Michael Bambang Hartono Wafat di Usia 86 Tahun, Jejak Pengusaha dan Pecinta Bridge Indonesia

Michael Bambang Hartono, pemilik Djarum Group, wafat di usia 86 tahun di Singapura. Simak profil, perjalanan bisnis, dan dedikasinya di dunia olahraga bridge.

Mar 19, 2026 - 23:07
 0  1
Michael Bambang Hartono Wafat di Usia 86 Tahun, Jejak Pengusaha dan Pecinta Bridge Indonesia
sumber foto : gg

Eksplora.id - Kabar duka datang dari dunia bisnis Indonesia. Pemilik Djarum Group, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada usia 86 tahun, Kamis (19/3/2026) di Singapura. Almarhum menghembuskan napas terakhir pada pukul 13.15 waktu setempat.

Dalam pernyataan resmi, pihak perusahaan melalui Media Relations, Budi Darmawan, menyampaikan bahwa almarhum dikenang sebagai sosok yang bijaksana, rendah hati, serta memiliki dedikasi tinggi dalam kehidupan dan pekerjaannya. Nilai-nilai tersebut disebut meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga, kolega, serta banyak pihak yang pernah berinteraksi dengannya.

Sosok Penting di Balik Djarum Group

Michael Bambang Hartono dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan industri di Indonesia. Bersama sang adik, Robert Budi Hartono, ia melanjutkan dan mengembangkan bisnis keluarga setelah kepergian ayah mereka pada tahun 1963.

Perusahaan yang diwariskan tersebut kemudian tumbuh menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia melalui Djarum Group. Di bawah kepemimpinan mereka, bisnis keluarga tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat hingga menjadi salah satu konglomerasi besar di tanah air.

Keberhasilan ini mengantarkan Michael Bambang Hartono sebagai salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Indonesia. Bahkan, ia pernah dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada tahun 2011.

Lahir dari Kudus, Tumbuh Menjadi Pengusaha Besar

Lahir di Kudus, perjalanan hidup Michael Bambang Hartono mencerminkan proses panjang dari bisnis keluarga sederhana hingga menjadi perusahaan besar. Ketekunan, visi jangka panjang, serta kemampuan membaca peluang menjadi faktor penting dalam kesuksesan yang diraihnya.

Meski dikenal sebagai pengusaha besar, almarhum juga dikenal memiliki kepribadian yang sederhana dan tidak banyak tampil di publik. Sikap rendah hati inilah yang membuatnya dihormati oleh banyak kalangan.

Dedikasi di Dunia Olahraga Bridge

Di luar dunia bisnis, Michael Bambang Hartono juga memiliki kecintaan terhadap olahraga, khususnya bridge. Ia bahkan aktif sebagai atlet dan pernah mewakili Indonesia dalam ajang Asian Games 2018.

Dalam kompetisi tersebut, ia berhasil meraih medali perunggu, sebuah pencapaian yang menunjukkan dedikasinya tidak hanya di dunia usaha, tetapi juga di bidang olahraga.

Ia pernah mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap bridge tidak lepas dari keinginannya untuk menjaga ketajaman berpikir. Baginya, olahraga kartu ini menjadi cara untuk melatih konsentrasi dan mencegah penurunan daya ingat.

Selain sebagai atlet, ia juga berperan aktif dalam organisasi, termasuk sebagai Ketua Dewan Pembina PB GABSI, yang menaungi olahraga bridge di Indonesia.

Warisan Nilai dan Inspirasi

Kepergian Michael Bambang Hartono meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan perusahaan, tetapi juga bagi dunia bisnis Indonesia. Sosoknya dikenal tidak hanya karena kesuksesan finansial, tetapi juga karena nilai-nilai yang ia pegang.

Kebijaksanaan, kerja keras, serta konsistensi menjadi bagian dari warisan yang ditinggalkannya. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Kehidupan Michael Bambang Hartono adalah gambaran perjalanan panjang seorang pengusaha yang berhasil membangun dan mempertahankan bisnis besar, sekaligus tetap menjaga kesederhanaan dalam kehidupan.

Dari Kudus hingga dikenal di tingkat nasional dan internasional, jejaknya akan terus dikenang sebagai bagian penting dari sejarah ekonomi Indonesia.**DS

Baca juga artikel lainnya :

sariwangi-resmi-berpindah-tangan-ke-grup-djarum-babak-baru-teh-legendaris-indonesia