Fenomena Boomerasking dalam Percakapan Sosial

Jan 31, 2025 - 22:50
 0  9
Fenomena Boomerasking dalam Percakapan Sosial

Eksplora.id - Dalam kehidupan sehari-hari, percakapan dengan teman atau rekan kerja merupakan bagian penting dari interaksi sosial. Namun, pernahkah Anda merasa bahwa percakapan sering kali didominasi oleh satu pihak saja? Salah satu fenomena yang menjelaskan hal ini adalah boomerasking.

Apa Itu Boomerasking?

Boomerasking adalah istilah yang pertama kali diciptakan oleh penulis Alison Wood Brooks. Istilah ini menggambarkan situasi di mana seseorang mengajukan pertanyaan kepada orang lain, namun setelah orang tersebut memberikan jawaban, perhatian segera beralih kembali kepada diri mereka sendiri. Sebagai contoh, saat seseorang bertanya, "Apa rencanamu akhir pekan ini?" dan setelah mendengar jawabannya, dia langsung bercerita tentang rencana pribadi yang lebih menarik baginya, seperti pergi ke rumah danau atau menghadiri festival tertentu. Fenomena ini bisa membuat orang yang menjadi lawan bicara merasa diabaikan. Alih-alih mendapatkan kesempatan untuk berbagi dan terhubung, mereka justru terjebak dalam percakapan yang berpusat pada orang lain. Hal ini bisa menghilangkan keindahan dari pertukaran yang seharusnya berlangsung dua arah.

Mengapa Boomerasking Terjadi?

Boomerasking biasanya terjadi karena dua alasan utama. Pertama, orang yang melakukan boomerasking mungkin ingin menunjukkan ketertarikan kepada lawan bicaranya. Mereka mengajukan pertanyaan untuk menunjukkan bahwa mereka peduli. Namun, sisi lain, mereka juga ingin berbagi cerita atau informasi tentang diri mereka sendiri. Kedua tujuan ini sering kali bertentangan, sehingga percakapan menjadi tidak seimbang. Selain itu, boomerasking juga bisa terpicu oleh keinginan untuk mendapatkan perhatian atau memvalidasi pengalaman pribadi. Dalam beberapa kasus, seseorang yang melakukan boomerasking mungkin merasa tidak mendapat cukup ruang untuk berbicara dan akhirnya memilih untuk mendominasi percakapan.

Dampak Boomerasking dalam Hubungan Sosial

Meskipun banyak yang menganggap fenomena ini sepele, boomerasking dapat memengaruhi kualitas hubungan sosial seseorang. Jika kebiasaan ini terjadi terus-menerus, orang yang sering menjadi lawan bicara bisa merasa tidak dihargai atau diabaikan. Hubungan sosial yang sehat memerlukan keseimbangan antara mendengarkan dan berbagi cerita. Ketika salah satu pihak terus-menerus mendominasi percakapan, hubungan tersebut bisa menjadi tidak seimbang, dan ini dapat menyebabkan ketegangan atau rasa kecewa pada pihak yang merasa diabaikan.

Menghindari Boomerasking: Cara untuk Menjadi Pendengar yang Lebih Baik

Untuk menghindari fenomena boomerasking dan menciptakan percakapan yang lebih seimbang, ada beberapa langkah yang dapat diambil:

  1. Berikan Perhatian Penuh kepada Lawan Bicara Luangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan jawaban orang lain dan hargai pendapat mereka sebelum berbagi cerita pribadi. Tunjukkan empati dan ketertarikan yang tulus pada apa yang mereka katakan.
  2. Ciptakan Ruang untuk Berbicara Dalam percakapan, pastikan ada kesempatan bagi kedua pihak untuk berbicara dan berbagi. Jika Anda sudah membagikan cerita pribadi, beri kesempatan bagi lawan bicara untuk menanggapi atau berbagi pengalaman mereka.
  3. Berlatih Mendengarkan Aktif Mendengarkan aktif berarti memberikan perhatian penuh kepada lawan bicara tanpa tergoda untuk langsung memberi respons atau berbicara tentang diri Anda sendiri. Ini menciptakan ruang bagi percakapan yang lebih bermakna dan saling menghargai.

Boomerasking adalah fenomena yang menunjukkan ketidakseimbangan dalam percakapan, di mana satu pihak lebih banyak berbicara tentang diri mereka sendiri setelah bertanya. Untuk menciptakan percakapan yang lebih sehat, penting bagi kita untuk menghargai kesempatan bagi kedua pihak untuk berbagi dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Dengan menjadi pendengar yang baik dan memberi ruang untuk percakapan yang lebih seimbang, kita bisa membangun hubungan sosial yang lebih kuat dan bermakna.