Ekspor Gambir Sumatra Barat Terus Meningkat, Peluang Pasar Global Kian Terbuka

Ekspor gambir Sumatra Barat terus menunjukkan tren positif. Dengan dukungan hilirisasi dan perluasan pasar global, Sumbar berpeluang menjadi pusat industri gambir dunia.

Jan 5, 2026 - 19:52
 0  7
Ekspor Gambir Sumatra Barat Terus Meningkat, Peluang Pasar Global Kian Terbuka
sumber foto : gg

Eksplora.id - Ekspor gambir asal Sumatra Barat terus mencatatkan kinerja menggembirakan dalam dua tahun terakhir. Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatra Barat menunjukkan volume ekspor gambir meningkat dari 11.865 ton pada 2023 menjadi 13.482 ton sepanjang 2024. Kenaikan tersebut turut mendorong nilai ekspor hingga mencapai Rp574,7 miliar, menandakan pemulihan permintaan global berjalan cukup kuat.

Sumatra Barat dikenal sebagai daerah penghasil gambir terbesar di Indonesia, bahkan memasok sekitar 80 persen kebutuhan gambir dunia. Posisi strategis ini membuat komoditas gambir menjadi salah satu andalan ekspor daerah yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Ketergantungan Pasar India Mulai Dikurangi

Meski tren ekspor menunjukkan peningkatan, pemerintah daerah menilai masih ada tantangan yang perlu diantisipasi, terutama ketergantungan pasar ekspor pada India. Selama ini, India menjadi tujuan utama ekspor gambir Sumbar. Oleh karena itu, diversifikasi pasar terus didorong agar ekspor tidak bergantung pada satu negara saja.

Upaya pembukaan pasar baru dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan keberlanjutan permintaan. Dengan permintaan global yang mulai pulih, peluang menembus pasar negara lain di Asia, Eropa, hingga Timur Tengah dinilai semakin terbuka.

Kontribusi Gambir terhadap Perekonomian Daerah

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, menyebut tren positif ekspor gambir sebagai sinyal baik bagi perekonomian daerah. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian, termasuk gambir, memiliki peran strategis karena menyumbang lebih dari 21 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatra Barat.

Selain itu, sektor ini menjadi sumber penghidupan bagi hampir 700 ribu rumah tangga petani. Dengan demikian, penguatan komoditas gambir tidak hanya berdampak pada angka ekspor, tetapi juga langsung menyentuh kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.

Hilirisasi Jadi Kunci Peningkatan Nilai Ekonomi Gambir

Dorongan untuk melakukan hilirisasi gambir kini semakin menguat. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menilai nilai ekonomi gambir tidak akan optimal jika hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Pengolahan gambir menjadi produk jadi dinilai mampu memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar.

Gambir memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi, seperti bahan baku farmasi, tinta, makanan, hingga kosmetik. Dengan pengolahan yang tepat, posisi gambir Sumbar di pasar global bisa semakin kuat dan berdaya saing.

Pabrik Hilirisasi Diproyeksikan Dongkrak Pendapatan Petani

Jika pabrik hilirisasi gambir dapat berdiri di Sumatra Barat, dampaknya diperkirakan sangat signifikan. Harga gambir yang saat ini berkisar Rp60.000 per kilogram berpotensi naik menjadi Rp70.000 per kilogram. Kenaikan tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan pendapatan petani hingga Rp980 miliar per tahun.

Selain meningkatkan harga jual, keberadaan pabrik juga akan memperluas area perkebunan, meningkatkan serapan tenaga kerja, serta mendorong tumbuhnya industri turunan di daerah. Hal ini diyakini dapat memperkuat struktur ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Menuju Pusat Industri Gambir Dunia

Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, Sumatra Barat diproyeksikan mampu menjadi pusat industri gambir dunia. Pemerintah pusat menyatakan kesiapan untuk mendukung melalui penyediaan bibit unggul dan pupuk, sekaligus mendorong pemerintah daerah aktif mencari investor.

Peluang investasi pun terbuka lebar, termasuk dari investor luar negeri seperti Tiongkok. Jika seluruh rencana ini terealisasi, gambir tidak hanya menjadi komoditas ekspor unggulan, tetapi juga motor penggerak industrialisasi dan kesejahteraan masyarakat Sumatra Barat di masa depan.**DS

Baca juga artikel lainnya :

ekspor-emas-batu-bara-diperketat-pemerintah-dorong-hilirisasi-nasional