Ditolak Kerja Berkali-kali, Wafiq Zuhair Kini Bangun Jembatan untuk Pedalaman
Kisah inspiratif Wafiq Zuhair yang gagal mendapat pekerjaan, namun berhasil menemukan panggilan hidupnya dengan membangun jembatan untuk masyarakat terpencil.
Eksplora.id - Bagi banyak orang, kesuksesan sering diukur dari pekerjaan mapan, jabatan tinggi, atau pencapaian finansial sebelum usia 30 tahun. Namun kisah Wafiq Zuhair menunjukkan bahwa jalan hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Sebelum dikenal melalui kegiatan sosial dan pembangunan jembatan di daerah terpencil, Wafiq pernah berada di posisi yang tidak mudah. Lulusan psikologi itu mengaku sempat kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan kuliah.
Tanpa pengalaman kerja dan tanpa koneksi yang bisa membantu membuka jalan, ia mencoba berbagai peluang yang tersedia. Mulai dari melamar sebagai staf HRD, guru privat, hingga sales di sebuah startup. Namun hasilnya selalu sama: gagal.
Bahkan ada kalanya ia tidak berhasil melewati tahapan awal seleksi dan harus pulang dengan tangan kosong.
Ketika Semua Lamaran Berakhir Penolakan
Masa-masa mencari pekerjaan menjadi periode yang penuh ketidakpastian bagi Wafiq. Hampir setiap hari ia mengirim lamaran dan mencoba berbagai lowongan yang tersedia.
Namun satu per satu pintu yang diketuk tidak kunjung terbuka.
Bagi anak muda yang berasal dari kampus kecil di luar Pulau Jawa, tanpa pengalaman kerja dan tanpa jaringan profesional yang kuat, rasa minder sempat muncul berkali-kali.
Meski begitu, ia memilih untuk terus mencoba.
"Saya percaya kewajiban kita adalah berusaha sampai titik terakhir," ungkapnya.
Nekat Mendirikan Yayasan
Di tengah kebuntuan mencari pekerjaan, Wafiq bersama seorang sahabat mengambil langkah yang tidak biasa. Mereka memutuskan mendirikan yayasan sosial.
Modal mereka saat itu bukanlah dana besar atau pengalaman organisasi yang panjang. Yang mereka miliki hanyalah semangat dan kepedulian terhadap masyarakat, sesuatu yang sudah tumbuh sejak aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan relawan kebencanaan saat kuliah.
Namun perjalanan membangun yayasan tidak langsung berjalan mulus.
Salah satu program utama yang mereka jalankan adalah pembangunan jembatan di daerah pedalaman. Sayangnya, program tersebut nyaris berhenti karena kekurangan dana.
Selama hampir satu setengah tahun, tidak ada perkembangan berarti.
Titik Balik yang Mengubah Segalanya
Keadaan mulai berubah setelah Wafiq mendapat kesempatan tampil dalam sebuah wawancara televisi.
Tak lama setelah tayangan tersebut, sebuah telepon masuk dari seseorang yang belum pernah ia kenal sebelumnya. Orang itu mengaku tertarik dengan program pembangunan jembatan yang sedang dijalankan.
Yang mengejutkan, sang donatur bersedia memberikan bantuan dalam jumlah besar, cukup untuk menutupi kekurangan biaya pembangunan jembatan pertama.
Bagi Wafiq, momen itu menjadi titik balik yang mengubah arah perjalanan hidupnya.
Dari Satu Jembatan Menjadi Belasan Jembatan
Jembatan pertama akhirnya berhasil berdiri setelah melalui perjuangan panjang.
Sejak saat itu, kepercayaan masyarakat mulai tumbuh. Yayasan yang sebelumnya sulit mendapatkan dukungan perlahan dikenal lebih luas.
Banyak perusahaan, komunitas, hingga figur publik mulai ikut membantu berbagai program yang mereka jalankan.
Dari satu jembatan, program tersebut berkembang hingga berhasil membangun belasan jembatan yang membantu mobilitas masyarakat di berbagai daerah terpencil.
Ketika Kegagalan Menjadi Jalan Menuju Tujuan
Bagi Wafiq, pengalaman ditolak berkali-kali saat mencari pekerjaan justru menjadi pelajaran berharga.
Ia meyakini bahwa setiap usaha yang dilakukan tidak pernah sia-sia, meskipun hasilnya tidak selalu sesuai harapan.
Jika saat itu ia berhenti mencoba setelah beberapa kali gagal, mungkin ia tidak akan menemukan jalan hidup yang kini dijalaninya.
Kisahnya menjadi pengingat bahwa kegagalan bukan selalu tanda untuk berhenti. Kadang, kegagalan justru mengarahkan seseorang menuju tempat yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Dan bagi Wafiq Zuhair, jalan yang awalnya penuh penolakan ternyata membawanya menjadi penghubung harapan bagi masyarakat di pedalaman Indonesia.**DS
Baca juga artikel lainnya :
kisah-felix-degei-anak-papua-yang-menembus-dunia-demi-pendidikan

