Tren Unik Ramadan: Sewa iPhone Laris Manis untuk Bukber di Cianjur
Ramadan usai, namun meninggalkan cerita unik tren sewa iPhone di Cianjur. Anak muda rela menyewa untuk bukber, membawa berkah bagi pelaku usaha.
Eksplora.id - Ramadan memang sudah usai, namun meninggalkan cerita unik di tengah masyarakat. Salah satunya datang dari Cianjur, di mana momen bulan suci justru membuka peluang usaha tak terduga: jasa sewa handphone mewah, khususnya iPhone, yang laris manis diburu anak muda untuk acara buka bersama.
Fenomena ini menjadi bukti bahwa Ramadan tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan, tetapi juga dinamika baru dalam gaya hidup dan peluang ekonomi.
Usaha Sewa iPhone yang Mendadak Ramai
Ahmad Toteles, pemilik jasa sewa iPhone di Cianjur, mengaku tidak menyangka usahanya mendapat respons luar biasa selama Ramadan. Meski baru dirintis, permintaan meningkat tajam, bahkan jauh dibandingkan hari-hari biasa.
“Kalau di bulan biasa, penyewa tidak selalu ada. Tapi saat Ramadan, hampir setiap hari ada yang sewa, bahkan sampai semua unit habis,” ungkapnya.
Dalam sehari, empat unit iPhone 11 dan 12 miliknya selalu habis disewa. Tak jarang, pelanggan harus antre menunggu giliran karena tingginya minat.
Diburu Anak Muda untuk Bukber
Mayoritas penyewa berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga anak muda yang baru lulus sekolah. Mereka menyewa iPhone untuk dibawa ke acara buka bersama atau reuni dengan teman-teman.
Bagi sebagian dari mereka, momen bukber bukan hanya soal berkumpul, tetapi juga ajang untuk tampil percaya diri dan mengabadikan kebersamaan dengan perangkat yang dianggap lebih “premium”.
Tarif Terjangkau, Daya Tarik Tinggi
Ahmad menawarkan sistem sewa per enam jam dengan tarif yang cukup terjangkau, yakni Rp65 ribu untuk iPhone 11 dan Rp75 ribu untuk iPhone 12.
Dengan harga tersebut, penyewa sudah bisa merasakan pengalaman menggunakan handphone kelas atas, baik untuk berfoto, membuat konten, maupun sekadar menunjang penampilan saat berkumpul.
Omzet Meningkat Selama Ramadan
Lonjakan permintaan ini berdampak langsung pada pendapatan. Ahmad mengaku mampu meraih penghasilan hingga jutaan rupiah hanya dalam setengah bulan Ramadan.
Melihat peluang yang menjanjikan, ia berencana menambah unit iPhone ke depannya agar bisa memenuhi permintaan yang terus meningkat.
“Lumayan hasilnya, sampai pertengahan bulan sudah jutaan. Ke depan mungkin akan tambah unit lagi,” tambahnya.
Lebih dari Sekadar Tren
Fenomena ini bukan hanya soal bisnis semata, tetapi juga mencerminkan perubahan gaya hidup generasi muda. Kebutuhan akan eksistensi, terutama di media sosial, menjadi salah satu faktor yang mendorong tren ini.
Di sisi lain, momen Ramadan yang identik dengan kebersamaan justru menjadi panggung bagi munculnya kebiasaan-kebiasaan baru yang unik.
Cerita Kecil dari Ramadan
Ramadan mungkin telah berlalu, tetapi kisah-kisah seperti ini menjadi bagian dari warna yang ditinggalkannya. Dari tradisi bukber hingga tren sewa iPhone, semuanya menunjukkan bagaimana momen spesial bisa melahirkan peluang sekaligus cerita menarik.
Bagi pelaku usaha, ini adalah pengingat bahwa peluang bisa datang dari mana saja—bahkan dari kebiasaan sederhana yang dilakukan banyak orang.**DS
Baca juga artikel lainnya :

