UMKM Berdaya: Inovasi Digital di Pasar Tradisional Permudah Transaksi

Eksplora.id - Pasar tradisional di berbagai daerah di Indonesia kini mulai mengadopsi teknologi digital untuk mempermudah transaksi. Langkah ini diambil guna membantu pelaku UMKM meningkatkan efisiensi dan daya saing di era modern. Dengan memanfaatkan sistem pembayaran digital seperti dompet elektronik dan kode QR, pedagang pasar tradisional kini lebih siap melayani konsumen yang cenderung beralih ke metode pembayaran nontunai. Inovasi ini dinilai mampu menarik lebih banyak pembeli, terutama dari kalangan muda yang lebih akrab dengan teknologi. Transformasi ini juga memberikan keuntungan signifikan dalam pencatatan keuangan. Dengan sistem digital, seluruh transaksi otomatis tercatat, memudahkan pelaku UMKM memantau arus kas dan mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan berbasis teknologi. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, digitalisasi UMKM di pasar tradisional telah meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir. Program seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) turut mendorong penggunaan pembayaran digital di berbagai sektor. Dilansir dari detik.com, sebanyak 4.926 pasar tradisional di Indonesia telah mengadopsi QRIS sebagai metode pembayaran. Penerapan ini terbukti efektif di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, di mana sebagian besar pedagang melaporkan peningkatan transaksi karena konsumen lebih menyukai pembayaran digital. Namun, proses digitalisasi ini menghadapi tantangan, terutama kurangnya literasi teknologi di kalangan pedagang yang lebih tua. Oleh sebab itu, pelatihan dan sosialisasi menjadi prioritas. Salah satu program yang mendukung transformasi ini adalah Digital Talent Scholarship, yang diselenggarakan pemerintah untuk memberikan pelatihan teknologi digital kepada pelaku UMKM di pasar tradisional. Selain itu, sejumlah perusahaan fintech juga turut berkontribusi dengan menyediakan pelatihan gratis dan pendampingan dalam penggunaan aplikasi pembayaran. Di sisi lain, sektor fintech semakin berkembang untuk mendukung UMKM dengan menyediakan akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau. Hal ini memungkinkan pedagang pasar tradisional tidak hanya meningkatkan transaksi harian tetapi juga memperluas jaringan konsumen mereka. Ke depan, digitalisasi pasar tradisional diharapkan terus berkembang, membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperluas akses pasar, dan menjadi lebih kompetitif di tengah persaingan global. Dengan teknologi, pedagang dapat mengakses informasi harga secara real-time, mengoptimalkan manajemen stok barang, dan menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.