Ciri-Ciri Franchise Bodong yang Perlu Diwaspadai dan Cara Menghindarinya
Franchise adalah salah satu model bisnis yang banyak diminati karena menawarkan konsep usaha yang sudah terbukti berhasil. Namun, di balik peluang yang menggiurkan, ada juga oknum yang memanfaatkan sistem ini untuk menjalankan penipuan atau yang sering disebut franchise bodong.

Eksplora.id - Franchise adalah salah satu model bisnis yang banyak diminati karena menawarkan konsep usaha yang sudah terbukti berhasil. Namun, di balik peluang yang menggiurkan, ada juga oknum yang memanfaatkan sistem ini untuk menjalankan penipuan atau yang sering disebut franchise bodong. Oleh karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri franchise bodong agar tidak menjadi korban. Berikut adalah beberapa tanda yang harus diwaspadai serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
Ciri-Ciri Franchise Bodong
1. Menjanjikan Keuntungan Tidak Masuk Akal
Salah satu ciri utama franchise bodong adalah menawarkan keuntungan yang terlalu besar dalam waktu singkat. Mereka biasanya menjanjikan balik modal dalam hitungan bulan tanpa risiko berarti. Padahal, dalam bisnis yang sehat, keuntungan bergantung pada berbagai faktor seperti lokasi, strategi pemasaran, dan operasional.
2. Tidak Memiliki Legalitas yang Jelas
Franchise resmi harus memiliki dokumen legal seperti:
-
Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
-
Nomor Induk Berusaha (NIB)
-
Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas merek dagang
-
Perjanjian Waralaba yang didaftarkan ke Kementerian Perdagangan Jika sebuah franchise tidak bisa menunjukkan dokumen-dokumen ini, maka patut dicurigai sebagai franchise bodong.
3. Tidak Ada Kantor atau Lokasi yang Jelas
Franchise yang terpercaya biasanya memiliki kantor pusat atau alamat yang bisa dikunjungi. Sebaliknya, franchise bodong sering kali tidak memiliki lokasi fisik yang jelas, hanya mengandalkan komunikasi online atau alamat yang tidak bisa diverifikasi.
4. Tidak Transparan dalam Biaya dan Sistem Usaha
Franchise asli akan menjelaskan secara detail mengenai modal, biaya royalti, serta sistem operasionalnya. Sementara itu, franchise bodong sering kali menyembunyikan informasi ini atau menghindari pertanyaan yang terlalu detail.
5. Menggunakan Teknik Penjualan Agresif
Banyak franchise bodong menggunakan teknik pemasaran yang mendesak calon investor agar segera bergabung dengan alasan "kesempatan terbatas" atau "stok unit waralaba hampir habis." Mereka sering kali tidak memberikan waktu bagi calon investor untuk melakukan riset terlebih dahulu.
6. Tidak Ada Bukti Keberhasilan dari Mitra Sebelumnya
Franchise yang sah biasanya memiliki mitra bisnis yang sukses dan bisa dijadikan referensi. Sebaliknya, franchise bodong sering kali tidak bisa memberikan bukti bahwa mitra sebelumnya benar-benar mendapatkan keuntungan sesuai yang dijanjikan.
Regulasi Terkait Waralaba di Indonesia
Di Indonesia, waralaba diatur oleh Peraturan Menteri Perdagangan No. 71 Tahun 2019 tentang Waralaba. Beberapa poin penting dari regulasi ini meliputi:
-
Waralaba harus memiliki rekam jejak keberhasilan minimal 5 tahun.
-
Waralaba wajib memiliki STPW (Surat Tanda Pendaftaran Waralaba) yang diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan.
-
Pemilik waralaba harus memberikan prospektus penawaran kepada calon mitra agar mereka bisa menganalisis bisnis sebelum bergabung.
Jika sebuah franchise tidak memenuhi ketentuan tersebut, maka bisa dikategorikan sebagai ilegal atau bodong.
Cara Menghindari Franchise Bodong
Agar tidak tertipu oleh franchise bodong, berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
-
Cek Legalitas Usaha – Pastikan franchise memiliki STPW, SIUP, NIB, dan terdaftar di Kementerian Perdagangan.
-
Cari Testimoni dan Review – Coba cari informasi dari mitra yang sudah bergabung. Jika tidak ada testimoni atau banyak keluhan, patut dicurigai.
-
Pelajari Perjanjian Waralaba dengan Cermat – Jangan terburu-buru menandatangani kontrak sebelum memahami isi perjanjiannya.
-
Hindari Tekanan untuk Segera Bergabung – Jangan tergoda oleh iming-iming promo terbatas atau tekanan dari sales.
-
Lakukan Kunjungan ke Kantor Pusat – Franchise yang sah biasanya memiliki kantor atau lokasi yang bisa dikunjungi untuk verifikasi langsung.
-
Konsultasi dengan Ahli Hukum – Jika merasa ragu, mintalah pendapat dari konsultan bisnis atau pengacara sebelum mengambil keputusan.
Franchise bodong adalah ancaman nyata bagi calon investor yang ingin memulai bisnis. Dengan mengenali ciri-ciri penipuan serta memahami regulasi yang berlaku, Anda dapat menghindari jebakan bisnis yang merugikan. Selalu lakukan riset yang mendalam sebelum berinvestasi agar tidak terjebak dalam skema yang merugikan. Ingat, bisnis yang sehat tidak pernah menjanjikan keuntungan instan tanpa risiko!
Baca juga artikel lainnya :