Begini Cara Jepang Mencetak Uang yang Sulit Dipalsukan

Jepang mencetak uang dengan kombinasi lukisan tangan, serat Mitsumata, hingga hologram 3D berputar. Simak teknologi canggih di balik uang yang sulit dipalsukan.

Apr 14, 2026 - 13:37
 0  5
Begini Cara Jepang Mencetak Uang yang Sulit Dipalsukan
Sumber foto : Istock

Eksplora.id - Di tengah era serba digital, ada satu hal menarik dari Jepang yang jarang disadari: proses pembuatan uangnya masih memadukan teknik tradisional dengan teknologi super canggih.

Bahkan, sebagian prosesnya masih melibatkan sentuhan tangan manusia—bukan sepenuhnya mesin.

Kombinasi inilah yang membuat uang Jepang dikenal sebagai salah satu yang paling sulit dipalsukan di dunia.

Sentuhan Seni: Dari Kuas ke Detail Mikro

Salah satu hal yang membuat uang Jepang istimewa adalah tahap desainnya. Para desainer tidak langsung bekerja dengan komputer, tetapi memulai dari lukisan tangan menggunakan kuas.

Teknik ini memungkinkan detail yang sangat halus dan kompleks, yang kemudian diterjemahkan ke dalam cetakan dengan presisi tinggi. Hasilnya bukan sekadar uang, tapi juga karya seni dengan tingkat detail yang sulit ditiru.

Detail seperti garis halus, tekstur wajah, hingga ornamen kecil menjadi “jebakan” bagi pemalsu karena sangat rumit untuk direplikasi.

Bahan Khusus: Kertas dari Tanaman Mitsumata

Tidak hanya dari sisi desain, bahan uang Jepang juga berbeda.

Mereka menggunakan serat dari tanaman Mitsumata, yang menghasilkan kertas dengan karakteristik kuat, lentur, dan tahan lama.

Kertas ini juga memiliki tekstur khas yang sulit ditiru oleh bahan biasa. Jadi, bahkan tanpa melihat desainnya, perbedaan sudah bisa dirasakan hanya dengan menyentuhnya.

Teknik Cetak Timbul yang Bisa Diraba

Uang Jepang juga menggunakan teknik cetak khusus yang menghasilkan permukaan timbul. Ini bukan hanya untuk estetika, tapi juga sebagai fitur keamanan.

Ketika diraba, beberapa bagian uang terasa lebih kasar atau menonjol. Teknik ini membantu masyarakat—termasuk penyandang tunanetra—untuk mengenali uang dengan lebih mudah, sekaligus menyulitkan pemalsuan.

Hologram 3D: Teknologi yang Bisa “Berputar”

Salah satu inovasi paling menarik adalah penggunaan hologram 3D pada uang kertas terbaru Jepang.

Berbeda dari hologram biasa, teknologi ini mampu menampilkan efek visual yang terlihat seperti “berputar” ketika uang dimiringkan. Efek ini menciptakan ilusi tiga dimensi yang sangat sulit ditiru dengan teknologi biasa.

Fitur ini menjadi salah satu terobosan terbaru dalam sistem keamanan uang kertas di dunia.

Kenapa Harus Serumit Ini?

Pemalsuan uang adalah masalah serius yang bisa berdampak besar pada ekonomi suatu negara.

Karena itu, Jepang memilih pendekatan berlapis:

  • Menggabungkan seni tradisional
  • Menggunakan bahan alami khusus
  • Menambahkan teknologi mutakhir

Semakin kompleks prosesnya, semakin kecil kemungkinan uang tersebut bisa dipalsukan.

Bagaimana dengan Indonesia?

Kalau dibandingkan, Indonesia sebenarnya juga sudah menggunakan berbagai fitur keamanan pada uangnya, seperti watermark, benang pengaman, dan tinta khusus.

Namun, teknologi seperti hologram 3D yang “berputar” masih tergolong baru dan belum banyak digunakan secara luas.

Pertanyaannya, apakah Indonesia perlu mengadopsi teknologi seperti Jepang?

Jawabannya tergantung pada kebutuhan dan tingkat ancaman pemalsuan. Teknologi tinggi memang meningkatkan keamanan, tapi juga membutuhkan biaya produksi yang lebih besar.

Perpaduan Tradisi dan Teknologi

Yang membuat Jepang menarik bukan hanya teknologinya, tapi cara mereka mempertahankan proses tradisional di tengah kemajuan zaman.

Dari goresan kuas hingga hologram 3D, semuanya bekerja bersama untuk satu tujuan: menjaga keaslian uang.

Dan mungkin, di situlah pelajaran terbesarnya—bahwa inovasi tidak selalu berarti meninggalkan tradisi, tapi justru menggabungkannya dengan cara yang lebih cerdas.**DS

Baca juga artikel lainnya :

umkm-wajib-tahu-pentingnya-pencatatan-keuangan-untuk-usaha-yang-lebih-tertata-dan-berkembang