Kasus gudang makanan kedaluwarsa di Sumedang terungkap. Modus ubah tanggal expired jadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia.
Kasus gudang makanan kedaluwarsa di Sumedang terungkap. Modus ubah tanggal expired jadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia.
Eksplora.id - Peredaran makanan kedaluwarsa masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Rendahnya kesadaran sebagian konsumen terhadap pentingnya keamanan pangan membuat produk tidak layak konsumsi masih bisa beredar di pasaran. Fenomena ini bukan hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat luas, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Kasus terbaru yang terungkap di wilayah Jatinangor, Kabupaten Sumedang, menjadi bukti nyata bahwa praktik ini masih terjadi. Aparat dari Ditreskrimsus Polda Jawa Barat berhasil membongkar sebuah gudang yang digunakan untuk mengolah dan mengedarkan kembali produk kedaluwarsa.
Modus Licik: Hapus dan Cetak Ulang Tanggal Kedaluwarsa
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait beredarnya susu kental manis dan yoghurt dengan harga tidak wajar di pasaran. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Wirdhanto Hadicaksono, menjelaskan bahwa temuan tersebut memicu penyelidikan lebih lanjut.
Pada 11 Februari 2026, aparat melakukan penggerebekan dan menemukan praktik yang mengkhawatirkan. Pelaku membeli produk retur atau kedaluwarsa dengan harga murah, kemudian menghapus tanggal kedaluwarsa menggunakan bahan kimia seperti thinner. Setelah itu, tanggal baru dicetak ulang agar produk terlihat masih layak konsumsi.
Produk tersebut kemudian dijual kembali ke masyarakat dengan harga lebih murah untuk menarik pembeli.
Bahaya yang Tidak Terlihat
Mengutip berbagai sumber kesehatan seperti Healthline, setiap produk pangan memiliki batas konsumsi tertentu untuk menjaga mutu, keamanan, dan kualitasnya. Setelah melewati batas tersebut, perubahan biologis dan kimia dapat terjadi tanpa disadari.
Makanan kedaluwarsa berpotensi mengandung bakteri patogen yang dapat membahayakan sistem pencernaan. Dampaknya bisa beragam, mulai dari mual, diare, demam, hingga komplikasi serius.
Kelompok seperti anak-anak dan lansia menjadi yang paling rentan. Daya tahan tubuh yang lebih lemah membuat mereka lebih mudah terpapar infeksi dan membutuhkan penanganan medis yang lebih intensif.
Faktor Penyebab Kerusakan Pangan
Selain masa kedaluwarsa, kondisi penyimpanan juga berperan penting. Suhu panas, kelembapan tinggi, serta kebersihan yang buruk dapat mempercepat kerusakan makanan, bahkan sebelum tanggal kedaluwarsa tercapai.
Artinya, meskipun tanggal pada kemasan masih terlihat aman, kualitas produk bisa saja sudah menurun jika penyimpanannya tidak sesuai standar.
Pengawasan dan Tanggung Jawab Bersama
Kasus di Jatinangor menunjukkan pentingnya pengawasan yang ketat dari pemerintah terhadap peredaran produk pangan, baik di pasar tradisional maupun modern.
Di sisi lain, pelaku usaha juga memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan produk yang dijual aman dikonsumsi. Produk kedaluwarsa seharusnya ditarik dari peredaran, bukan dimanipulasi demi keuntungan.
Sanksi tegas diperlukan agar praktik serupa tidak terulang dan menjadi efek jera bagi pelaku.
Peran Konsumen: Jangan Mudah Tergiur Harga Murah
Di tengah maraknya modus seperti ini, konsumen perlu lebih waspada. Harga murah memang menggiurkan, tetapi bisa menyimpan risiko besar.
Langkah sederhana seperti memeriksa tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, serta membeli dari tempat terpercaya dapat membantu menghindari bahaya.
Kebiasaan ini mungkin terlihat sepele, namun sangat penting untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Edukasi Jadi Kunci
Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keamanan pangan harus menjadi prioritas. Edukasi sejak dini hingga dewasa akan membantu membangun kebiasaan yang lebih sehat dan kritis dalam memilih makanan.
Dengan kesadaran kolektif, risiko peredaran makanan kedaluwarsa dapat ditekan, dan kesehatan publik bisa lebih terjaga di masa depan.
Kasus manipulasi tanggal kedaluwarsa di Sumedang menjadi pengingat bahwa ancaman makanan tidak layak konsumsi masih nyata di sekitar kita. Di balik harga murah, bisa tersembunyi risiko kesehatan yang serius.
Kewaspadaan konsumen, tanggung jawab pelaku usaha, dan pengawasan pemerintah harus berjalan bersama. Karena dalam urusan pangan, keselamatan tidak boleh ditawar.**DS
Baca juga artikel lainnya :
esenler-luncurkan-program-hello-breakfast-antar-hidangan-iftar-gratis-ke-rumah-warga

