19,3 Juta Pekerja Punya Side Job: Bukan Tren, Tapi Cara Bertahan

Sebanyak 19,3 juta pekerja Indonesia punya pekerjaan sampingan. Bukan tren gaya hidup, tapi respons atas upah yang belum memenuhi kebutuhan hidup layak.

May 8, 2026 - 22:10
 0  4
19,3 Juta Pekerja Punya Side Job: Bukan Tren, Tapi Cara Bertahan
sumber foto : gg

Eksplora.id - Fenomena pekerjaan sampingan di Indonesia kini bukan lagi cerita pinggiran. Data terbaru menunjukkan sekitar 19,3 juta pekerja memiliki sumber penghasilan tambahan.

Angka ini bukan sekadar cerminan ambisi atau gaya hidup produktif. Justru sebaliknya—ini adalah sinyal bahwa satu pekerjaan utama tidak lagi mampu menutup kebutuhan hidup sehari-hari.

Bagi banyak orang, side job bukan pilihan, tapi kebutuhan.

Upah Minimum vs Realitas Kebutuhan Hidup

Masalah utamanya terletak pada kesenjangan antara pendapatan dan biaya hidup. Di 32 dari 38 provinsi, upah minimum masih berada di bawah standar Kebutuhan Hidup Layak.

Bahkan daerah dengan aktivitas ekonomi tinggi seperti Jakarta pun termasuk dalam daftar tersebut.

Selisih paling dalam tercatat di beberapa wilayah seperti:

  • Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Bali
  • Jawa Barat

Artinya, meskipun bekerja penuh waktu, banyak pekerja tetap harus mencari tambahan agar bisa memenuhi kebutuhan dasar.

Kota Jadi Pusat Tekanan Ekonomi

Menariknya, sekitar 11,5 juta pekerja dengan penghasilan tambahan berada di wilayah perkotaan.

Kota yang sering dianggap sebagai pusat peluang justru menjadi tempat dengan tekanan biaya hidup paling tinggi—mulai dari sewa tempat tinggal, transportasi, hingga kebutuhan harian.

Di sinilah dilema muncul: peluang kerja lebih banyak, tapi biaya hidup juga jauh lebih besar.

Bukan Pilihan, Tapi Respons

Riset dari LPEM FEB UI menegaskan bahwa fenomena ini bukan sekadar tren ekonomi kreatif atau semangat hustle culture.

Sebaliknya, pekerjaan sampingan adalah respons langsung terhadap pendapatan utama yang belum mencukupi.

Hal ini diperkuat oleh studi KIMCI pada April 2026, yang mencatat bahwa 46,3% pekerja kelas menengah kini mengandalkan lebih dari satu sumber pendapatan.

Angka ini menunjukkan perubahan pola yang cukup signifikan dalam struktur ekonomi rumah tangga.

Perubahan Pola Kerja dan Hidup

Fenomena ini juga mengubah cara orang memandang pekerjaan.

Dulu, satu pekerjaan tetap dianggap cukup sebagai sumber penghidupan. Sekarang, banyak orang mulai membangun beberapa aliran pendapatan sekaligus:

  • pekerjaan utama
  • usaha kecil
  • freelance atau gig economy

Namun di balik fleksibilitas itu, ada konsekuensi: waktu istirahat berkurang, tekanan meningkat, dan risiko kelelahan menjadi lebih tinggi.

Antara Ketahanan dan Kerentanan

Di satu sisi, kemampuan memiliki lebih dari satu sumber penghasilan menunjukkan daya tahan masyarakat dalam menghadapi tekanan ekonomi.

Tapi di sisi lain, kondisi ini juga menandakan adanya kerentanan struktural—di mana sistem upah belum sepenuhnya mampu mengejar kebutuhan hidup yang terus meningkat.

19,3 juta pekerja dengan side job bukan sekadar angka. Itu adalah gambaran nyata tentang bagaimana masyarakat beradaptasi.

Kerja sampingan hari ini bukan lagi simbol ambisi, tapi strategi bertahan.

Dan selama kesenjangan antara upah dan kebutuhan hidup masih ada, fenomena ini kemungkinan besar akan terus menjadi bagian dari realitas ekonomi Indonesia.**DS

Baca juga artikel lainnya :

sistem-tunjangan-pengangguran-di-denmark-tetap-berpenghasilan-meski-kehilangan-pekerjaan