Desa Dalisodo: Sentra Produksi Dupa di Malang dengan Strategi Keberlanjutan
Desa Dalisodo di Kabupaten Malang telah lama dikenal sebagai pusat produksi dupa dengan banyak perajin yang menghasilkan berbagai jenis dupa berkualitas tinggi.

Eksplora.id - Desa Dalisodo di Kabupaten Malang telah lama dikenal sebagai pusat produksi dupa dengan banyak perajin yang menghasilkan berbagai jenis dupa berkualitas tinggi. Keahlian turun-temurun dalam pembuatan dupa menjadikan desa ini sebagai salah satu sentra industri rumahan yang berkembang pesat. Namun, di balik keberhasilan tersebut, para perajin menghadapi tantangan besar, yaitu persaingan harga yang ketat.
Persaingan Harga yang Mengancam Keberlanjutan Usaha
Banyak perajin di Desa Dalisodo yang saling menurunkan harga demi menarik pembeli, dengan beberapa di antaranya menjual produk hingga 20% lebih murah dari harga pasar. Akibatnya, pendapatan rata-rata perajin menurun hingga 30% dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini berdampak pada penurunan kualitas bahan baku serta mengancam keberlanjutan usaha mereka. Persaingan harga yang tidak sehat ini juga memengaruhi kesejahteraan para perajin, yang terpaksa menekan biaya produksi demi bertahan di pasar.
Solusi: Peran BUMDes dalam Stabilisasi Harga dan Pemasaran
Untuk mengatasi permasalahan ini, langkah strategis telah diterapkan dengan mengelompokkan para perajin dalam wadah yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan adanya BUMDes sebagai pemasar utama produk dupa, persaingan harga yang tidak sehat dapat dikendalikan. BUMDes menetapkan harga jual minimum berdasarkan biaya produksi dan standar kualitas tertentu, sehingga semua perajin mendapatkan keuntungan yang layak.
Strategi pemasaran yang diterapkan meliputi:
- Branding Desa Dalisodo sebagai sentra dupa berkualitas tinggi.
- Pemasaran digital melalui media sosial dan e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar.
- Kerja sama dengan distributor besar agar produk dupa lebih dikenal di pasar nasional dan internasional.
Sistem ini memungkinkan harga jual yang lebih stabil dan adil bagi semua perajin, sehingga mereka tetap mendapatkan keuntungan yang layak tanpa harus bersaing secara tidak sehat.
Peningkatan Kualitas dan Harapan ke Depan
Selain sebagai pemasar, BUMDes juga berperan dalam meningkatkan mutu produk. Dengan adanya pendampingan dan pelatihan, diharapkan produk dupa dari Desa Dalisodo semakin memiliki daya saing di pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Menurut salah satu perajin, Sukardi, sistem ini telah membantu mereka mendapatkan harga yang lebih stabil dan meningkatkan keuntungan. Sementara itu, Kepala Desa Dalisodo menyatakan bahwa kebijakan ini tidak hanya menjaga kesejahteraan perajin, tetapi juga mendorong inovasi dalam produksi dupa agar lebih kompetitif di pasar.
Dengan adanya manajemen pemasaran yang lebih terorganisir, kesejahteraan perajin dapat lebih terjamin tanpa harus terjebak dalam persaingan harga yang merugikan. Ke depan, sistem ini juga bisa menjadi model bagi desa-desa lain dalam mengelola industri rumahan secara lebih berkelanjutan.
Baca juga artikel lainnya :
desa ponggok dari penghasilan rp80 juta menjadi miliaran rupiah berkat wisata air