Program Gentengisasi Diluncurkan, Pemerintah Borong Produk UMKM Jatiwangi Senilai Rp3 Miliar
Program gentengisasi diluncurkan Kementerian PKP dengan pembelian Rp3 miliar dari UMKM Jatiwangi. Dukung perumahan rakyat sekaligus ekonomi lokal.
Eksplora.id - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi meluncurkan program gentengisasi dengan menggandeng pelaku UMKM dari sentra genting Jatiwangi, Majalengka, pada Rabu (11/3/2026). Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan perumahan rakyat sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Peluncuran program tersebut ditandai dengan komitmen transaksi senilai Rp3 miliar. Nilai tersebut digunakan untuk membeli produk genteng hasil produksi UMKM setempat, yang nantinya akan digunakan dalam berbagai proyek pembangunan perumahan.
Pembelian Puluhan Ribu Genteng dari UMKM
Menteri PKP, Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara, menyampaikan bahwa pihaknya telah memborong sebanyak 14 truk genteng dari sentra produksi Jatiwangi. Total pembelian mencapai sekitar 75.000 genteng.
Langkah ini tidak hanya menjadi bagian dari program pembangunan, tetapi juga bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil dan menengah di daerah.
“Ini adalah karya kebijakan Presiden Prabowo. Negara hadir bukan hanya membangun rumah, tetapi juga memastikan pembangunan itu memberi manfaat bagi rakyat kecil dan UMKM kita,” ujarnya.
Implementasi Arahan Presiden
Program gentengisasi disebut sebagai implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap program pembangunan tidak hanya berfokus pada hasil fisik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas.
Dengan melibatkan UMKM sebagai pemasok utama, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
UMKM Didorong Tingkatkan Kualitas
Dalam kesempatan tersebut, Ara juga menekankan pentingnya kualitas produk UMKM. Ia mendorong para pelaku usaha untuk menjaga standar produksi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Menurutnya, kualitas menjadi kunci utama agar produk lokal tidak hanya terserap di dalam negeri, tetapi juga berpotensi menembus pasar yang lebih besar.
“UMKM harus punya daya saing tinggi dengan menjaga kualitas dan membuat standar sesuai SNI,” tegasnya.
Rencana Penambahan Pemesanan
Tidak berhenti pada pembelian awal, Kementerian PKP juga berencana menambah pemesanan genteng sebanyak 10 truk. Produk tersebut akan digunakan untuk pembangunan rumah susun bagi prajurit TNI.
Dengan tambahan tersebut, total pemesanan genteng mencapai 24 truk. Dari jumlah itu, 14 truk telah diberangkatkan untuk memenuhi kebutuhan proyek perumahan di berbagai wilayah.
Harapan untuk UMKM dan Pembangunan Nasional
Program gentengisasi menjadi contoh konkret bagaimana kebijakan pemerintah dapat berjalan seiring antara pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
Melalui langkah ini, UMKM tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi ikut terlibat langsung sebagai bagian penting dari rantai pasok nasional.
Ke depan, diharapkan program serupa dapat terus dikembangkan agar semakin banyak pelaku usaha lokal yang merasakan manfaat dari proyek-proyek pemerintah.**DS
Baca juga artikel lainnya :
izin-usaha-umkm-untuk-content-creator-dan-jasa-digital-perlu-atau-tidak

