Mentan Amran Tegas: Tak Ada Ampun untuk Impor Ilegal Pangan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan sikap tegas pemerintah terhadap impor ilegal pangan yang dinilai merugikan petani, mengancam produksi nasional, dan merusak ekosistem pertanian Indonesia.

Jan 12, 2026 - 22:56
 0  18
Mentan Amran Tegas: Tak Ada Ampun untuk Impor Ilegal Pangan
Sumber foto : Instagram

Eksplora.id - Pemerintah menegaskan sikap keras terhadap praktik impor ilegal pangan yang dinilai semakin merugikan petani dan melemahkan ketahanan pangan nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi sedikit pun bagi pihak-pihak yang bermain di balik masuknya pangan ilegal ke Indonesia.

Menurut Mentan Amran, impor ilegal bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan ancaman nyata bagi ekosistem pertanian nasional yang selama ini menjadi penopang hidup jutaan rakyat.


Ancaman Serius bagi Petani dan Produksi Nasional

Mentan Amran menekankan bahwa Indonesia memiliki sekitar 160 juta petani serta 4–5 juta peternak yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian dan peternakan. Praktik impor ilegal, kata dia, secara langsung merusak harga pasar, mematikan semangat produksi, dan menekan pendapatan petani lokal.

“Impor ilegal itu menghancurkan. Harga jatuh, petani rugi, dan produksi nasional bisa anjlok. Ini bukan masalah kecil,” ujarnya.

Ia menilai, membiarkan pangan ilegal masuk sama saja dengan mengorbankan kepentingan nasional demi keuntungan segelintir pihak.


Tidak Boleh Korbankan Rakyat Demi Oknum

Dalam pernyataannya, Mentan Amran menyampaikan kemarahan sekaligus komitmennya untuk melindungi petani Indonesia. Ia menyebut tidak masuk akal jika negara harus mengorbankan puluhan bahkan ratusan juta rakyat hanya demi kepentingan segelintir oknum.

“Masa mau korbankan 100 juta orang hanya karena 10 atau 20 orang? Ini tidak benar. Tidak boleh ada ampun,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah siap mengambil langkah hukum tegas, termasuk penindakan dan penegakan aturan lintas sektor.


Menjaga Ekosistem Pertanian dan Ketahanan Pangan

Impor ilegal pangan tidak hanya berdampak pada harga dan kesejahteraan petani, tetapi juga mengancam keberlanjutan ekosistem pertanian nasional. Masuknya produk ilegal berpotensi membawa penyakit, menurunkan kualitas pangan, serta merusak rantai pasok yang sudah dibangun petani dan peternak dalam negeri.

Pemerintah menilai bahwa perlindungan terhadap produksi lokal merupakan fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan jangka panjang, terlebih di tengah ketidakpastian global dan krisis pangan di sejumlah negara.


Komitmen Negara di Sektor Pertanian

Sikap tegas Mentan Amran mencerminkan arah kebijakan pemerintah yang ingin menempatkan petani sebagai subjek utama pembangunan pertanian, bukan korban dari praktik-praktik curang. Pengetatan pengawasan impor, penguatan data pangan, serta sinergi antar lembaga menjadi bagian dari upaya menutup celah impor ilegal.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap sektor pertanian nasional bisa tumbuh lebih sehat, mandiri, dan berkeadilan, sekaligus memastikan bahwa hasil kerja petani Indonesia tidak dikalahkan oleh praktik ilegal yang merugikan bangsa sendiri.**DS

Baca juga artikel lainnya :

perbedaan-harga-fantastis-barang-impor-di-bea-cukai-tanjung-perak