Kisah Owner Pisang Kembung: Modal 2 Juta Jadi Empat Cabang
Eksplora.id - Siapa sangka, sebuah gerobak bekas dan modal Rp2 juta bisa menjadi awal perjalanan bisnis pisang kembung yang kini memiliki empat cabang di Lampung. Farhan, seorang pengusaha muda dan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), membuktikan bahwa kegigihan dan kreativitas dapat mengubah ide sederhana menjadi kesuksesan besar.
Berawal dari Hobi Jajan di Yogyakarta
Ketika menempuh pendidikan S1 di UGM, Yogyakarta, Farhan sering mencicipi beragam camilan khas. Salah satu favoritnya adalah olahan pisang yang disajikan dengan cita rasa unik dan menggugah selera. Pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam, hingga saat kembali ke Lampung, ia merasa terinspirasi untuk membawa konsep serupa ke daerah asalnya. “Pisang di Jogja itu enak banget. Saya pikir, kenapa nggak coba buat versi sendiri di Lampung?” kenangnya.
Modal Minim, Semangat Maksimal
Dengan prinsip “cari uang itu nggak ada gengsi,” Farhan memulai bisnisnya pada Maret 2022 dengan modal yang sangat minim — hanya Rp2 juta. Semua perlengkapan, mulai dari gerobak, kompor, hingga meja, ia beli dalam kondisi bekas. Tidak ada yang mewah, hanya tekad besar yang membawanya melangkah. Selama empat bulan pertama, ia bekerja tanpa libur. “Awal buka, yang beli cuma teman-teman dekat. Sehari cuma laku 3–4 kotak. Tapi saya nggak pernah tutup, karena yakin kalau konsisten, hasilnya akan datang,” ujarnya.
Keunikan Pisang Kembung
Farhan memilih pisang janten, varietas khas Lampung yang teksturnya lembut dan manis, sebagai bahan utama. Berbeda dengan kompetitor yang umumnya menggunakan pisang tanduk atau pisang kepok, keputusan ini menjadi ciri khas Pisang Kembung. Dengan konsep porsi sharing, Farhan ingin menjadikan camilannya sebagai pilihan untuk dinikmati bersama keluarga atau teman. Sebelum memulai produksi, ia melakukan riset selama tiga bulan untuk memastikan rasa, tekstur, dan penyajian yang terbaik. Hingga kini, Farhan hanya bekerja sama dengan satu pemasok lokal, menunjukkan komitmennya pada kualitas dan keberlanjutan usaha.
Dari Ide ke Empat Cabang
Dalam tiga tahun, usaha yang dimulai dari satu gerobak bekas ini telah berkembang menjadi empat cabang yang tersebar di Lampung. Kesuksesan ini tidak lepas dari kreativitasnya dalam mengembangkan varian rasa dan strategi pemasaran. “Bisnis itu nggak mudah, tapi bisa kalau kita mau menjalani. Modal kecil bukan alasan untuk nggak mulai,” tambahnya.
Membangun Hubungan dengan Pekerja
Farhan menyadari bahwa keberhasilan bisnis tidak lepas dari peran para pekerjanya. Oleh karena itu, ia selalu menjaga hubungan yang baik dengan pendekatan dari hati ke hati. Ia mengedepankan kenyamanan dengan mendengarkan kebutuhan karyawan, baik secara profesional maupun pribadi. “Ketika kita membangun saling percaya, tim jadi lebih solid dan semangat kerja mereka juga meningkat,” ungkapnya.
Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda
Farhan percaya bahwa kunci sukses adalah konsistensi dan kemauan untuk belajar dari setiap tantangan. Ia ingin menginspirasi generasi muda untuk tidak takut memulai, meski dengan keterbatasan. “Modal itu seminim mungkin. Saya pertama kali cuma punya Rp2 juta. Sekarang, lihat sendiri hasilnya. Yang penting adalah tekad dan kerja keras,” pesannya.