Buah Ninin, Si Langka dari Pegunungan Kalimantan
Buah ninin adalah buah langka khas Kalimantan yang tumbuh di hutan pegunungan dan hanya muncul pada musim tertentu. Rasanya manis-asam segar dengan nilai budaya dan alam yang membuat banyak orang rela berburu saat tersedia.
Eksplora.id - Buah ninin bukan jenis buah yang mudah ditemui di pasar-pasar kota. Ia tumbuh di wilayah tertentu Kalimantan, terutama kawasan pegunungan dan hutan yang masih relatif alami. Karena itulah, setiap kemunculannya di pasar tradisional selalu menarik perhatian, terutama bagi mereka yang rindu rasa buah hutan yang autentik dan jarang dijumpai.
Bagi sebagian orang, buah ninin bukan sekadar pangan, melainkan pengalaman. Rasanya unik, tampilannya sederhana, namun menyimpan cerita panjang tentang alam, musim, dan kearifan lokal.
Buah Musiman yang Tidak Setiap Saat Ada
Salah satu hal yang membuat buah ninin istimewa adalah sifatnya yang musiman. Buah ini tidak berbuah sepanjang tahun. Ia hanya muncul pada waktu tertentu, tergantung siklus alam dan curah hujan. Ketika musimnya tiba, buah ninin biasanya langsung diburu karena masa edarnya singkat.
Inilah sebabnya buah ninin sering disebut sebagai buah “kesempatan”. Kalau tidak segera dibeli saat tersedia, bisa jadi harus menunggu lama hingga musim berikutnya.
Ciri Fisik yang Sederhana, Rasa yang Menggoda
Secara tampilan, buah ninin mungkin tidak semenarik buah-buah impor yang mengilap. Ukurannya relatif kecil hingga sedang, dengan kulit tipis dan warna yang cenderung alami. Namun begitu dibelah, aroma khasnya langsung terasa.
Rasanya cenderung manis dengan sentuhan asam segar, cocok dinikmati langsung tanpa tambahan apa pun. Teksturnya lembut dan berair, membuatnya pas disantap saat cuaca panas atau setelah perjalanan panjang.
Bagi penikmat buah lokal, justru kesederhanaan inilah yang menjadi daya tarik utama buah ninin.
Buah Hutan yang Sarat Nilai Budaya
Di beberapa daerah, buah ninin bukan sekadar komoditas pangan, tetapi juga bagian dari ingatan kolektif masyarakat. Buah ini sering dikaitkan dengan masa kecil, perjalanan ke hutan, atau momen kebersamaan keluarga.
Tidak sedikit orang yang mengenal buah ninin dari cerita orang tua atau kakek-nenek mereka. Ketika buah ini muncul kembali di pasar, ia seperti menghadirkan nostalgia yang lama tersimpan.
Langka, Tapi Layak Dijaga
Keberadaan buah ninin sangat bergantung pada kelestarian hutan. Jika habitatnya rusak atau berkurang, buah ini bisa semakin sulit ditemukan. Karena itu, menjaga ekosistem tempat buah ninin tumbuh menjadi kunci agar generasi berikutnya masih bisa mengenalnya.
Buah ninin adalah contoh nyata bahwa kekayaan pangan Indonesia tidak selalu datang dari perkebunan besar, melainkan dari alam yang dijaga secara turun-temurun.
Bukan Sekadar Buah, Tapi Cerita Alam
Di tengah gempuran buah impor dan produk pertanian massal, buah ninin hadir sebagai pengingat bahwa Indonesia punya kekayaan rasa yang lahir dari alamnya sendiri. Ia mungkin tidak selalu tersedia, tapi justru di situlah letak nilainya.
Buah ninin mengajarkan satu hal sederhana: beberapa hal paling berharga memang tidak mudah ditemukan, tapi selalu layak diperjuangkan saat kesempatan itu datang.**DS
Baca juga artikel lainnya :
minyak-bintang-dayak-ramuan-langka-yang-dipercaya-punya-kekuatan-ajaib

