Perbedaan Lada Putih dan Lada Hitam: Dari Proses, Rasa, hingga Manfaat Kesehatan
Lada putih dan lada hitam sama-sama berasal dari tanaman yang sama, namun memiliki perbedaan rasa, aroma, proses pengolahan, dan manfaat. Simak perbedaan lengkapnya di sini.
Eksplora.id - Lada merupakan salah satu rempah paling populer di dunia dan hampir selalu hadir di dapur masyarakat Indonesia. Meski terlihat sederhana, lada memiliki dua jenis utama yang sering digunakan, yakni lada hitam dan lada putih. Banyak orang mengira perbedaan keduanya hanya soal warna, padahal faktanya jauh lebih kompleks.
Mulai dari proses pengolahan, rasa, aroma, hingga manfaat kesehatan, lada putih dan lada hitam memiliki karakteristik yang berbeda. Memahami perbedaan ini dapat membantu kita memilih jenis lada yang paling sesuai dengan kebutuhan masakan maupun kesehatan.
Berasal dari Tanaman yang Sama
Secara botani, lada putih dan lada hitam berasal dari tanaman yang sama, yaitu Piper nigrum. Perbedaan keduanya muncul bukan karena jenis tanaman yang berbeda, melainkan waktu panen dan cara pengolahannya.
Buah lada sebenarnya berwarna hijau saat masih muda dan akan berubah menjadi merah ketika matang. Dari sinilah perbedaan utama antara lada hitam dan lada putih bermula.
Perbedaan Proses Pengolahan
Lada Hitam
Lada hitam dipanen saat buah lada belum sepenuhnya matang (masih hijau). Setelah dipanen, buah tersebut langsung dikeringkan di bawah sinar matahari. Proses pengeringan ini membuat kulit luar lada mengerut dan berubah warna menjadi hitam.
Lada Putih
Berbeda dengan lada hitam, lada putih dipanen ketika buah lada sudah matang sempurna (berwarna merah). Setelah itu, kulit luar buah direndam dan dikupas, sehingga yang tersisa hanyalah biji lada berwarna putih keabu-abuan.
Proses inilah yang membuat lada putih memiliki aroma dan rasa yang berbeda dibanding lada hitam.
Perbedaan Rasa dan Aroma
Dari segi rasa, lada hitam memiliki aroma yang lebih tajam dan kompleks, dengan sensasi pedas yang hangat dan sedikit pahit. Karena itu, lada hitam sering digunakan untuk masakan yang membutuhkan aroma kuat.
Sementara itu, lada putih memiliki rasa pedas yang lebih bersih dan tajam, namun aromanya tidak sekuat lada hitam. Inilah alasan lada putih sering dipilih untuk masakan berwarna cerah agar tidak mengubah tampilan hidangan.
Perbedaan Penggunaan dalam Masakan
Perbedaan rasa dan aroma membuat penggunaan lada putih dan lada hitam dalam masakan juga berbeda.
Lada hitam umumnya digunakan untuk:
-
Daging panggang
-
Steak
-
Sup berbasis kaldu kuat
-
Masakan Barat dan tumisan
Sedangkan lada putih sering digunakan untuk:
-
Sup bening
-
Soto
-
Bubur
-
Masakan Asia dan Chinese food
-
Hidangan berwarna terang
Pemilihan jenis lada yang tepat dapat meningkatkan cita rasa masakan secara signifikan.
Kandungan dan Manfaat Kesehatan
Baik lada putih maupun lada hitam mengandung piperine, senyawa aktif yang memberikan rasa pedas sekaligus manfaat kesehatan.
Manfaat Lada Hitam
-
Membantu melancarkan pencernaan
-
Bersifat antioksidan
-
Membantu penyerapan nutrisi dalam tubuh
-
Menghangatkan tubuh
Manfaat Lada Putih
-
Membantu meredakan masuk angin
-
Mengurangi bau amis pada makanan
-
Lebih ramah bagi lambung sensitif
-
Membantu meningkatkan metabolisme
Meski manfaatnya hampir serupa, lada putih cenderung lebih sering digunakan dalam pengobatan tradisional Asia.
Mana yang Lebih Baik: Lada Putih atau Lada Hitam?
Tidak ada jawaban mutlak mengenai mana yang lebih baik. Lada putih dan lada hitam memiliki fungsi dan keunggulan masing-masing, tergantung pada kebutuhan.
Jika menginginkan aroma kuat dan rasa yang kompleks, lada hitam adalah pilihan tepat. Namun jika menginginkan rasa pedas yang bersih tanpa mengganggu tampilan masakan, lada putih lebih direkomendasikan.
Meski berasal dari tanaman yang sama, lada putih dan lada hitam memiliki perbedaan signifikan dari segi proses pengolahan, rasa, aroma, penggunaan, hingga manfaat kesehatan. Memahami perbedaan ini tidak hanya membantu meningkatkan kualitas masakan, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan.
Dengan memilih jenis lada yang tepat, kita bisa memaksimalkan cita rasa sekaligus nilai gizi dalam setiap hidangan.**DS
Baca juga artikel lainnya :
andaliman-rempah-khas-batak-yang-unik-berkhasiat-dan-bernilai-ekonomi-tinggi

