Ahmad Zahid Hamidi, Wakil Perdana Menteri Malaysia Berdarah Jawa dari Yogyakarta dan Ponorogo

Ahmad Zahid Hamidi, Wakil Perdana Menteri Malaysia, memiliki darah Jawa dari Yogyakarta dan Ponorogo. Kisah ini mencerminkan sejarah migrasi besar orang Jawa ke Malaysia.

Mar 13, 2026 - 00:12
 0  2
Ahmad Zahid Hamidi, Wakil Perdana Menteri Malaysia Berdarah Jawa dari Yogyakarta dan Ponorogo
sumber foto : gg

Eksplora.id - Hubungan sejarah antara Indonesia dan Malaysia tidak hanya terjalin melalui kedekatan geografis, tetapi juga melalui ikatan budaya dan garis keturunan. Salah satu contoh menarik adalah sosok Ahmad Zahid Hamidi, Wakil Perdana Menteri Malaysia, yang ternyata memiliki akar keluarga dari tanah Jawa.

Meskipun lahir dan besar di Malaysia, kedua orang tua Ahmad Zahid Hamidi diketahui berasal dari Indonesia, tepatnya dari daerah Yogyakarta dan Ponorogo. Fakta ini menjadi bukti bahwa jejak diaspora Jawa di Malaysia memiliki pengaruh yang cukup besar, bahkan hingga melahirkan tokoh penting di tingkat pemerintahan.

Latar Belakang Keluarga Berdarah Jawa

Ahmad Zahid Hamidi lahir pada 4 Januari 1953 di Malaysia. Namun, latar belakang keluarganya memperlihatkan hubungan yang erat dengan budaya Jawa.

Ayahnya diketahui berasal dari Ponorogo, sebuah daerah di Jawa Timur yang terkenal dengan kesenian tradisional seperti Reog Ponorogo. Sementara ibunya berasal dari Yogyakarta, salah satu pusat kebudayaan Jawa yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan tradisi dan pendidikan di Indonesia.

Perpaduan latar belakang keluarga tersebut membuat Ahmad Zahid Hamidi tumbuh dengan pengaruh budaya Jawa yang cukup kuat, meskipun ia menjalani kehidupan dan karier politiknya di Malaysia.

Sejarah Migrasi Orang Jawa ke Malaysia

Kisah keluarga Ahmad Zahid Hamidi sebenarnya merupakan bagian dari sejarah panjang migrasi masyarakat Jawa ke Malaysia. Migrasi ini sudah terjadi sejak masa kolonial, terutama pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Pada masa itu, banyak orang Jawa yang berpindah ke wilayah yang kini menjadi Malaysia untuk bekerja di sektor perkebunan, pertanian, dan pembangunan infrastruktur. Perpindahan ini terjadi ketika wilayah Asia Tenggara masih berada dalam pengaruh kekuasaan kolonial yang sama.

Seiring berjalannya waktu, komunitas Jawa di Malaysia berkembang dan membentuk jaringan sosial serta budaya yang kuat. Hingga saat ini, komunitas keturunan Jawa masih menjadi salah satu kelompok etnis yang cukup besar di Malaysia.

Pengaruh Budaya Jawa di Malaysia

Budaya Jawa masih dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di Malaysia. Bahasa Jawa, misalnya, masih digunakan oleh sebagian komunitas keturunan Jawa di beberapa wilayah.

Selain itu, tradisi dan nilai-nilai budaya Jawa juga tetap dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari adat pernikahan, seni pertunjukan, hingga kuliner khas.

Keberadaan tokoh seperti Ahmad Zahid Hamidi menunjukkan bahwa keturunan Jawa di Malaysia tidak hanya mempertahankan identitas budaya mereka, tetapi juga mampu berkontribusi besar dalam berbagai bidang, termasuk politik dan pemerintahan.

Bukti Kuatnya Ikatan Budaya Nusantara

Kisah Ahmad Zahid Hamidi menjadi salah satu contoh bagaimana sejarah migrasi telah membentuk hubungan yang unik antara Indonesia dan Malaysia. Meskipun kini menjadi warga negara Malaysia dan memegang jabatan tinggi di pemerintahan, akar keluarganya tetap terhubung dengan tanah Jawa.

Hal ini menunjukkan bahwa budaya dan identitas Nusantara memiliki jangkauan yang luas, melampaui batas-batas negara modern yang ada saat ini.

Bagi banyak orang Jawa, kisah ini juga menjadi kebanggaan tersendiri. Seperti ungkapan yang sering terdengar dalam bahasa Jawa: “Bangga dadi wong Jowo, lur.” Ungkapan tersebut menggambarkan rasa bangga terhadap identitas budaya yang tetap hidup dan berkembang, bahkan hingga ke panggung politik negara lain.

Kisah Ahmad Zahid Hamidi sekaligus menjadi pengingat bahwa jejak sejarah migrasi masyarakat Nusantara telah melahirkan banyak cerita menarik, termasuk tentang bagaimana seorang keturunan Jawa bisa menjadi salah satu tokoh penting dalam pemerintahan Malaysia.**DS

Baca juga artikel lainnya :

malaysia-perbolehkan-warga-miskin-gali-emas-sendiri-hanya-boleh-dengan-cara-tradisional