Dampak Ekonomi Kasus Pengoplosan BBM di Pertamina

Kasus dugaan pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) dalam skandal korupsi Pertamina telah menciptakan dampak ekonomi yang luas.

Feb 25, 2025 - 22:39
Feb 25, 2025 - 22:41
 0  45
Dampak Ekonomi Kasus Pengoplosan BBM di Pertamina
sumber foto : gg

Eksplora.id - Kasus dugaan pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) dalam skandal korupsi Pertamina telah menciptakan dampak ekonomi yang luas. Selain merugikan negara dalam jumlah besar, kasus ini juga berimbas pada stabilitas harga energi, kepercayaan investor, serta daya beli masyarakat.

1. Kerugian Negara yang Fantastis

Kejaksaan Agung mengungkap bahwa praktik pengoplosan BBM dan manipulasi impor ini berpotensi merugikan negara hingga Rp193,7 triliun dalam periode 2018-2023. Angka ini setara dengan:

  • 12% dari total APBN 2023 untuk subsidi energi, yang seharusnya dapat digunakan untuk program kesejahteraan rakyat.
  • Lebih dari 50% anggaran kesehatan nasional, yang bisa dialokasikan untuk pembangunan rumah sakit dan peningkatan layanan kesehatan.

Kerugian negara ini terjadi karena praktik pengoplosan dan manipulasi impor menyebabkan harga beli BBM lebih tinggi dari seharusnya. Dana subsidi yang seharusnya menekan harga BBM agar terjangkau oleh masyarakat malah disalahgunakan.

2. Dampak pada Harga BBM dan Inflasi

Manipulasi pasokan BBM menyebabkan ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan, yang berpotensi menyebabkan lonjakan harga. Beberapa dampak yang muncul antara lain:

  • Tekanan inflasi akibat kenaikan harga BBM. BBM merupakan komponen utama dalam rantai distribusi barang dan jasa. Jika harga BBM naik, ongkos transportasi meningkat, yang berimbas pada kenaikan harga barang kebutuhan pokok.
  • Beban bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Dengan meningkatnya biaya transportasi dan produksi, UMKM kesulitan mempertahankan harga jual tanpa kehilangan daya saing.
  • Peningkatan harga energi untuk sektor industri. Industri manufaktur yang bergantung pada BBM akan mengalami lonjakan biaya operasional, yang pada akhirnya dapat menekan profitabilitas dan mengurangi kapasitas produksi.

3. Dampak terhadap Daya Beli Masyarakat

Ketidakstabilan harga BBM dan inflasi berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Beberapa konsekuensinya meliputi:

  • Penurunan konsumsi rumah tangga, terutama di kalangan masyarakat menengah ke bawah yang mengalokasikan sebagian besar pendapatannya untuk kebutuhan pokok.
  • Beban tambahan bagi sektor transportasi umum. Dengan naiknya harga BBM, tarif angkutan umum berpotensi naik, yang akan semakin membebani masyarakat pekerja.
  • Ketidakpastian bagi petani dan nelayan. Harga BBM yang tinggi berdampak pada biaya operasional mereka, yang pada akhirnya bisa menurunkan hasil produksi dan pendapatan.

4. Kerusakan Kepercayaan Investor terhadap Sektor Energi

Skandal ini juga menggerus kepercayaan investor terhadap tata kelola sektor energi di Indonesia. Beberapa dampaknya:

  • Investor asing mungkin ragu untuk berinvestasi di sektor migas Indonesia karena melihat adanya ketidaktransparanan dalam kebijakan impor dan distribusi BBM.
  • Peringkat risiko investasi Indonesia bisa terpengaruh, mengingat tata kelola yang buruk sering kali menjadi indikator negatif dalam penilaian ekonomi global.
  • Ketidakpastian regulasi di sektor energi, yang dapat membuat kebijakan subsidi dan harga BBM semakin tidak stabil.

5. Efek Jangka Panjang terhadap Stabilitas Ekonomi

Jika tidak ditangani dengan baik, dampak ekonomi dari kasus ini bisa semakin luas:

  • Kebutuhan subsidi energi meningkat, sehingga menekan anggaran negara untuk sektor lain seperti pendidikan dan infrastruktur.
  • Pemerintah mungkin dipaksa untuk menaikkan harga BBM guna menutup kerugian, yang dapat memicu gelombang protes sosial.
  • Ketidakpastian ekonomi yang berkepanjangan, di mana masyarakat dan dunia usaha menjadi lebih waspada dalam melakukan investasi dan konsumsi.

Kasus pengoplosan BBM dalam skandal korupsi Pertamina bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang luas. Dari kerugian negara yang mencapai ratusan triliun hingga tekanan inflasi dan daya beli masyarakat, efek dari kasus ini dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pemerintah perlu mengambil langkah serius untuk memastikan transparansi dalam pengelolaan BBM, memperbaiki sistem subsidi energi, serta menindak tegas pihak-pihak yang terlibat agar kejadian serupa tidak terulang. Jika tidak, kepercayaan publik terhadap kebijakan energi nasional akan terus menurun, dan ekonomi Indonesia akan semakin rentan terhadap gejolak harga energi global.

Baca juga artikel lainnya :

program green movement uco kelola minyak jelantah