ILO Rilis Daftar Negara dengan Jam Kerja Paling Sedikit di Dunia

ILO merilis daftar 10 negara dengan jam kerja paling sedikit di dunia. Negara Eropa mendominasi, sementara Indonesia berada di peringkat 74 global dan nomor dua di Asia Tenggara.

Jan 5, 2026 - 23:01
 0  4
ILO Rilis Daftar Negara dengan Jam Kerja Paling Sedikit di Dunia
sumber foto : pixabay

Eksplora.id - Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organization/ILO) merilis daftar 10 negara dengan rata-rata jam kerja paling sedikit di dunia. Hasilnya menunjukkan dominasi negara-negara Eropa yang dikenal memiliki keseimbangan hidup dan kerja (work-life balance) yang kuat.

Negara seperti Belanda, Norwegia, dan Austria mencatatkan rata-rata jam kerja di bawah 30 jam per minggu. Kebijakan ketenagakerjaan yang fleksibel, perlindungan pekerja yang kuat, serta produktivitas tinggi menjadi faktor utama rendahnya jam kerja di negara-negara tersebut.

Yaman Peringkat Pertama dengan Jam Kerja Paling Singkat

Menariknya, posisi teratas justru ditempati oleh Yaman. Negara ini mencatat rata-rata jam kerja hanya 25,9 jam per minggu, atau sekitar 4 jam per hari. Angka tersebut menjadi yang terendah secara global dalam daftar ILO.

Namun, rendahnya jam kerja di Yaman tidak sepenuhnya mencerminkan kesejahteraan pekerja. Faktor kondisi ekonomi, konflik berkepanjangan, serta terbatasnya lapangan kerja turut memengaruhi rendahnya jam kerja masyarakat di negara tersebut.

Indonesia di Peringkat 74 Dunia

Sementara itu, Indonesia berada di peringkat ke-74 dunia dalam daftar jam kerja rata-rata. Pekerja di Indonesia tercatat memiliki rata-rata jam kerja 37,7 jam per minggu, atau sekitar 7,5 jam per hari.

Angka ini menunjukkan bahwa jam kerja di Indonesia masih tergolong moderat dibandingkan banyak negara lain, meskipun lebih tinggi dibanding negara-negara Eropa yang masuk daftar 10 besar dengan jam kerja terpendek.

Posisi Indonesia di Asia Tenggara

Di tingkat regional, Indonesia menempati posisi peringkat kedua di Asia Tenggara dalam kategori jam kerja paling sedikit. Posisi ini menunjukkan bahwa jam kerja di Indonesia relatif lebih rendah dibandingkan beberapa negara tetangga yang dikenal memiliki jam kerja panjang.

Meski demikian, tantangan Indonesia bukan hanya soal durasi kerja, tetapi juga menyangkut produktivitas, perlindungan tenaga kerja, serta keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Jam Kerja Pendek dan Kualitas Hidup

Laporan ILO ini kembali menegaskan bahwa jam kerja yang lebih pendek tidak selalu identik dengan rendahnya produktivitas. Di banyak negara maju, pengurangan jam kerja justru dibarengi dengan peningkatan efisiensi, kesehatan mental pekerja, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Bagi negara berkembang seperti Indonesia, temuan ini dapat menjadi bahan refleksi dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang tidak hanya berorientasi pada jumlah jam kerja, tetapi juga pada kesejahteraan dan keberlanjutan tenaga kerja di masa depan.**DS

Baca juga artikel lainnya :

banyak-negara-bergantung-pada-indonesia-dari-energi-pangan-jalur-laut-hingga-tenaga-kerja