15, 2025 - 22:24
 0  11
Jengkol dan Petai Bau? Justru Tanda Ginjal Sehat! Ini Solusi agar Baunya Tak Mengganggu
Sumber foto : Istock

Eksplora.id - Jengkol dan petai sering dijauhi karena baunya yang menyengat, baik saat dikunyah maupun setelah dikeluarkan melalui urin. Padahal, justru bau ini menunjukkan bahwa tubuh, terutama ginjal, bekerja dengan baik dalam menyaring zat-zat sisa. Selain itu, jengkol dan petai kaya manfaat bagi kesehatan. Jadi, mengapa harus takut makan jengkol dan petai?

Mengapa Jengkol dan Petai Menyebabkan Bau?

Bau khas jengkol dan petai berasal dari kandungan senyawa sulfur dan asam jengkolat. Setelah dikonsumsi, tubuh akan mengurai senyawa ini dan membuangnya melalui urin, yang menyebabkan aroma menyengat.

Meski baunya kurang sedap, jengkol dan petai memiliki banyak manfaat:

  • Jengkol mengandung zat besi, kalsium, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan jantung serta mencegah anemia.
  • Petai kaya akan vitamin C, kalium, dan serat yang membantu menjaga tekanan darah serta kesehatan pencernaan.

Apakah Bau Urin Setelah Makan Jengkol dan Petai Berbahaya?

Tidak perlu khawatir. Bau pesing setelah makan jengkol dan petai bukan tanda penyakit, melainkan bukti bahwa ginjal berfungsi optimal dalam membuang limbah tubuh.

Namun, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai, seperti:

  • Bau menyengat yang berlangsung lama meskipun tidak makan jengkol atau petai.
  • Nyeri saat buang air kecil, yang bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih.
  • Urin berbusa atau berdarah, yang kemungkinan menunjukkan gangguan ginjal.

Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Tips Mengurangi Bau Jengkol dan Petai

Agar tetap bisa menikmati jengkol dan petai tanpa terganggu baunya, coba beberapa cara berikut:

Sebelum Memasak

  • Rendam dalam air garam atau air kapur sirih selama 2-3 jam untuk mengurangi kandungan asam jengkolat.
  • Rebus dengan daun salam atau daun jeruk agar aromanya lebih harum dan tidak terlalu menyengat.

Saat Dikonsumsi

  • Makan bersama nasi dan lalapan seperti timun atau kemangi untuk membantu menetralkan bau.
  • Kunyah lebih lama agar enzim di mulut lebih banyak bekerja dalam mengurai senyawa penyebab bau.

Setelah Makan

  • Minum banyak air putih untuk membantu ginjal membuang sisa zat yang menyebabkan bau urin.
  • Berkumur dengan air lemon atau susu untuk menghilangkan bau dari mulut.
  • Mengunyah biji kopi atau makan apel untuk menyegarkan napas.
  • Minum teh hijau yang mengandung antioksidan untuk membantu tubuh menetralisir senyawa penyebab bau.

Jangan takut makan jengkol dan petai hanya karena baunya. Dengan cara pengolahan yang tepat dan beberapa trik sederhana, Anda tetap bisa menikmati manfaatnya tanpa perlu khawatir dengan efek samping aromanya. Lagi pula, bau yang muncul adalah tanda bahwa tubuh, terutama ginjal, bekerja dengan baik.

Mulai sekarang, tidak perlu ragu lagi untuk menikmati jengkol dan petai. Coba tips di atas dan rasakan manfaatnya tanpa harus khawatir soal bau.

Baca juga artikel lainnya :

peluang bisnis bunga edible sebagai dekorasi makanan