Kluwek: Dari Racun Mematikan Menjadi Lezatnya Rawon dan Sop Konro
Tahukah Anda asal-usul istilah mabuk kepayang? Ungkapan ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tergila-gila atau kehilangan akal karena cinta. Namun, tahukah Anda bahwa istilah ini berasal dari buah kepayang atau kluwek?

Eksplora.id - Tahukah Anda asal-usul istilah mabuk kepayang? Ungkapan ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tergila-gila atau kehilangan akal karena cinta. Namun, tahukah Anda bahwa istilah ini berasal dari buah kepayang atau kluwek? Dahulu, jika seseorang mengonsumsi buah ini tanpa pengolahan yang benar, mereka bisa mengalami pusing, mual, bahkan halusinasi—mirip dengan kondisi seseorang yang sedang mabuk cinta.
Di tangan orang Indonesia, buah yang masuk dalam kategori paling beracun di dunia ini justru menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai kuliner lezat seperti rawon dan sop konro. Buah tersebut adalah kluwek atau kepayang, yang memiliki sejarah panjang dalam budaya dan kuliner Nusantara.
Kandungan Beracun dalam Kluwek
Kluwek dikenal karena kandungan sianida alaminya yang sangat tinggi. Jika dikonsumsi mentah, buah ini dapat menyebabkan keracunan yang berbahaya bagi manusia. Gejala keracunan sianida meliputi pusing, mual, muntah, hingga kehilangan kesadaran. Tak heran, di masa lalu, masyarakat menggunakan ekstrak kluwek untuk mengoles ujung anak panah saat berburu atau berperang. Namun, dengan keterampilan dan pengetahuan turun-temurun, masyarakat Indonesia berhasil mengolah buah ini menjadi bahan makanan yang aman dan nikmat.
Proses Pengolahan Kluwek yang Aman
Proses pengolahan kluwek tidak bisa sembarangan. Biasanya, buah kluwek dibiarkan membusuk terlebih dahulu hingga cangkangnya menghitam. Setelah itu, biji yang ada di dalamnya diambil dan direndam atau difermentasi untuk menghilangkan kandungan racunnya. Proses ini bisa memakan waktu beberapa hari hingga berminggu-minggu, tergantung metode yang digunakan. Setelah melalui tahapan ini, kluwek dapat digunakan sebagai bumbu masakan tanpa risiko beracun.
Kluwek dalam Kuliner Nusantara
Dalam dunia kuliner Indonesia, kluwek menjadi bahan utama dalam masakan berkuah hitam yang kaya rasa. Beberapa hidangan yang terkenal menggunakan kluwek antara lain:
-
Rawon (Jawa Timur): Sup daging sapi dengan kuah hitam pekat dan aroma khas kluwek.
-
Sop Konro (Makassar): Sup iga sapi dengan bumbu rempah yang kuat dan kluwek sebagai bahan pewarna alami.
-
Brongkos (Yogyakarta): Masakan berkuah kental dengan campuran daging, tahu, dan kacang tolo yang diwarnai oleh kluwek.
-
Nasi Goreng Kluwek: Kreasi modern yang mengadaptasi rasa khas kluwek ke dalam nasi goreng.
Warna hitam yang khas serta rasa gurih yang mendalam berasal dari kluwek yang telah diolah dengan baik, menjadikannya salah satu bumbu penting dalam kuliner Indonesia.
Kluwek dalam Budaya Indonesia
Selain sebagai bumbu dapur, kluwek juga memiliki makna dalam budaya Indonesia. Istilah "mabuk kepayang" yang sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tergila-gila atau kehilangan akal berasal dari efek buah kepayang yang dikonsumsi tanpa pengolahan yang tepat. Dahulu, buah ini juga digunakan dalam pengobatan tradisional, meskipun penggunaannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Kluwek: Simbol Kecerdasan Kuliner Indonesia
Keahlian masyarakat Indonesia dalam mengolah kluwek menunjukkan betapa kayanya warisan kuliner Nusantara. Dari bahan yang berbahaya, mereka mampu menciptakan hidangan yang tidak hanya lezat tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya bangsa. Pengolahan kluwek merupakan bukti bahwa nenek moyang kita memiliki pemahaman mendalam tentang bahan makanan dan cara mengolahnya agar aman dikonsumsi.
Kini, kluwek tidak hanya dikenal sebagai bumbu tradisional tetapi juga mulai menarik perhatian dunia sebagai bagian dari keunikan kuliner Indonesia. Dengan teknik pengolahan yang benar, kluwek bukan lagi buah beracun, melainkan kunci kelezatan dari beberapa masakan terbaik di Nusantara.
Baca juga artikel lainnya :
mengenal buah betadine yang membuat lima anak di cianjur keracunan