Hoodie: Dari Seragam Pekerja Dingin Jadi Ikon Streetwear Dunia
Hoodie awalnya dibuat untuk pekerja cold storage di New York. Kini jadi ikon streetwear dunia setelah melalui sejarah panjang dan stigma negatif.
Eksplora.id - Hoodie yang sekarang jadi salah satu fashion item paling populer ternyata tidak lahir dari dunia gaya atau tren. Jauh sebelum menjadi simbol streetwear, hoodie diciptakan untuk kebutuhan yang sangat fungsional.
Pada tahun 1930-an, brand Champion yang berada di bawah Knickerbocker Knitting Company menjadi pelopor lahirnya hoodie. Saat itu, hoodie dirancang khusus untuk para pekerja cold storage di New York City yang harus bekerja di suhu sangat dingin.
Desainnya sederhana namun efektif: bahan tebal untuk menjaga kehangatan, serta tambahan penutup kepala (hood) untuk melindungi dari udara dingin ekstrem. Fungsi adalah prioritas utama, bukan penampilan.
Masuk ke Budaya Populer
Perjalanan hoodie mulai berubah pada era 1970-an. Pakaian yang awalnya identik dengan pekerja mulai masuk ke budaya populer, salah satunya melalui film Rocky yang menampilkan karakter petinju berlatih dengan hoodie.
Di waktu yang hampir bersamaan, hoodie juga mulai diadopsi oleh komunitas Hip-Hop di New York. Dari sinilah hoodie perlahan bertransformasi dari pakaian kerja menjadi simbol identitas, ekspresi diri, dan gaya hidup jalanan.
Pernah Dapat Stigma Negatif
Meski semakin populer, perjalanan hoodie tidak selalu mulus. Pada era 1990 hingga 2000-an di Amerika Serikat, hoodie sempat mendapat stigma negatif. Pakaian ini sering dikaitkan dengan kriminalitas dan identitas “jalanan”, terutama karena sering digunakan untuk menyembunyikan identitas.
Akibatnya, di beberapa tempat hoodie bahkan sempat dianggap mencurigakan dan tidak diterima dalam situasi tertentu.
Namun, justru dari stigma tersebut, hoodie semakin melekat kuat dengan kultur street. Ia menjadi simbol kebebasan, perlawanan, dan identitas anak muda.
Dari Stigma ke Tren Global
Seiring waktu, persepsi terhadap hoodie mulai berubah. Dunia fashion mulai mengadopsi hoodie sebagai bagian dari tren global. Brand-brand besar hingga desainer ternama menjadikan hoodie sebagai item utama dalam berbagai koleksi mereka.
Kini, hoodie tidak lagi identik dengan satu kelompok tertentu. Sebaliknya, ia menjadi pakaian yang inklusif—bisa dipakai siapa saja, di mana saja.
Simbol Gaya yang Fleksibel
Salah satu alasan hoodie tetap bertahan hingga sekarang adalah fleksibilitasnya. Hoodie bisa dipadukan dengan berbagai gaya, mulai dari kasual hingga semi-formal, tergantung cara memakainya.
Selain itu, hoodie juga dikenal sebagai pakaian yang nyaman dan effortless. Tidak heran jika item ini menjadi pilihan utama untuk aktivitas sehari-hari, baik untuk bersantai maupun beraktivitas di luar rumah.
Lebih dari Sekadar Fashion
Hoodie bukan hanya soal gaya. Perjalanan panjangnya—dari seragam pekerja hingga ikon streetwear—menunjukkan bahwa sebuah pakaian bisa memiliki makna yang jauh lebih dalam.
Dari fungsi, identitas, hingga ekspresi diri, hoodie telah melewati berbagai fase dan tetap relevan di setiap generasi.**DS
Baca juga artikel lainnya :
kisah-sepatu-vans-dari-toko-kecil-di-california-hingga-ikon-fashion-dunia

