Pemkab Kediri Dampingi Petani Ekspor 20 Ton Nanas ke Uni Emirat Arab
Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal

Eksplora.id - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah pendampingan kepada petani dalam ekspor buah nanas ke Uni Emirat Arab (UEA).
Sebanyak 40 feet atau sekitar 20.700 buah nanas, dengan total berat mencapai 20 ton, telah berhasil dikirim ke UEA melalui Koperasi Nanas Sumber Rejeki, yang berlokasi di Kabupaten Kediri. Pengiriman ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperluas pasar internasional bagi produk pertanian unggulan daerah, sekaligus meningkatkan pendapatan petani nanas.
Standarisasi dan Pendampingan Petani
Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri berperan aktif dalam melakukan pendampingan kepada petani, mulai dari proses budidaya yang sesuai dengan standar internasional, pemilihan bibit unggul, hingga penerapan praktik pertanian yang ramah lingkungan.
“Kami memastikan bahwa petani mendapat edukasi yang cukup mengenai standar ekspor, termasuk dalam pengelolaan pasca panen, pemilihan buah dengan kualitas terbaik, serta proses pengemasan dan distribusi agar tetap segar hingga sampai ke negara tujuan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri.
Selain itu, Pemkab Kediri juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung ekspor ini, termasuk Balai Karantina Pertanian dalam memastikan produk yang dikirim memenuhi syarat sanitasi dan fitosanitasi, serta pelaku usaha dan eksportir yang membantu pemasaran ke luar negeri.
Peluang Ekspor yang Menjanjikan
Ekspor nanas ke UEA ini bukanlah yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, petani Kediri telah beberapa kali mengirimkan hasil pertanian mereka ke berbagai negara. Dengan adanya ekspor rutin ini, diharapkan pasar nanas dari Kediri semakin luas dan berkelanjutan.
“Kami berharap ekspor ini bisa terus berjalan dan semakin meningkat, sehingga berdampak positif pada peningkatan pendapatan petani. Kami juga ingin menjadikan Kabupaten Kediri sebagai salah satu sentra produksi nanas ekspor di Indonesia,” tambahnya.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), permintaan nanas dari Indonesia ke pasar internasional terus meningkat. Negara-negara seperti UEA, China, Jepang, dan beberapa negara Eropa mulai melirik produk pertanian dari Indonesia karena kualitasnya yang baik dan rasanya yang khas.
Harapan untuk Petani dan Ekonomi Daerah
Dengan keberhasilan ekspor ini, petani nanas di Kabupaten Kediri diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan produksi serta menjaga kualitas hasil panen agar tetap memenuhi standar global. Selain itu, ekspor ini juga diharapkan dapat membuka peluang kerja lebih luas, baik dalam sektor pertanian maupun industri pendukung seperti pengemasan dan logistik.
Keberhasilan ekspor nanas ini menjadi bukti bahwa produk pertanian Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar internasional. Dengan dukungan dari pemerintah daerah, diharapkan lebih banyak komoditas unggulan dari Kediri dan daerah lainnya yang dapat menembus pasar ekspor, sehingga mampu memperkuat perekonomian daerah dan nasional.
Semoga ekspor nanas ini menjadi langkah awal menuju lebih banyak peluang perdagangan global bagi petani Indonesia!
Baca juga artikel lainnya :
limbah nanas bisa didaur ulang menjadi benang dan kain ramah lingkungan