FIFGROUP Gelar Jam Sosial Mengajar 2026 di SMAN 1 Penengahan, Bekali Pelajar dengan Literasi Keuangan
FIFGROUP Cabang Kalianda melalui program Jam Sosial Mengajar 2026 menggelar edukasi literasi keuangan di SMAN 1 Penengahan, Lampung Selatan. Kegiatan yang dihadiri Branch Manager FIFGROUP Cabang Kalianda Hans Wirajaya Purba, Taqwa Walessa Sihite, Vina Rosita, guru Risya Chairunnisa, serta para siswa tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan profil dan dunia kerja FIFGROUP kepada generasi muda. Edukasi menekankan pentingnya membangun kebiasaan finansial sejak dini, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur uang saku, menabung, menentukan skala prioritas, serta memahami manfaat dan risiko sebelum mengambil keputusan keuangan. Di tengah semakin mudahnya akses transaksi digital, pemahaman literasi keuangan dinilai penting agar generasi muda mampu mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab. Melalui Jam Sosial Mengajar, FIFGROUP Cabang Kalianda turut mendorong sinergi antara dunia usaha dan pendidikan dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki bekal keterampilan mengelola keuangan untuk menghadapi masa depan.
LAMPUNG SELATAN, EKSPLORA.ID — Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi kehidupan yang semakin dinamis. Hal tersebut menjadi perhatian PT Federal International Finance (FIFGROUP) melalui pelaksanaan program Jam Sosial Mengajar 2026 di SMAN 1 Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.
Kegiatan tersebut diisi dengan penyuluhan mengenai literasi keuangan sekaligus pengenalan profil perusahaan FIFGROUP kepada para siswa dan siswi. Edukasi ini diharapkan dapat menanamkan kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak usia sekolah.
Kegiatan dihadiri oleh Hans Wirajaya Purba, selaku Branch Manager FIFGROUP Cabang Kalianda, Taqwa Walessa Sihite, selaku Finatra Sales and Collection Section Head, serta Vina Rosita, selaku Branch Support Coordinator. Dari pihak SMAN 1 Penengahan, kegiatan turut dihadiri Risya Chairunnisa, selaku guru, serta para siswa dan siswi yang mengikuti rangkaian kegiatan.
Dorong Pelajar Memahami Pengelolaan Keuangan Sejak Dini
Hans Wirajaya Purba mengatakan, literasi keuangan merupakan pengetahuan yang penting diberikan kepada generasi muda karena keputusan mengenai keuangan akan menjadi bagian dari kehidupan mereka ketika memasuki fase dewasa.
“Kami ingin memberikan pemahaman kepada para siswa bahwa literasi keuangan bukan hanya tentang menabung, tetapi juga bagaimana membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas, serta mengambil keputusan keuangan secara bijak. Kebiasaan tersebut penting dibangun sejak dini sebagai bekal mereka menghadapi masa depan.”
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuat generasi muda semakin dekat dengan berbagai aktivitas keuangan. Kondisi tersebut memberikan kemudahan, namun pada saat yang sama membutuhkan pemahaman agar setiap keputusan yang berkaitan dengan uang dilakukan secara bertanggung jawab.
“Generasi muda saat ini sangat dekat dengan teknologi dan berbagai kemudahan transaksi. Karena itu, mereka perlu memiliki pengetahuan yang cukup agar tidak sekadar mengikuti tren, tetapi mampu memahami manfaat dan risiko dari setiap keputusan keuangan yang diambil,” ujar Hans.
Bukan Sekadar Menabung
Dalam sesi edukasi, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai berbagai konsep dasar pengelolaan keuangan. Mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, membuat skala prioritas, mengatur uang saku, membangun kebiasaan menabung, hingga memahami risiko sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan.
Literasi keuangan menjadi semakin relevan bagi generasi muda karena aktivitas ekonomi kini semakin terintegrasi dengan teknologi digital. Pelajar dapat dengan mudah melakukan transaksi, berbelanja secara daring, menerima berbagai penawaran produk, maupun menemukan informasi mengenai layanan keuangan melalui internet dan media sosial.
Di tengah kemudahan tersebut, kemampuan untuk memahami informasi menjadi hal yang tidak kalah penting. Generasi muda perlu dibiasakan untuk tidak mengambil keputusan finansial hanya karena mengikuti tren atau ajakan orang lain. Mereka juga perlu memahami bahwa setiap keputusan keuangan memiliki konsekuensi yang harus dipertimbangkan.
Mengenalkan Dunia Industri kepada Pelajar
Selain memberikan edukasi literasi keuangan, Jam Sosial Mengajar juga menjadi sarana bagi FIFGROUP untuk memperkenalkan profil perusahaan kepada para siswa SMAN 1 Penengahan.
Para siswa mendapatkan gambaran mengenai FIFGROUP sebagai perusahaan pembiayaan yang merupakan bagian dari Astra Financial, termasuk bagaimana perusahaan menjalankan aktivitas bisnis dan memberikan layanan kepada masyarakat. Pengenalan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan siswa mengenai dunia industri dan dunia kerja.
Bagi pelajar, mengenal perusahaan secara langsung dapat memberikan gambaran bahwa dunia profesional tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan yang terlihat dari luar, tetapi juga membutuhkan berbagai kompetensi, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, pelayanan, serta tanggung jawab.
Membangun Kebiasaan Finansial yang Sehat
Literasi keuangan pada dasarnya tidak harus dimulai dari hal yang rumit. Pelajar dapat memulainya melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Mencatat pengeluaran, menyisihkan sebagian uang untuk ditabung, menentukan prioritas sebelum membeli sesuatu, serta membandingkan kebutuhan dengan kemampuan keuangan merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan sejak sekolah. Kebiasaan tersebut akan menjadi fondasi ketika seseorang mulai memiliki penghasilan sendiri dan harus mengambil keputusan finansial yang lebih kompleks.
Karena itu, edukasi literasi keuangan di lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.
Sinergi Dunia Pendidikan dan Dunia Usaha
Pelaksanaan Jam Sosial Mengajar 2026 di SMAN 1 Penengahan juga menunjukkan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha dalam memberikan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata.
Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk membangun karakter dan keterampilan yang akan dibutuhkan siswa ketika memasuki kehidupan bermasyarakat.
Di sisi lain, keterlibatan dunia usaha melalui program sosial dan edukasi dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung peningkatan pemahaman masyarakat.
Bagi FIFGROUP Cabang Kalianda, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat di wilayah operasionalnya, khususnya dalam memberikan edukasi kepada generasi muda.
Hans menambahkan, pihaknya berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, apa yang disampaikan hari ini tidak berhenti sebagai materi di dalam kelas. Kami ingin para siswa dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur uang saku, menabung, menentukan prioritas, sampai lebih bijak ketika mengambil keputusan yang berkaitan dengan keuangan.”
Kegiatan Jam Sosial Mengajar 2026 di SMAN 1 Penengahan pun menjadi momentum untuk menanamkan pesan bahwa cerdas mengelola keuangan merupakan bagian dari mempersiapkan masa depan.
Bagi generasi muda, kemampuan tersebut bukan hanya tentang bagaimana memiliki uang, tetapi juga bagaimana mengelola, merencanakan, dan mempertanggungjawabkan setiap keputusan keuangan yang dibuat.

