Kaos “Bekas Gosong” Seharga Rp17 Juta? Strategi Provokatif yang Bikin Dunia Fashion Geger

Brand fashion ini kembali bikin heboh dengan graphic shirt efek “iron burn” atau bekas setrika gosong yang dijual sekitar Rp17 juta. Gimik mahal atau seni eksperimental?

Feb 22, 2026 - 11:09
 0  3
Kaos “Bekas Gosong” Seharga Rp17 Juta? Strategi Provokatif yang Bikin Dunia Fashion Geger
Sumber foto : Instagram

Eksplora.id - Dunia fashion kembali dibuat terkejut dengan rilisan graphic shirt unik yang menampilkan efek print menyerupai bekas setrika gosong. Detailnya tampak seperti kain yang terbakar tidak sengaja—menghitam, tak rata, dan terkesan cacat produksi. Namun alih-alih dianggap reject, justru elemen itulah yang dijadikan pusat desain.

Efek “iron burn” ini sengaja dirancang agar terlihat seperti pakaian yang rusak karena kesalahan fatal saat menyetrika. Secara visual, tampilannya memancing reaksi: sebagian orang mungkin mengernyitkan dahi, sebagian lain justru melihatnya sebagai bentuk eksperimen artistik.

Yang membuat publik makin tercengang adalah harganya. Kaos tersebut dijual dengan harga retail sekitar 1.139 dolar AS, atau setara kurang lebih Rp17 juta. Sebuah angka yang membuat banyak orang bertanya: ini fashion revolusioner atau sekadar provokasi mahal?


Ironi yang Disengaja: Seni di Balik Cacat

Dalam industri fashion high-end, konsep “imperfection as aesthetic” bukan hal baru. Desain sobek, noda cat, bahkan tampilan lusuh sudah lama digunakan sebagai simbol anti-mainstream. Namun efek bekas gosong setrika membawa ironi yang lebih ekstrem.

Secara psikologis, manusia terbiasa menghindari pakaian rusak. Bekas terbakar biasanya identik dengan kelalaian atau kegagalan. Ketika elemen tersebut diangkat menjadi desain utama dan dibanderol puluhan juta rupiah, terjadi pembalikan makna yang sengaja dibuat kontras.

Inilah strategi yang sering dipakai brand avant-garde: membuat orang tidak nyaman, lalu memaksa mereka mempertanyakan definisi “layak pakai”. Dalam konteks ini, kaos bukan lagi sekadar pakaian, melainkan pernyataan visual.


Eksperimental, Nyeleneh, dan Provokatif

Efek iron burn pada graphic shirt ini bukan sekadar print biasa. Detailnya dibuat realistis dengan gradasi warna hangus yang menyerupai kain benar-benar terbakar. Beberapa bagian tampak seperti hampir berlubang, namun sebenarnya tetap utuh secara struktur.

Pendekatan ini menempatkan produk tersebut dalam ranah fashion eksperimental. Ia tidak dirancang untuk menyenangkan semua orang. Justru sebaliknya, ia dibuat untuk memicu perdebatan.

Bagi penggemar streetwear ekstrem dan kolektor fashion high-end, desain seperti ini dianggap berani dan out of the box. Mereka melihatnya sebagai simbol keberanian melawan standar konvensional. Namun bagi konsumen umum, sulit menerima logika membayar Rp17 juta untuk kaos yang terlihat seperti gagal produksi.


Strategi Marketing atau Kritik Sosial?

Tak bisa dipungkiri, rilisan seperti ini juga menjadi mesin marketing yang sangat efektif. Di era media sosial, desain kontroversial hampir selalu viral. Semakin banyak orang mempertanyakan, semakin besar eksposurnya.

Ada pula yang menafsirkan desain ini sebagai kritik terhadap budaya konsumsi. Di satu sisi, masyarakat diajarkan membuang pakaian rusak. Di sisi lain, industri fashion justru bisa menjual “kerusakan” sebagai kemewahan.

Kontradiksi ini membuat produk tersebut lebih dari sekadar kaos. Ia menjadi simbol bagaimana nilai dalam fashion sering kali dibentuk oleh narasi dan positioning, bukan hanya kualitas material.


Siapa yang Membeli Kaos Seharga Rp17 Juta?

Target pasar kaos seperti ini jelas bukan pembeli massal. Konsumennya biasanya kolektor, fashion enthusiast, atau individu yang ingin tampil sangat berbeda. Dalam dunia luxury streetwear, eksklusivitas dan keberanian konsep sering lebih dihargai daripada fungsi praktis.

Harga tinggi juga menciptakan efek kelangkaan. Tidak semua orang mampu atau berani membeli, sehingga produk menjadi simbol status tersendiri. Dalam konteks ini, Rp17 juta bukan sekadar harga bahan, melainkan harga ide dan brand positioning.


Antara Kekaguman dan Kebingungan

Fenomena kaos efek setrika gosong ini menunjukkan bahwa batas antara seni dan absurditas dalam fashion semakin tipis. Ada yang mengaguminya sebagai terobosan visual yang berani. Ada pula yang menganggapnya berlebihan.

Namun satu hal pasti: rilisan ini berhasil membuat orang berbicara. Dan dalam industri kreatif, perhatian adalah mata uang yang sangat berharga.

Jadi, tertarik untuk beli kaos “rusak” seharga Rp17 juta? Atau cukup jadi penonton yang menikmati kontroversinya dari jauh?.**DS

Baca juga artikel lainnya :

konveksi-hijab-jadi-ladang-cuan-potensi-bisnis-offline-dan-online-kian-menjanjikan