Rahasia di Balik Kota Kotak Barcelona yang Jadi Contoh Tata Kota Modern

Kawasan Eixample di Barcelona terkenal dengan pola kota berbentuk kotak bersudut terpotong. Desain abad ke-19 ini ternyata dibuat untuk meningkatkan kualitas hidup warga.

Jun 16, 2026 - 13:37
 0  3
Rahasia di Balik Kota Kotak Barcelona yang Jadi Contoh Tata Kota Modern
Sumber foto : gg

Eksplora.id - Saat melihat foto udara Barcelona, banyak orang langsung menyadari ada sesuatu yang unik.

Berbeda dari kebanyakan kota yang tumbuh secara organik dengan jalan berliku dan tata ruang tidak beraturan, sebagian besar kawasan Barcelona tampak tersusun seperti papan catur raksasa. Blok-blok bangunannya berbentuk persegi yang nyaris seragam, lengkap dengan sudut-sudut yang terpotong di setiap persimpangan.

Pola ini paling jelas terlihat di kawasan Eixample, salah satu distrik paling terkenal di kota tersebut.

Namun bentuk yang unik ini ternyata bukan sekadar soal estetika.

Visi Seorang Perencana Kota Abad ke-19

Di balik desain Eixample terdapat sosok Ildefons Cerdà, seorang insinyur dan perencana kota yang pada pertengahan abad ke-19 mendapat tugas merancang perluasan Barcelona.

Saat itu, Barcelona menghadapi masalah klasik kota besar: kepadatan penduduk, sanitasi buruk, minim ruang terbuka, dan sirkulasi udara yang tidak sehat.

Alih-alih hanya menambah bangunan baru, Cerdà mencoba memikirkan bagaimana kota bisa dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup penghuninya.

Mengapa Sudut Bangunannya Dipotong?

Salah satu ciri paling mencolok Eixample adalah sudut bangunan yang dipotong atau dikenal sebagai chamfered corners.

Desain ini memiliki beberapa fungsi sekaligus.

Pertama, menciptakan ruang lebih luas di setiap persimpangan sehingga kendaraan dan pejalan kaki memiliki visibilitas yang lebih baik.

Kedua, memungkinkan sinar matahari masuk lebih banyak ke jalan-jalan kota.

Ketiga, membantu sirkulasi udara sehingga kawasan tidak terasa terlalu padat dan pengap.

Apa yang terlihat sederhana dari udara ternyata merupakan hasil pemikiran yang sangat maju untuk zamannya.

Kota yang Dirancang untuk Cahaya dan Udara

Pada abad ke-19, banyak kota Eropa menghadapi persoalan kesehatan akibat lingkungan yang padat dan minim ventilasi.

Cerdà percaya bahwa akses terhadap udara bersih dan cahaya matahari bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar warga kota.

Karena itu, blok-blok bangunan di Eixample dirancang dengan ruang terbuka di bagian tengah serta jarak yang cukup lebar antarjalan.

Konsep ini memungkinkan cahaya dan udara mengalir lebih baik dibandingkan kawasan kota tua yang sempit.

Lebih dari Sekadar Tata Jalan

Yang menarik, visi Cerdà tidak hanya berfokus pada bangunan dan jalan.

Ia juga memikirkan aspek sosial. Dalam rancangannya, setiap warga seharusnya memiliki akses yang relatif setara terhadap ruang publik, taman, layanan kesehatan, hingga pendidikan.

Gagasan tersebut membuat banyak ahli tata kota menyebut Eixample sebagai salah satu contoh awal perencanaan kota modern yang berpusat pada manusia.

Masih Jadi Inspirasi Hingga Sekarang

Lebih dari 150 tahun setelah dirancang, kawasan Eixample masih menjadi salah satu contoh tata kota yang sering dipelajari oleh arsitek dan urban planner di seluruh dunia.

Di era ketika banyak kota menghadapi kemacetan, polusi, dan kepadatan berlebihan, konsep yang dikembangkan Cerdà justru kembali relevan.

Bahkan berbagai proyek kota berkelanjutan saat ini masih mengambil inspirasi dari prinsip-prinsip yang ia terapkan pada abad ke-19.

Sekilas, Eixample mungkin hanya terlihat seperti kumpulan blok bangunan berbentuk kotak yang tersusun rapi.

Namun di balik pola geometris tersebut tersimpan sebuah ide besar: bahwa kota seharusnya dirancang untuk manusia, bukan sekadar untuk bangunan dan kendaraan.

Lebih dari satu abad kemudian, Barcelona masih menjadi bukti bahwa desain kota yang baik bukan hanya soal keindahan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah ruang dapat membuat hidup warganya menjadi lebih sehat, nyaman, dan manusiawi.**DS

Baca juga artikel lainnya :

denmark-ubah-bus-bekas-jadi-toko-keliling-untuk-lansia-dan-warga-desa