Startup China Klaim Temukan Pil Umur Panjang hingga 150 Tahun

Startup China Lonvi Biosciences mengklaim menemukan pil anti-penuaan berbasis Procyanidin C1 yang berpotensi memperpanjang usia manusia hingga 150 tahun.

Jan 26, 2026 - 18:56
 0  2
Startup China Klaim Temukan Pil Umur Panjang hingga 150 Tahun
Sumber foto : Istock

Eksplora.id - Sebuah klaim besar datang dari dunia biosains global. Startup asal China, Lonvi Biosciences, mengumumkan terobosan yang disebut-sebut mampu memperpanjang usia manusia hingga 150 tahun. Inovasi tersebut berupa pil anti-penuaan yang menargetkan akar biologis penuaan pada tingkat seluler.

Pernyataan ini segera menarik perhatian ilmuwan, investor, sekaligus publik dunia, karena menyentuh salah satu impian tertua umat manusia: hidup lebih lama dengan kondisi tubuh yang tetap sehat.

Siapa Lonvi Biosciences dan Apa yang Mereka Klaim?

Lonvi Biosciences adalah perusahaan rintisan bioteknologi yang berfokus pada riset penuaan dan perpanjangan usia sehat (healthspan). CEO Lonvi, Ip Zhu, menyatakan bahwa timnya telah mengembangkan formula pil yang bekerja dengan cara menekan proses penuaan biologis, bukan sekadar mengobati penyakit yang muncul akibat usia lanjut.

Menurut Zhu, target usia 150 tahun bukanlah fantasi ilmiah, melainkan angka yang “sangat realistis” jika penuaan sel dapat dikendalikan secara sistematis.

Procyanidin C1, Molekul Kunci dari Biji Anggur

Inti dari terobosan Lonvi adalah senyawa bernama Procyanidin C1 (PCC1). Molekul ini diisolasi dari biji anggur dan dikenal sebagai antioksidan kuat. Dalam penelitian Lonvi, PCC1 berfungsi sebagai senolitik, yaitu senyawa yang mampu menargetkan dan mengeliminasi sel-sel tua yang rusak (senescent cells).

Sel-sel penuaan ini diketahui berperan besar dalam memicu peradangan kronis, penurunan fungsi organ, serta berbagai penyakit degeneratif. Dengan mengurangi jumlah sel tersebut, tubuh diharapkan dapat mempertahankan fungsi biologisnya lebih lama.

Hasil Uji Laboratorium pada Hewan

Dalam uji coba laboratorium, Lonvi melaporkan hasil yang cukup mencolok. Tikus yang menerima formulasi PCC1 menunjukkan peningkatan usia hidup hingga 64,2 persen dibandingkan kelompok kontrol, setelah perawatan dimulai.

Selain umur yang lebih panjang, tikus-tikus tersebut juga dilaporkan memiliki kondisi fisik yang lebih baik, termasuk mobilitas yang meningkat dan tanda-tanda peradangan yang lebih rendah. Temuan ini menjadi dasar optimisme perusahaan dalam mengembangkan produk untuk manusia.

Menargetkan Penuaan, Bukan Sekadar Penyakit

Pendekatan Lonvi berbeda dari pengobatan konvensional. Alih-alih mengatasi satu penyakit tertentu, pil ini dirancang untuk menyerang mekanisme dasar penuaan, yang selama ini dianggap sebagai faktor utama munculnya berbagai penyakit kronis seperti kanker, diabetes, dan gangguan kardiovaskular.

Jika pendekatan ini terbukti aman dan efektif pada manusia, maka paradigma kesehatan global dapat berubah dari “mengobati penyakit” menjadi “mengelola penuaan”.

Optimisme dan Kehati-hatian Dunia Ilmiah

Meski terdengar menjanjikan, klaim Lonvi tetap disambut dengan kehati-hatian oleh komunitas ilmiah. Banyak penelitian anti-penuaan menunjukkan hasil positif pada hewan, tetapi gagal menunjukkan efek serupa pada manusia karena kompleksitas sistem biologis yang jauh lebih tinggi.

Selain itu, uji klinis pada manusia memerlukan waktu bertahun-tahun untuk memastikan keamanan, dosis optimal, serta dampak jangka panjang. Hingga saat ini, Lonvi menyebut produknya masih dalam tahap pengembangan lanjutan dan diproyeksikan baru tersedia dalam beberapa tahun ke depan.

Implikasi Sosial dan Etika Umur Panjang

Jika pil umur panjang benar-benar terwujud, dampaknya tidak hanya bersifat medis, tetapi juga sosial dan ekonomi. Pertanyaan tentang distribusi akses, ketimpangan usia, beban populasi, hingga definisi baru tentang masa tua akan menjadi isu besar di masa depan.

Hidup hingga 150 tahun bukan sekadar soal bertambahnya usia, tetapi juga tentang bagaimana manusia menjalani hidup yang lebih panjang dengan kualitas yang layak.**DS

Baca juga artikel lainnya :

kentut-wangi-inovasi-aneh-dari-prancis-ini-bikin-heboh-dunia