Ekspor Mobil Indonesia Melonjak di Awal 2026, Daya Saing Industri Nasional Kian Kuat
Ekspor mobil Indonesia naik 23,3% di awal 2026 mencapai 86.588 unit. Toyota, Daihatsu, dan Mitsubishi memimpin, memperkuat daya saing global industri otomotif nasional.
Eksplora.id - Kinerja ekspor mobil buatan Indonesia menunjukkan tren yang semakin menggembirakan di awal tahun 2026. Peningkatan signifikan ini menjadi sinyal kuat bahwa industri otomotif nasional semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar global.
Dalam dua bulan pertama tahun ini, total ekspor kendaraan tercatat mencapai 86.588 unit. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 23,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan tingginya permintaan pasar internasional terhadap produk otomotif buatan Indonesia.
Lonjakan Signifikan di Februari 2026
Performa ekspor semakin terlihat kuat pada Februari 2026. Ekspor mobil utuh atau completely built up (CBU) tercatat mencapai 46.585 unit, meningkat tajam dibandingkan Februari tahun lalu.
Tidak hanya itu, jika dibandingkan dengan Januari 2026, terjadi kenaikan sekitar 6.500 unit atau tumbuh 16,5 persen. Tren ini menunjukkan bahwa permintaan ekspor tidak hanya stabil, tetapi juga terus mengalami peningkatan dalam waktu singkat.
Kenaikan bertahap ini menjadi indikator bahwa pasar global semakin percaya terhadap kualitas kendaraan produksi Indonesia.
Dominasi Merek Jepang di Pasar Ekspor
Dari sisi produsen, Toyota Motor Corporation masih menjadi pemimpin dalam ekspor mobil dari Indonesia dengan pangsa pasar terbesar. Posisi ini kemudian diikuti oleh Daihatsu Motor Co., Ltd. dan Mitsubishi Motors Corporation.
Dominasi merek Jepang ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara produsen global dan basis produksi di Indonesia berjalan dengan sangat baik. Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi pusat produksi yang strategis untuk ekspor.
Ekspor CKD Ikut Menguat
Selain kendaraan utuh, ekspor dalam bentuk completely knocked down (CKD) juga menunjukkan tren yang positif. Pada Februari 2026, ekspor CKD mencapai 7.898 set dan terus mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.
Peningkatan ekspor CKD ini menandakan bahwa Indonesia tidak hanya mengekspor produk jadi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri otomotif global.
Indonesia Kian Diperhitungkan di Pasar Global
Konsistensi pertumbuhan ekspor ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi otomotif yang diperhitungkan di dunia. Dukungan infrastruktur industri, tenaga kerja, serta investasi dari produsen global menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ini.
Ke depan, tren positif ini diharapkan terus berlanjut seiring dengan peningkatan kualitas produksi dan diversifikasi pasar ekspor. Dengan momentum yang ada, industri otomotif nasional memiliki peluang besar untuk memperluas jangkauan dan memperkuat posisinya di kancah internasional.**DS
Baca juga artikel lainnya :
kontroversi-impor-105000-mobil-pick-up-dari-india-efisiensi-atau-ancaman-industri-lokal

