Pemerintah Bangun 70.000 Rumah Subsidi untuk Guru, Nakes, dan Nelayan

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan membangun sebanyak 70.000 unit rumah subsidi pada tahun 2025.

Apr 4, 2025 - 22:56
 0  4
Pemerintah Bangun 70.000 Rumah Subsidi untuk Guru, Nakes, dan Nelayan
sumber foto : gg

Eksplora.id - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan membangun sebanyak 70.000 unit rumah subsidi pada tahun 2025. Program ini diperuntukkan bagi tiga kelompok profesi yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan nasional, yaitu tenaga kesehatan (nakes), guru, dan nelayan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa program pembangunan rumah subsidi ini merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.

“Setelah Lebaran kita langsung mulai. Untuk tenaga kesehatan seperti perawat dan tenaga kesehatan masyarakat, akan dibangun 30.000 rumah. Untuk nelayan 20.000, dan untuk guru juga 20.000 unit,” ujar Maruarar saat ditemui di Jakarta Selatan.

Pembangunan Dimulai Usai Lebaran

Pemerintah menargetkan proses pembangunan dimulai segera setelah Hari Raya Idul Fitri. Beberapa daerah telah disiapkan sebagai lokasi awal pembangunan, terutama wilayah yang memiliki konsentrasi tinggi profesi tenaga kesehatan, guru, dan komunitas nelayan.

Rumah subsidi ini akan dibangun dengan standar kelayakan hunian yang mengacu pada prinsip hunian layak, sehat, dan terjangkau. Selain bangunan utama, pemerintah juga memastikan ketersediaan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, sanitasi, dan listrik.

Skema Pembiayaan dan Kemudahan Kredit

Untuk mendukung kelancaran program ini, Kementerian PKP menggandeng sejumlah bank milik negara untuk menyediakan skema pembiayaan yang ringan dan ramah bagi masyarakat. Skema ini dirancang agar cicilan rumah dapat dijangkau oleh guru, nakes, dan nelayan yang selama ini kesulitan mengakses kepemilikan rumah karena terbatasnya pendapatan.

Beberapa kemudahan yang dirancang dalam skema kredit meliputi uang muka rendah, suku bunga tetap jangka panjang, dan tenor cicilan yang fleksibel.

Alokasi Rumah Subsidi

Berikut rincian rencana alokasi rumah subsidi:

  • 30.000 unit untuk tenaga kesehatan, termasuk perawat, bidan, dan tenaga kesehatan masyarakat.

  • 20.000 unit untuk nelayan, difokuskan pada wilayah pesisir dan daerah yang memiliki komunitas nelayan aktif.

  • 20.000 unit untuk guru, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, dengan prioritas bagi guru honorer dan mereka yang mengajar di daerah terpencil.

Perluasan ke Profesi Lain

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Maruarar juga mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menjajaki kemungkinan perluasan program rumah subsidi bagi profesi lain yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi bangsa namun seringkali luput dari perhatian, seperti wartawan, petani, dan pekerja sosial.

“Tahun ini kami juga sedang mempersiapkan 1.000 unit rumah untuk wartawan, sebagai bentuk penghargaan atas peran penting mereka dalam menjaga demokrasi dan menyampaikan informasi publik,” imbuhnya.

Komitmen Pemerintah dalam Pemerataan Kesejahteraan

Program pembangunan rumah subsidi ini bukan hanya sekadar penyediaan tempat tinggal, melainkan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan keadilan sosial melalui akses perumahan yang lebih merata.

Pemerintah berharap dengan adanya hunian yang layak dan terjangkau, para guru, tenaga kesehatan, dan nelayan bisa hidup lebih sejahtera, produktif, dan berkontribusi lebih besar terhadap masyarakat sekitar.

Baca juga artikel lainnya :

pemerintah hapus pungutan bphtb untuk pembelian rumah