Menelusuri 12 Bentuk Ketupat Nusantara dan Makna Filosofinya

Ketupat merupakan salah satu warisan kuliner Indonesia yang tak hanya lezat, tetapi juga sarat makna.

Apr 5, 2025 - 22:40
 0  5
Menelusuri 12 Bentuk Ketupat Nusantara dan Makna Filosofinya
sumber foto : gg

Eksplora.id - Ketupat merupakan salah satu warisan kuliner Indonesia yang tak hanya lezat, tetapi juga sarat makna. Makanan berbahan dasar beras ini biasanya dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda (janur), lalu direbus hingga matang. Ketupat sangat identik dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri, namun lebih dari itu, di berbagai daerah di Nusantara, ketupat memiliki bentuk yang beragam—masing-masing dengan nilai simbolik dan filosofi yang mendalam.

Berikut ini 12 bentuk ketupat khas Indonesia beserta makna filosofinya:


1. Ketupat Tumpeng

Bentuk: Kerucut, menyerupai nasi tumpeng.
Makna: Ketupat ini melambangkan harapan agar manusia senantiasa tumbuh ke arah yang lebih baik, seperti puncak yang mengarah ke atas. Digunakan dalam acara syukuran dan doa bersama.


2. Ketupat Jago

Bentuk: Menyerupai kepala ayam jago.
Makna: Disebut katupat jago, karena jenis ketupat ini digunakan secara khusus pada saat menggelar acara hajatan empat bulanan, dengan harapan agar jabang bayi yang keluar nantinya berjenis kelamin laki-laki. Bentuk ketupat menyerupai segitiga sama kaki dengan juntaian pada ujung kanan dan kirinya.

Di bagian atasnya ada sebuah ikatan janur. Ketupat jago dibuat menggunakan delapan helai janur. Simbol ketupat jago menggambarkan bahwa bayi tersebut kelak akan menjadi seseorang yang gagah dan berwatak ksatria.


3. Ketupat Bata

Bentuk: Persegi panjang seperti batu bata.
Makna: Dikenal juga dengan nama ketupat luwar. Ketupat bata terbuat dari dua helai janur yang dibentuk menjadi sebuah persegi panjang layaknya batu bata. Satu helaian dimasukkan ke dalam satu sudut dan satu helaian lagi dikeluarkan dari seberang sudut tersebut.

Ketupat ini memiliki simbol adanya sebuah keinginan agar keselamatan bayi dalam proses kelahirannya berjalan dengan mudah dan selamat.


4. Ketupat Bagea

Bentuk: Hampir bundar (bulat pipih) dengan janur yang menjuntai keluar.
Filosofi: Melambangkan keseimbangan antara bentuk dan isi, serta antara duniawi dan spiritual. Janur yang menjuntai menjadi simbol penghubung antara manusia dan Sang Pencipta. Ketupat ini juga mencerminkan keluwesan dan kelapangan hati dalam menghadapi hidup.


5. Ketupat Pendawa

Bentuk: Segi tiga, terinspirasi dari kisah Pandawa Lima.
Makna: Simbol persatuan, kebijaksanaan, dan keharmonisan. Ketupat ini mengajarkan nilai kekeluargaan dan solidaritas. Ukurannya lebih kecil dari ketupat jago. Bedanya, ada sepasang ikatan kepang di salah satu sudut ketupat. Jika dilihat, ikatan tersebut seperti dua kepang rambut anak perempuan kecil


6. Ketupat Sidalunguh

Bentuk: Persegi dengan anyaman renggang.
Makna: Ketupat jenis ini biasa digunakan pada saat perayaan empat bulanan. Bentuk ketupat Sidalungguh terbilang mini dengan tiga helai janur yang dikeluarkan dari sisi-sisi ketupat.

Secara filosofis, ketupat Sidalungguh memiliki arti bahwa bayi yang ada dalam kandungan sudah ditiupkan roh sehingga si jabang bayi sudah memiliki kedudukan. Sido lungguh dalam bahasa Jawa berarti ‘menjadi duduk’, maknanya seorang bayi dianggap sudah memiliki kedudukan sebagai manusia.


7. Ketupat Galeng

Bentuk: Persegi panjang, mirip dengan Ketupat Bata, namun tanpa helaian janur yang menjuntai keluar.

Filosofi: Bentuknya yang rapi tanpa helaian janur melambangkan kesederhanaan dan kerapian dalam kehidupan. Ketupat ini mencerminkan harapan akan kehidupan yang tertata dan harmonis. Memiliki bentuk yang hampir sama dengan ketupat bata. Ketupat Geleng merupakan ketupat satu-satunya yang tidak memiliki helaian janur di setiap sudut mana pun sehingga tampak rapat sekali.


8. Ketupat Sari

Bentuk: Menyerupai bunga dengan ujung yang tampak seperti kelopak.
Makna: Ketupat ini melambangkan kesucian, keindahan, dan cinta kasih. Umumnya digunakan dalam acara pernikahan atau kelahiran bayi sebagai doa untuk kehidupan yang indah.


9. Ketupat Debleng (Sintok)

Bentuk: Tidak simetris atau miring.
Makna: Mewakili perjalanan hidup yang tidak selalu lurus dan mudah. Bentuknya mengingatkan kita bahwa tantangan adalah bagian dari proses menuju kedewasaan. Bentuknya dibilang berbeda dari yang lain. Dua janur terlihat keluar dari sudut yang bersebrangan. Untuk membuat ketupat debleng, dibutuhkan empat helai janur. Makna filosofis yang terkandung di dalamnya adalah sebuah harapan bahwa kelak bayi yang akan lahir menjadi wanita cantik dan berbudi luhur.


10. Ketupat Sidapurna

Bentuk: Segi delapan dengan anyaman yang sangat rapi dan simetris.
Makna: Simbol dari kesempurnaan dan keseimbangan hidup. Ketupat ini menjadi representasi harmonisasi antara jasmani dan rohani. Bentuknya yang mirip dengan hurup P terbalik, sehingga bisa dikatakan ketupat Sidapurna ini paling unik dibandingkan dengan yang lain. Ada juga yang bilang bentuknya sekilas menyerupai kipas sate dengan hiasan lipatan pita yang yang ada pada salah satu sudutnya.


11. Ketupat Bebek

Bentuk: Memanjang seperti bentuk badan bebek.
Makna: Melambangkan kesederhanaan dan kehati-hatian. Seperti bebek yang berjalan pelan namun pasti, manusia juga harus menjalani hidup dengan penuh pertimbangan.


12. Ketupat Gatep

Bentuk: Terdapat simpul erat di ujungnya.
Makna: Keteguhan hati dan ikatan kebersamaan. Ketupat ini menyimbolkan pentingnya menjaga persatuan dan semangat kolektif dalam masyarakat.


Keberagaman bentuk ketupat di Indonesia merupakan cerminan dari kekayaan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal. Setiap bentuk memiliki pesan moral tersendiri, mengajarkan tentang keberanian, kesabaran, kesederhanaan, hingga keharmonisan dalam hidup. Tak hanya memanjakan lidah, ketupat juga menyentuh sisi spiritual dan sosial masyarakat Indonesia.

Di tengah modernisasi, menjaga dan memperkenalkan kembali filosofi ketupat menjadi langkah kecil namun berarti dalam merawat warisan budaya bangsa.

Baca juga artikel lainnya :

sejarah awal mula ketupat dari tradisi leluhur hingga simbol keislaman