Asal Usul Brussel Sprouts: Sayuran Kecil dengan Sejarah Panjang
Brussel sprouts, atau yang dikenal dalam bahasa Indonesia sebagai kubis Brussel, adalah sayuran kecil berbentuk bulat yang sering dianggap sebagai versi mini dari kubis.

Eksplora.id - Brussel sprouts, atau kubis Brussel, adalah sayuran hijau kecil berbentuk bulat yang sering dianggap sebagai "miniatur kubis." Sayuran ini berasal dari keluarga Brassicaceae, yang juga mencakup kubis, brokoli, kembang kol, dan kale. Meskipun sering kali mendapatkan reaksi beragam karena rasanya yang khas, Brussel sprouts telah menjadi bagian penting dari berbagai tradisi kuliner, terutama di Eropa dan Amerika Serikat.
Dalam artikel ini, kita akan menelusuri asal usul Brussel sprouts, bagaimana penyebarannya ke seluruh dunia, serta manfaat kesehatan yang membuatnya semakin populer di era modern.
Asal Usul dan Sejarah Brussel Sprouts
Asal mula Brussel sprouts dapat ditelusuri ke Eropa, khususnya di wilayah Belgia. Sayuran ini pertama kali dibudidayakan secara luas di sekitar kota Brussels pada abad ke-16. Namun, tanaman dari keluarga kubis telah ada jauh lebih lama, dengan bukti bahwa bangsa Romawi sudah menanam berbagai jenis Brassica sejak berabad-abad sebelumnya.
Menurut catatan sejarah, petani di Belgia mulai mengembangkan varietas kubis kecil ini dengan menyeleksi tanaman yang memiliki tunas padat di sepanjang batangnya. Budidaya yang sukses kemudian membuatnya dinamai sesuai dengan kota asalnya, Brussels.
Penyebaran ke Negara Lain
Pada abad ke-18, Brussel sprouts mulai menyebar ke negara-negara lain di Eropa, terutama ke Prancis dan Inggris. Di Prancis, sayuran ini dikenal sebagai choux de Bruxelles dan menjadi bagian dari berbagai hidangan khas. Inggris juga mengadopsi Brussel sprouts ke dalam menu tradisional mereka, sering kali menyajikannya sebagai bagian dari makanan Natal.
Pada abad ke-19, Brussel sprouts dibawa ke Amerika Utara oleh imigran Eropa. Budidayanya berkembang pesat di Amerika Serikat, khususnya di negara bagian Louisiana dan California. Hingga saat ini, California menjadi salah satu produsen utama Brussel sprouts di dunia, berkat iklimnya yang sejuk dan kondisi tanah yang ideal untuk tanaman ini.
Karakteristik dan Cara Budidaya Brussel Sprouts
Brussel sprouts tumbuh dalam bentuk tunas kecil yang tersusun vertikal di sepanjang batang utama tanaman. Satu tanaman Brussel sprouts dapat menghasilkan puluhan hingga ratusan tunas yang berbentuk seperti kubis mini dengan ukuran sekitar 2,5–4 cm.
Tanaman ini lebih cocok tumbuh di daerah dengan suhu sejuk, sekitar 15–18°C. Suhu yang lebih rendah justru membuat rasa Brussel sprouts lebih manis dan lembut, sementara suhu yang lebih panas dapat membuatnya pahit.
Metode Budidaya
Brussel sprouts membutuhkan waktu sekitar 90–180 hari untuk matang setelah ditanam. Karena membutuhkan musim tanam yang lebih panjang, sayuran ini biasanya ditanam pada akhir musim semi atau awal musim panas untuk dipanen saat cuaca mulai dingin di musim gugur atau musim dingin.
Para petani sering kali menanam Brussel sprouts secara berurutan agar dapat dipanen dalam beberapa tahap, sehingga memastikan pasokan yang lebih stabil sepanjang musim.
Manfaat Kesehatan Brussel Sprouts
Brussel sprouts adalah salah satu sayuran yang kaya nutrisi dan memiliki berbagai manfaat kesehatan, di antaranya:
1. Kaya Vitamin dan Mineral
- Vitamin C: Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu produksi kolagen untuk kesehatan kulit.
- Vitamin K: Berperan penting dalam pembekuan darah dan kesehatan tulang.
- Folat: Penting bagi ibu hamil untuk mencegah cacat lahir pada bayi.
- Serat: Membantu pencernaan dan menjaga kesehatan usus.
2. Sumber Antioksidan Tinggi
Brussel sprouts mengandung senyawa antioksidan, seperti kaempferol, yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Antioksidan ini juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis, termasuk kanker dan penyakit jantung.
3. Baik untuk Kesehatan Jantung
Brussel sprouts mengandung serat larut yang membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung.
4. Mendukung Kesehatan Otak dan Peradangan
Kandungan antiinflamasi dalam Brussel sprouts membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, yang berhubungan dengan berbagai penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Popularitas Brussel Sprouts di Era Modern
Pada pertengahan abad ke-20, Brussel sprouts sempat mendapatkan reputasi buruk, terutama di kalangan anak-anak, karena rasanya yang pahit jika dimasak dengan cara yang tidak tepat. Namun, perkembangan teknik memasak modern telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap sayuran ini.
Kini, Brussel sprouts sering dipanggang, ditumis, atau dikombinasikan dengan bumbu seperti bawang putih, madu, dan keju parmesan untuk memberikan rasa yang lebih kaya dan menggugah selera.
Meningkatnya Permintaan di Restoran dan Supermarket
Di restoran, Brussel sprouts kini menjadi salah satu menu favorit, terutama dalam masakan berbasis sayuran dan makanan sehat. Permintaannya di pasar juga meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pola makan sehat.
Bahkan, beberapa petani telah mengembangkan varietas Brussel sprouts yang lebih manis dan lebih sedikit mengandung senyawa pahit, sehingga lebih dapat diterima oleh berbagai kalangan.
Brussel sprouts bukan hanya sekadar sayuran kecil yang unik, tetapi juga memiliki sejarah panjang yang menarik, mulai dari budidaya di Belgia hingga menjadi salah satu sayuran favorit di seluruh dunia. Kaya akan nutrisi dan manfaat kesehatan, Brussel sprouts kini lebih populer dari sebelumnya, terutama setelah banyaknya inovasi dalam cara memasaknya.
Dari meja makan Eropa hingga dapur modern di seluruh dunia, Brussel sprouts telah membuktikan bahwa sayuran ini layak untuk dicoba dan dinikmati dalam berbagai hidangan.
Baca juga artikel lainnya :
ice plant sayuran segar dengan lapisan kristal unik dan manfaat luar biasa