Maskapai Penerbangan China Kuasai Rute Eropa

Eksplora.id - Maskapai penerbangan terbesar China semakin agresif merambah pasar Eropa dengan menawarkan tiket hingga 5% hingga 35% lebih murah dibandingkan maskapai regional lainnya. Strategi ini menjadi tantangan serius bagi maskapai barat seperti Lufthansa, British Airways, dan Virgin Atlantic, yang menghadapi tekanan operasional besar akibat larangan wilayah udara Rusia.
Keunggulan Operasional: Tidak Terpengaruh Larangan Wilayah Udara Rusia
Maskapai milik negara China—Air China, China Eastern Airlines, dan China Southern Airlines—memiliki keunggulan besar karena tetap dapat menggunakan wilayah udara Rusia. Hal ini memungkinkan mereka mengoperasikan rute lebih pendek dan menghemat biaya bahan bakar. Sebaliknya, maskapai Eropa harus menghindari Rusia, yang menambah waktu tempuh hingga beberapa jam dan meningkatkan biaya operasional. Sebagai contoh, penerbangan dari Frankfurt ke Shanghai oleh maskapai Eropa kini memakan waktu rata-rata 13-14 jam, dibandingkan dengan hanya 10-11 jam oleh maskapai China. Selisih ini berdampak signifikan pada efisiensi bahan bakar dan jadwal operasional. “Maskapai Eropa tidak kompetitif dalam hal ini,” kata seorang ahli penerbangan, merujuk pada dampak larangan Rusia terhadap biaya dan daya saing.
Pandangan Konsumen: Harga Murah Menarik, Tapi Kualitas Masih Jadi Pertimbangan
Harga tiket yang lebih murah membuat maskapai China semakin menarik bagi konsumen Eropa, terutama setelah pandemi COVID-19. Namun, beberapa penumpang tetap mempertimbangkan kualitas layanan, seperti kenyamanan kursi, makanan, dan ketepatan waktu. “Saya memilih maskapai China karena harganya jauh lebih murah, tetapi layanan dalam pesawat masih bisa meningkat,” ujar seorang penumpang dari Paris.
Mengapa Masih Merugi?
Meskipun memiliki keunggulan harga dan rute yang lebih pendek, maskapai penerbangan China masih melaporkan kerugian. Beberapa faktor yang berkontribusi adalah:
- Harga Bahan Bakar: Biaya bahan bakar tetap tinggi meskipun rute lebih efisien.
- Pemulihan Pasar: Permintaan perjalanan internasional, terutama dari dan ke China, belum sepenuhnya pulih setelah pandemi.
- Persaingan Internal: Kompetisi antar maskapai domestik juga memengaruhi profitabilitas.
- Subsidisasi Rute: Untuk menjaga daya saing, pemerintah China memberikan dukungan finansial kepada maskapai, namun margin keuntungan tetap tipis.
Langkah Maskapai Barat
Maskapai seperti Lufthansa dan British Airways mencoba menyesuaikan strategi dengan fokus pada rute premium dan layanan berkualitas tinggi untuk menarik konsumen yang bersedia membayar lebih. Namun, tantangan operasional dan biaya tetap menjadi kendala utama dalam mempertahankan daya saing.
Ekspansi maskapai penerbangan China ke Eropa menunjukkan potensi besar, tetapi juga mengungkapkan tantangan untuk mencapai profitabilitas di pasar internasional. Dengan harga tiket yang lebih murah dan rute lebih efisien, mereka mulai menguasai pasar, meskipun konsumen masih mempertimbangkan faktor kualitas layanan. Persaingan ini menunjukkan bahwa sektor penerbangan global semakin dinamis, dan adaptasi strategi menjadi kunci keberhasilan semua pihak.