Indonesia Resmi Bergabung sebagai Anggota Penuh BRICS

Jan 7, 2025 - 22:47
 0  4
Indonesia Resmi Bergabung sebagai Anggota Penuh BRICS

Eksplora.id - Brasil secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah diakui sebagai anggota penuh kelompok negara-negara berkembang dengan perekonomian besar di dunia. Pengumuman ini disampaikan dalam pernyataan resmi pemerintah Brasil yang menyambut baik keanggotaan Indonesia dalam BRICS, Senin (06/01/2025). Langkah ini mencerminkan pengakuan terhadap peran strategis Indonesia di kawasan Asia Tenggara dan dunia.

Apa Itu BRICS?

BRICS adalah singkatan dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, kelompok negara berkembang yang memiliki perekonomian besar dan pengaruh signifikan dalam ekonomi global. Didirikan pada 2006, BRICS bertujuan untuk meningkatkan kerja sama di antara negara-negara anggotanya, mempromosikan reformasi lembaga-lembaga global seperti PBB dan IMF, serta memperkuat hubungan Selatan-Selatan. Kelompok ini mencakup lebih dari 40% populasi dunia dan lebih dari 30% PDB global, menjadikannya salah satu aliansi ekonomi yang paling berpengaruh.

Pentingnya Keanggotaan Indonesia dalam BRICS

Sebagai negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara dan ekonomi yang terus bertumbuh, keanggotaan Indonesia dalam BRICS memberikan peluang besar untuk meningkatkan pengaruh global. Pemerintah Brasil menegaskan bahwa Indonesia memiliki komitmen yang sejalan dengan anggota BRICS lainnya, termasuk reformasi lembaga-lembaga tata kelola global dan penguatan kerja sama Selatan-Selatan. Dalam pernyataan resminya, Brasil menyebut, “Indonesia membawa dinamika baru yang akan memperkaya agenda BRICS di masa depan.” Namun, pemerintah Indonesia juga menghadapi tantangan untuk memastikan keanggotaan ini memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Pemerintah menekankan pentingnya pemanfaatan keanggotaan ini untuk memperluas kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan pembangunan berkelanjutan.

Dampak Positif 

Keanggotaan ini dapat memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional, terutama dalam menghadapi isu-isu global seperti perubahan iklim, stabilitas ekonomi, dan transformasi digital. Sebagai anggota BRICS, Indonesia berpotensi mendapatkan akses lebih besar ke pasar negara-negara anggota lainnya, seperti Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Statistik terbaru menunjukkan bahwa perdagangan antara Indonesia dan negara-negara BRICS mencapai USD 200 miliar pada 2024, dengan pertumbuhan rata-rata 8% per tahun. Angka ini akan meningkat dengan adanya keanggotaan penuh, terutama dalam sektor ekspor manufaktur dan produk agrikultur.

Tantangan dan Strategi 

Meskipun dampaknya positif, keanggotaan ini juga menghadirkan tantangan. sebagai berikut:

  1. Menyeimbangkan kepentingan regional dan global: Sebagai anggota ASEAN, Indonesia perlu memastikan bahwa komitmennya pada BRICS tidak mengurangi fokus pada kawasan Asia Tenggara.
  2. Menghadapi risiko ketergantungan ekonomi: Kerjasama erat dengan negara-negara besar dalam BRICS, seperti Tiongkok, harus terkelola dengan baik untuk menghindari ketidakseimbangan ekonomi.
  3. Meningkatkan daya saing domestik: Reformasi internal, seperti peningkatan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia, menjadi krusial untuk bersaing dalam forum BRICS.

Keanggotaan BRICS adalah peluang, tetapi hanya akan berhasil jika pemerintah mampu menerjemahkan kebijakan global menjadi langkah nyata.

Menuju Multipolaritas Global

Keputusan ini mencerminkan tren global menuju multipolaritas, di mana negara-negara berkembang memperkuat posisi mereka dalam sistem internasional. BRICS kini mencerminkan lebih dari 40% populasi dunia dan lebih dari 30% PDB global. Indonesia, dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, dapat menjadi jembatan antara BRICS dan negara-negara lain di Asia Tenggara. Namun, multipolaritas ini juga membawa tantangan geopolitik, seperti potensi ketegangan antara negara-negara berkembang dengan negara maju. Harapannya Indonesia dapat berperan menjadi mediator, terutama dalam isu reformasi lembaga keuangan internasional.

Keanggotaan Indonesia dalam BRICS adalah langkah strategis yang memberikan peluang besar untuk meningkatkan pengaruh global dan memperkuat kerjasama internasional. Namun, untuk memaksimalkan manfaat ini, pemerintah perlu menghadapi tantangan dengan kebijakan yang tepat dan komitmen yang kuat. Dengan populasi besar dan potensi ekonomi yang menjanjikan, Indonesia siap berperan aktif membentuk masa depan BRICS sebagai kekuatan ekonomi global. Sebagai anggota baru, Indonesia tidak hanya menjadi simbol pengakuan, tetapi juga aktor kunci dalam upaya global menuju multipolaritas. Kini, tugas berikutnya adalah memastikan bahwa keanggotaan ini membawa manfaat nyata bagi rakyat dan memperkuat posisi negara dalam percaturan internasional.