Pemerintah Bangun Pabrik NPK Nitrat Pertama di Indonesia, Perkuat Kemandirian Pupuk Nasional

Pemerintah membangun pabrik NPK Nitrat pertama di Indonesia di Cikampek untuk kurangi impor pupuk, tekan harga, dan perkuat ketahanan pangan nasional.

Jan 12, 2026 - 22:13
 0  18
Pemerintah Bangun Pabrik NPK Nitrat Pertama di Indonesia, Perkuat Kemandirian Pupuk Nasional
Sumber foto : Instagram

Eksplora.id - Pemerintah memperkuat kemandirian pupuk nasional melalui pembangunan pabrik NPK Nitrat pertama di Indonesia yang berlokasi di Cikampek, Jawa Barat. Pabrik ini dirancang memiliki kapasitas produksi 100 ribu ton per tahun dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Kehadiran fasilitas baru ini bertujuan mengurangi ketergantungan impor pupuk, menekan biaya produksi pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Selain itu, pembangunan pabrik NPK Nitrat ini juga menggantikan fasilitas lama yang dinilai sudah tidak lagi efisien, baik dari sisi teknologi maupun kapasitas produksi.

Bagian dari Rencana Tujuh Pabrik Pupuk Baru

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari rencana pembangunan tujuh pabrik pupuk baru hingga 2029. Langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pangan dan pertanian sebagai prioritas utama pembangunan nasional.

Tak hanya fokus pada peningkatan produksi, pemerintah juga melakukan pembenahan tata kelola pupuk secara menyeluruh. Upaya ini meliputi penyederhanaan sistem distribusi serta kebijakan harga yang lebih berpihak pada petani, termasuk diskon 20 persen untuk pupuk subsidi guna meringankan beban biaya produksi di tingkat petani.

Kurangi Impor dan Tekan Harga Pupuk

Direktur Utama Pupuk Indonesia menegaskan bahwa selama ini Indonesia masih bergantung pada impor sekitar 450 ribu ton NPK Nitrat per tahun. Oleh karena itu, kehadiran pabrik di Cikampek menjadi tonggak penting bagi industri pupuk nasional, sekaligus langkah strategis untuk menekan ketergantungan pada pasar global.

Dengan nilai investasi mencapai Rp550–600 miliar, pabrik ini diharapkan mampu menurunkan harga pupuk, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memperkuat daya saing sektor pertanian nasional.

Dorong Pertanian Berkelanjutan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menekankan pentingnya ketersediaan pupuk yang terjangkau bagi petani. Ia juga mendorong pengembangan pupuk organik sebagai pelengkap pupuk kimia, guna mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Pembangunan pabrik NPK Nitrat ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem pertanian yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan di tengah tantangan global.**DS

Baca juga artikel lainnya :

presiden-prabowo-subianto-berikan-izin-impor-pupuk-subsidi-untuk-dukung-petani-dan-pembudi-daya-ikan