Glosip Coffee: Dari Kopi Keliling Kini Naik Kelas dengan Cita Rasa Nusantara

Glosip Coffee dari Bandar Lampung kini hadir dalam kemasan 100gr dan 250gr. Dari kopi keliling Rp5.000, kini jadi brand dengan cita rasa Nusantara.

Mar 23, 2026 - 22:38
 0  7
Glosip Coffee: Dari Kopi Keliling Kini Naik Kelas dengan Cita Rasa Nusantara
sumber foto : Admin

Eksplora.id - Di sudut-sudut jalan Bandar Lampung, sebuah gerobak kopi sederhana pernah jadi saksi bagaimana sebuah brand tumbuh dari bawah. Tanpa kafe, tanpa tempat duduk estetik, hanya bermodal konsep keliling dan harga terjangkau—Glosip pelan-pelan mencuri perhatian.

Mulai dari Rp5.000, kopi ini bukan sekadar minuman murah. Justru di situlah daya tariknya: rasa yang “berani”, cukup untuk bikin orang berhenti sejenak di tengah aktivitas.

Kini, langkah itu berlanjut. Glosip resmi meluncurkan produk Glosip Coffee dalam kemasan, membawa cerita yang sama—tapi dengan skala yang lebih besar.

Dari Jalanan, Dekat dengan Konsumen

Glosip lahir dari fenomena kopi keliling yang beberapa tahun terakhir berkembang pesat di Lampung. Konsepnya sederhana tapi kuat: mendatangi konsumen, bukan menunggu didatangi.

Di kampus, pinggir jalan, hingga area perkantoran, kehadiran kopi keliling seperti Glosip terasa lebih relevan dengan gaya hidup masyarakat yang dinamis. Tidak perlu duduk lama di kafe, cukup mampir, beli, lalu lanjut beraktivitas.

Model seperti ini juga membuka peluang besar. Tanpa biaya sewa tempat yang tinggi, pelaku usaha bisa fokus pada kualitas rasa dan kecepatan layanan.

Rasa Lampung yang Jadi Fondasi

Di balik kesuksesan Glosip, ada satu hal yang tidak bisa dilepaskan: karakter kopi Lampung itu sendiri.

Sejak lama, Lampung dikenal sebagai salah satu penghasil robusta terbesar di Indonesia. Rasanya cenderung kuat, sedikit pahit, dengan aroma yang khas—karakter yang justru dicari oleh penikmat kopi.

Yang menarik, di Lampung, kopi bukan hanya soal minum. Ia adalah bagian dari kebiasaan. Teman ngobrol, teman kerja, bahkan jadi bagian dari ritme hidup sehari-hari.

Dari sinilah Glosip mengambil pijakan—bukan sekadar jual kopi, tapi membawa rasa yang sudah akrab di lidah masyarakat.

Naik Level: Hadir dalam Bentuk Kemasan

Perjalanan Glosip tidak berhenti di jalanan. Melihat potensi pasar yang lebih luas, mereka kini meluncurkan Glosip Coffee dalam kemasan 100 gram dan 250 gram.

Ini bukan sekadar ekspansi produk, tapi langkah strategis.

Kalau sebelumnya Glosip hanya bisa dinikmati di titik tertentu, sekarang siapa pun bisa menyeduhnya di rumah. Tanpa harus menunggu gerobak lewat.

Yang membuatnya menarik, Glosip mengusung konsep cita rasa Nusantara. Artinya, mereka tidak hanya membawa identitas Lampung, tetapi juga mencoba merangkum kekayaan rasa kopi Indonesia dalam satu brand.

Bisnis Kopi Tanpa Harus Punya Kedai

Salah satu pelajaran paling menarik dari Glosip adalah ini: bisnis kopi tidak harus dimulai dari kafe mahal.

Justru dengan pendekatan sederhana—mobile, fleksibel, dan dekat dengan konsumen—brand bisa tumbuh lebih cepat dan lebih relevan.

Fenomena kopi keliling membuktikan bahwa:
pasar kopi itu besar, tapi cara menjangkaunya bisa berbeda.

Dan Glosip berhasil membaca itu lebih awal.

Dari Ide Sederhana Jadi Potensi Besar

Apa yang dilakukan Glosip sebenarnya sederhana. Tapi konsistensi, keberanian mencoba, dan kemampuan membaca pasar membuatnya berkembang.

Dari kopi jalanan…
menjadi brand…
lalu masuk ke produk kemasan…

Ini bukan sekadar bisnis kopi, tapi contoh bagaimana ide kecil bisa tumbuh jadi peluang besar.

Glosip Coffee bukan hanya tentang kopi. Ia adalah cerita tentang bagaimana sesuatu yang sederhana—gerobak kecil, harga murah, dan rasa yang jujur—bisa berkembang menjadi brand yang punya arah.

Di tengah persaingan industri kopi yang semakin padat, Glosip memilih jalannya sendiri: dekat dengan masyarakat, berakar pada rasa lokal, dan terus berinovasi.

Dan mungkin, di situlah kekuatannya.**DS

Baca juga artikel lainnya :

glosip-kopi-keliling-kekinian-di-lampung-harga-mulai-rp5000-dengan-cita-rasa-bintang-lima