Peternakan Tikus di Thailand: Bisnis Unik yang Menghasilkan Keuntungan Besar

Peternakan tikus mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, tetapi di Thailand, khususnya di wilayah seperti Surin dan Isaan, bisnis ini berkembang pesat.

Mar 25, 2025 - 22:45
 0  10
Peternakan Tikus di Thailand: Bisnis Unik yang Menghasilkan Keuntungan Besar
Sumber foto : Istock

Eksplora.id - Peternakan tikus mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, tetapi di Thailand, khususnya di wilayah seperti Surin dan Isaan, bisnis ini berkembang pesat. Tikus sawah yang dibudidayakan di daerah ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi bagian dari industri kuliner yang unik.

Tikus sebagai Komoditas Kuliner

Di beberapa daerah di Thailand, daging tikus dianggap sebagai makanan lezat dengan harga yang cukup tinggi. Berbeda dengan tikus kota yang dianggap sebagai hama dan berbahaya, tikus sawah yang hidup di lingkungan alami dan mengonsumsi biji-bijian memiliki daging yang lebih bersih dan berkualitas. Dagingnya sering kali disajikan dalam berbagai hidangan tradisional dan menjadi santapan favorit masyarakat setempat.

Metode Beternak Tikus

Para peternak biasanya menangkap tikus liar dari area persawahan, tetapi seiring meningkatnya permintaan, banyak yang mulai membudidayakannya secara khusus. Proses peternakan tikus melibatkan beberapa tahapan, antara lain:

  • Pemilihan Induk Berkualitas: Tikus sawah yang sehat dan produktif dipilih sebagai indukan.

  • Pemberian Pakan: Pakan yang diberikan biasanya terdiri dari biji-bijian, dedaunan, dan sisa panen untuk menjaga kualitas daging.

  • Pembiakan dan Perawatan: Tikus berkembang biak dengan cepat, sehingga sistem pemeliharaan harus diatur agar tetap higienis.

  • Panen dan Penjualan: Tikus dijual dalam kondisi hidup maupun sudah diolah, tergantung permintaan pasar.

Keuntungan Ekonomi dari Peternakan Tikus

Bisnis peternakan tikus di Thailand memberikan keuntungan yang tidak sedikit. Salah satu peternak sukses, Chalermphon Saothong, melaporkan bahwa ia dapat menjual hingga 300 kilogram tikus per bulan dengan harga sekitar 66 ribu rupiah per kilogram untuk tikus segar dan 111 ribu rupiah per kilogram untuk tikus yang sudah diolah. Dengan omset tersebut, penghasilan dari usaha ini bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan.

Selain memenuhi pasar lokal, beberapa peternak bahkan mengekspor tikus sawah ke negara-negara tetangga seperti Laos dan Kamboja, yang juga memiliki permintaan tinggi terhadap daging tikus.

Tantangan dan Proyeksi Masa Depan

Meskipun bisnis ini menguntungkan, peternakan tikus juga menghadapi beberapa tantangan, seperti regulasi kesehatan, stigma masyarakat, dan fluktuasi permintaan pasar. Namun, dengan strategi pemasaran yang baik dan peningkatan standar kebersihan dalam proses peternakan, bisnis ini berpotensi terus berkembang.

Kesuksesan peternakan tikus di Thailand menunjukkan bagaimana pemanfaatan sumber daya lokal yang tidak biasa dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Dengan inovasi dan manajemen yang tepat, usaha ini dapat terus bertahan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Baca juga artikel lainnya :

nelson landak unik yang lahir tanpa duri dan mendapat perawatan khusus